Beranda blog Halaman 2

Kanojo, Okarishimasu Season 5 Resmi — Tayang 2026

0

Situs resmi Kanojo Okarishimasu Season 5 (Rent-a-Girlfriend Season 5) mengumumkan jadwal tayang tahun 2026. Untuk merayakannya, desainer karakter Kanna Hirayama merilis ilustrasi peringatan terbaru.

Diproduksi oleh TMS Entertainment, seri ini memulai debut 12 episode pada Musim Panas 2020, disusul Season 2 (Musim Panas 2022), Season 3 (Musim Panas 2023), dan Season 4 yang tayang mulai 05 Juli 2025 dan berakhir di episode ke-12 pada Selasa pekan ini. Crunchyroll menayangkan seluruh musim dengan subtitle dan dub multi-bahasa.

Manga komedi romantis karya Reiji Miyajima terbit di Weekly Shounen Magazine sejak Juli 2017. Kodansha menerbitkan volume ke-42 pada 17 September 2025. Spin-off Kanojo, Hitomishirimasu berjalan di Magazine Pocket sejak Juni 2020 (volume ke-3 rilis November 2022). Kodansha USA melisensikan keduanya; volume bahasa Inggris ke-32 rilis 19 Agustus 2025 dan volume ke-33 dijadwalkan 21 Oktober 2025.

XinU Rilis “Timing” feat. Aile The Shota: Menemukan Ruang, Momen, dan Kepekaan

Penyanyi-penulis lagu XinU merilis single baru “Timing (feat. Aile The Shota)” di berbagai platform streaming utama. Bersamaan dengan perilisan digital, video musik “Timing” juga dipublikasikan dan segera menarik perhatian. “Timing” menjadi rilisan major kedua XinU sekaligus kolaborasi vokal pertamanya, menampilkan Aile The Shota dari BMSG.

Proses Kreatif & Tema

Lagu “Timing” lahir dari sesi studio yang mempertemukan XinU dan Aile The Shota pada tema bersama: memberi ruang untuk menyadari hal sederhana—seperti warna langit—agar peka pada timing dan peluang yang tepat. Menanggapi verse yang ditulis cepat oleh Aile, XinU menambahkan kisahnya hingga membentuk narasi yang personal namun mudah dirasakan.

Warna Musik & Performa

Secara produksi, “Timing” memadukan elemen house dan 2-step dengan nuansa pop yang stylish. Karakter vokal emosional XinU (dikenal dengan kualitas “1/f fluctuation”) berpadu dengan rap perdana Aile The Shota, menghadirkan dinamika baru dalam katalog XinU. Komposisi “Timing” terasa ringkas dan efisien, menjaga fokus pada melodi dan pesan.

Timing Cover
Timing Cover

Video Musik

Video musik “Timing” menggunakan kamera Polaroid sebagai motif yang melambangkan momen tak tergantikan. Visualnya menampilkan XinU dan Aile The Shota yang “mengabadikan” kilau detik-detik singkat—selaras dengan gagasan timing yang tepat dalam keseharian.
MV “Timing”: https://youtu.be/iBQ9lzTxyqc

Komentar XinU

“Hari saat sesi produksi, langit biru terlihat luar biasa. Saat hidup sibuk, kita mudah melewatkan warna langit dan kebahagiaan kecil. Dari percakapan itu kami mulai menulis—ingin selalu punya ruang untuk menyadari hal-hal ini. Aku ingin jujur pada diri sendiri dan tidak melewatkan timing terbaik di depan. Jika kamu merasa tertutup atau jatuh, semoga lagu ini mengingatkan siapa dirimu yang ingin kamu pertahankan.”

Tautan Resmi

Tentang XinU (Singkat)

XinU adalah kolektif musik yang debut pada 2021 lewat “Kokokara”. Setelah album penuh ‘XinU’, EP ‘XinU EP#03’ (2024), serta ‘A.O.R – Adult Oriented Romance’ (2024), XinU merilis “Monday to Friday” di bawah KING RECORDS’ HEROIC LINE. “Timing” menjadi rilisan major kedua pada 24 September, dan EP keempat dijadwalkan rilis 12 November.

INFORMATION
Official: https://www.xinu.tokyo/ | Instagram: https://www.instagram.com/xinu_xinu_xinu/ | X: https://x.com/xinu_xinu_xinu | YouTube: https://www.youtube.com/@xinu1300 | TikTok: https://www.tiktok.com/@xinu_xinu_xinu

Tokyo Syoki Shodo Resmi Debut Major dengan Album Perdana!

Band punk cewek asal Jepang, Tokyo Syoki Shodo, akhirnya resmi melakukan debut major melalui album perdana bertajuk Tokyo Syoki Shodo yang dirilis oleh King Records pada 24 September lalu. Bersamaan dengan perilisan album ini, mereka juga merilis video musik untuk lagu utama “Sayonara Rendezvous” yang kini sudah bisa ditonton di kanal YouTube resmi mereka.

Perpaduan Fantasi, Realita, dan Kenangan Pahit Manis

Video musik Sayonara Rendezvous menggambarkan kenangan cinta yang manis sekaligus menyakitkan. Menghadirkan suasana di mana batas antara fantasi dan realita kabur, para anggota band tampil sebagai “narator” yang mengekspresikan jejak cinta dan kefanaan waktu.

Adegan utama video ini menampilkan ruang dramatis dengan permainan cahaya dan bayangan, sementara proyektor di latar belakang menampilkan kilasan kenangan masa lalu. Dalam atmosfer penuh mimpi ini, vokal Sheena yang emosional mengajukan pertanyaan mendalam: “Apa arti sejati dari kenangan dan momen bersama orang yang dicintai?”

Melalui karya ini, Tokyo Syoki Shodo berhasil menunjukkan kepekaan unik mereka serta kekuatan visual yang artistik, memperkenalkan wajah baru dari skena girls’ rock Jepang.

Jejak Karier dan Antisipasi Penggemar

Sebelum debut major, Tokyo Syoki Shodo telah tampil di berbagai festival musik ternama, baik di Jepang maupun internasional. Penampilan mereka di SXSW 2024 dan FUJI ROCK FESTIVAL ‘24 meninggalkan kesan mendalam berkat energi panggung yang intens dan interaksi kuat dengan penonton.

Kini, dengan album debut yang sudah resmi dirilis, antusiasme penggemar semakin meningkat. Band ini juga dijadwalkan menggelar konser spesial pasca-debut pada 5 Oktober di Tokyo Kinema Club, yang menjadi penampilan perdana mereka sejak perilisan album.

Profil Tokyo Syoki Shodo

Tokyo Syoki Shodo adalah band cewek Jepang yang memadukan elemen punk dengan nuansa rock dan pop. Band ini beranggotakan:

  • Sheena (Vokal & Gitar)
  • Mare (Gitar)
  • Asaka (Bass)
  • Nao (Drum)

Band ini awalnya terbentuk dari para penggemar Ging Nang Boyz yang berkumpul di sekitar Sheena, lalu secara resmi memulai perjalanan musik mereka pada 2019 melalui label indie Cherry Virgin Record. Dengan musik yang penuh sensasi dan penampilan live yang atraktif, nama mereka cepat mencuri perhatian.

Kini, lewat album Tokyo Syoki Shodo, band ini semakin memperkuat eksistensinya di dunia musik, sekaligus membuka lembaran baru dalam karier mereka.

Tautan Resmi

Rekomendasi Visual Novel Slice of Life

Halo, karena belum ada rekomendasi untuk Visual Novel, mimin akan memberikan rekomendasi Visual Novel dengan tema Kehidupan Sehari-hari (Slice of Life). Berikut 5 daftar saran rekomendasi yang mimin Sarankan.

5 Rekomendasi Visual Novel Slice of Life

Wagamama High Spec!

wagamama high spec!

Rekomendasi visual novel slice of life yang pertama, Wagamama High Spec! merupakan Visual Novel yang menceritakan tentang kehidupan Narumi Kouki yang hidup sebagai penulis manga di majalah mingguan. Namun dikarenakan manga yang dibuatnya merupakan manga untuk kalangan dewasa, dia merahasiakan tentang manganya kepada orang lain, hanya Adiknya Narumi Toa dan teman baiknya Miyase Mihiro yang mengetahui fakta tentang manganya.

Namun suatu hari, Ketua OSIS Rokuonji Karuko menemukan buku catatan yang dijatuhkan oleh Kouki yang berisikan segala hal tentang manga nya sehingga menyebabkan identitas dia sebagai penulis cerita manga ketahuan. Namun, saat Karuko memanggil Narumi ke ruang OSIS, dia mengungkapkan fakta bahwa dia adalah Artist dari manga yang dibuat oleh Narumi. Dikarenakan sekolah akademi khusus perempuan mereka diubah menjadi sekolah akademi umum, Kaoruko mengajak Kouki untuk bergabung dengan OSIS. Kouki pun menerimanya dan dimulailah kehidupan Narumi Kouki sebagai penulis manga dan anggota OSIS.

Alasan

Bagi kalian yang sudah sering memainkan Visual Novel, pasti tidak asing lagi dengan Visual Novel yang satu ini. Wagamama High Spec! mulai dikenal oleh banyak orang setelah Sekai Project mengeluarkan Versi Inggris dari visual novel ini pada 27 Juli 2017.

Namun jika anda baru pertama kali bermain Visual Novel, Wagamama High Spec! ini juga bagus untuk dimainkan sebagai langkah awal anda. Jalan ceritanya yang tidak terlalu berbelit-belit sangat memudahkan anda untuk memahami jalan ceritanya.

Wagamama High Spec! atau yang lebih dikenal sebagai Wagahigh juga telah memiliki Fandisc yang berjudul Wagamama High Spec OC!. Wagahigh OC menambahkan after stories untuk keempat Heroine dari Wagahigh dan tambahan rute baru untuk sub-karakter Karen, Chitose, dan Yukari. Namun cukup disayangkan Visual Novel ini tidak mempunyai versi Inggris sehingga jika kalian ingin memainkannya, kalian harus bisa berbahasa Jepang dahulu untuk memahami cerita dari Wagahigh OC.

Princess Evangile

princess evangile

Sinopsis

Princess Evangile menceritakan tentang Okonogi Masaya yang dibebani oleh utang Ayahnya yang ditinggalkan kepadanya, dan bahkan lebih parahnya lagi, ayahnya juga meninggalkannya.

Karena hal tersebut, Masaya pun tinggal sendiri dan tanpa tempat tinggal. Namun, disebabkan suatu kejadian yang aneh (awalnya ingin mimin jelaskan, tapi gak jadi karena terlalu panjang) dia tinggal di Asrama Akademi Vincennes yang merupakan akademi khusus perempuan. Tujuan dia adalah untuk berbaur diantara para Filles De La Vincennes (Gadis Vincennes) sebagai pria untuk mempromosikan integrasi gender. Bagaimanakah reaksi dari para gadis muda,polos, dan murni ini bereaksi terhadap kehadirannya?

Alasan

Rekomendasi visual novel slice of life yang kedua. Mimin merekomendasikan Visual Novel ini dikarenakan Common Route dari Visual Novel ini yang sangat panjang. kalian akan sangat merasakan Slice of Life dari Visual Novel Princess Evangile ini sebelum masuk kedalam rute tiap Heroine nya. Walaupun sudah masuk rute tiap Heroine nya,bukan berarti Slice of Life tidak ada sama sekali. Kalian bisa tetap merasakan Slice of Life nya, namun tidak sebanyak yang ada di Common Route,

Mengenai Penyebab mengapa Masaya bisa masuk kedalam Akademi Vincennes dan Alasan dia masuk kedalam akademi tersebut tidak mimin jelaskan. Karena jika mimin jelaskan,akan menjadi spoiler keras( dan akan sangat panjang)

Namun Penyebab dan Alasan tersebut dijelaskan semua di epilogue. Kalian bisa memutuskan apakah story dari Princess Evangile seru atau tidak setelah selesai Epilogue.

Seperti halnya Wagamama High Spec!, Princess Evangile(Prieva) ini juga mempunyai Fandisk. Judul Fandisk tersebut adalah Princess Evangile W Happiness.

Fandisk dari Prieva menambahkan 4 after stories untuk Main Character dan tambahan rute untuk 5 Sub-karakter. Kelima Sub-karakter tersebut adalah Ruriko, Mitsuki, Marika, Tamie, dan Konomi.

Original Game dan Fandisk Prieva ini bisa kalian beli di steam untuk versi all-aged atau kalian bisa beli di MangaGamer untuk versi R18.

Ao no Kanata no Four Rhythm

ao no kanata no four rhythm

Sinopsis

Ao no Kanata no Four Rhythm atau yang lebih dikenal dengan aokana ini menceritakan tentang olahraga yang dinamakan “Flying Circuis” dimana para peserta nya saling mencari poin di udara dengan cara meraih titik poin lebih cepat maupun saling mengincar punggung peserta lain untuk mendapatkan poin.

Hinata Masaya dulu sangat menyukai Sport Circus, namun setelah mengalami kekalahan di kejuaraan dan disebabkan beberapa alasan lainnya, dia memutuskan untuk berhenti dari Flying Circuis.

Namun,dia bertemu dengan murid pindahan Kurashina Asuka dan mulai menemukan gairah nya untuk kembali ke Flying Circus saat mengajarkan Asuka cara untuk terbang.

Dengan situasinya yang telah berbeda, dia memutuskan untuk kembali berpatisipasi sekali lagi dalam Flying Circus. Seberapa tinggikah dia bisa terbang kali ini dengan Asuka disisinya?

Ini merupakan kisah cinta tentang keduanya yang bertemu di hari pertama sekolah, beserta teman-teman disekitarnya.

Alasan

Rekomendasi visual novel slice of life ketiga. Mimin menyarankan Visual Novel ini karena Slice of Life nya sangat terasa karena konflik tiap heroine nya tidak terlalu berat.

Kalau ada beberapa pembaca yang sudah menonton Anime dari Visual Novel ini, pasti tau bagaimana ceritanya, karena versi Anime dari Visual Novel Aokana ini bisa dijadikan patokan apakah cerita dari Visual Novel ini seru atau tidak.

Walaupun Aokana merupakan Visual Novel yang berpusat pada cerita diantara Hinata Masaya dan Kurashina Asuka, kalian bisa langsung memilih rute untuk karakter yang lain. Hal ini sangat berbeda dengan Visual Novel sprite sebelumnya yang berjudul Koi to Senkyou to Chocolate dimana kalian harus menyelesaikan rute Sumiyoshi Chisato untuk bisa mengakses rute karakter lainnya.

Namun, sebagai gantinya mereka membuat pilihan untuk masuk ke tiap rute karakter menjadi lebih sulit. Sehingga terkadang bisa membuat anda salah rute atau bahkan yang lebih buruk masuk ke dalam bad end.(mimin sampe harus ulang pilihan dari awal 6x untuk masuk rute Arisaka Mashiro)

Aokana hanya ada versi jepang dan cina nya saja. Namun, Nekonyan beserta Hikari Field telah mengumumkan bahwa mereka akan merilis versi inggris dari Visual Novel ini kedalam Steam pada Juni 2019 mendatang.

Visual Novel ini memiliki satu Side Story yang dipolling isi dari rute nya melalui vote karakter favorit dari Aokana, dan pemenang dari polling tersebut adalah Arisaka Mashiro.(seems like too much lolicon who plays this game,including me)

Side Story dari hasil polling ini berjudul Ao no Kanata no Fou Rhythm EXTRA1 yang akan after story setelah Mashiro berpacaran dengan Masaya.

Jika dilihat dari hasil votenya,mereka memilih dua pemenang yaitu Arisaka Mashiro dan Kurashina Asuka, jadi ada kemungkinan bahwa akan ada EXTRA2 yang menceritakan after story Asuka dengan Masaya.

Hubungan Drakengard dan NieR: Detail Alur Cerita

Anime News Plus – Apakah kamu sudah familiar dengan game Nier: Automata? Tentu saja, hampir setiap gamer di seluruh dunia mengenali keberadaan game fenomenal ini. Dengan alur cerita yang inovatif, musik yang memukau, gameplay yang mendebarkan, serta beragam akhir yang dapat dijelajahi oleh pemain, Nier: Automata telah meninggalkan jejak yang mendalam di hati banyak orang. Diluncurkan pada tahun 2017, game ini muncul pada saat transisi besar menuju era digital dan PC, menjadikannya sangat mudah diakses. Faktor ini memberikan kontribusi signifikan terhadap popularitasnya yang terus meningkat hingga saat ini.

Namun taukah kamu, kalau seri dari Nier: Automata ini bukan cerita pertama melain merupakan sekuel bagian ke 5 dari cerita yang dibuat Yoko Taro atau bisa disebut Nier adalah seri lain dari Drakengard.

Apakah Kamu penasaran? Mari kita eksplorasi hubungan Drakengard dan NieR. Diawali dengan kisah utama dari game berjudul Drakengard 1, yang merupakan awal dari narasi penuh kegelapan, pengorbanan, dan kehancuran dunia.

Daftar Konten Artikel – Hubungan Drakengard dan NieR

Drakengard 1 (2003)

Drakengard, yang dikenal sebagai Drag-On Dragoon di Jepang, adalah permainan video bergenre action RPG yang dirancang oleh Cavia dan diterbitkan oleh Square Enix. Pertama kali dirilis pada tahun 2003 untuk konsol PlayStation 2, game ini telah menarik perhatian banyak penggemar. Berikut adalah ringkasan alur ceritanya.

Drakengard - Cover
Drakengard – Cover

Setting Cerita

Berlatar di dunia fantasi yang kaya akan elemen-elemen mitologi Eropa, cerita ini mengisahkan konflik antara Union, sebuah aliansi kerajaan yang dipimpin oleh seorang Kaisar, dan Kultus, sebuah sekte agama yang berkuasa.

Karakter

Protagonis utama dalam cerita ini adalah seorang ksatria muda bernama Caim. Ia berasal dari keluarga kerajaan dan memiliki keahlian luar biasa dalam seni pertempuran. Caim menyimpan dendam mendalam terhadap Kultus, yang telah merenggut nyawa keluarganya.

Plot

Di awal game, kita diperkenalkan kepada Caim, seorang pejuang yang terluka parah dalam usahanya mempertahankan benteng dari serangan kultus yang jahat. Di tengah situasi yang sulit, ia menemukan seekor naga yang terluka bernama Angelus, yang juga terjebak di dalam penjara kultus. Dalam momen yang penuh ketegangan, Caim dan Angelus menjalin sebuah perjanjian untuk saling menyelamatkan dan bertukar jiwa. Perjanjian ini memberikannya kekuatan dan keabadian, namun juga mengorbankan suaranya. Bersama-sama, mereka memutuskan untuk melawan kultus dan berjuang demi kebebasan.

Seiring perkembangan cerita, Caim bertemu dengan berbagai karakter lain yang juga menjalin perjanjian dengan makhluk-makhluk magis. Di antaranya adalah Leonard, seorang pemanah yang bersepakat dengan peri, dan Arioch, seorang elf yang terlibat perjanjian dengan roh air dan roh api.

Perjalanan Caim semakin rumit ketika ia mengetahui bahwa adik perempuannya, Furiae, adalah seorang Putri Segel yang memiliki kemampuan untuk menghalangi Kultus dalam mencapai tujuan mereka. Kultus tersebut berencana menghancurkan segel yang melindungi dunia dari kengerian yang mengancam, dan mereka meyakini bahwa dengan mengorbankan Furiae, mereka dapat mewujudkan ambisi jahat mereka.

Caim berupaya melindungi Furiae dan menghentikan Kultus dengan bantuan teman-temannya. Dalam perjalanan mereka, berbagai tantangan dan musuh menghadang, termasuk ksatria, naga, serta makhluk mistis lainnya.

Ending

Drakengard dikenal karena memiliki berbagai akhir cerita yang menarik. Terdapat lima akhir berbeda (A, B, C, D, dan E) yang dapat dicapai oleh pemain, tergantung pada pilihan dan tindakan yang diambil selama game berlangsung.

  • Ending A: Caim dan rekan-rekannya berhasil mengalahkan pemimpin Kultus, dan Caim mengorbankan dirinya sendiri untuk menyelamatkan dunia.
  • Ending B: Mengungkap sebuah plot twist yang menunjukkan bahwa Furiae sebenarnya mencintai Caim, dan dia mengambil nyawanya sendiri. Caim lalu menjadi lebih kejam dan menghancurkan siapa saja yang menghalanginya.
  • Ending C: Caim dan teman-temannya berhasil mengalahkan Kultus tetapi harus menghadapi kekuatan yang lebih besar yang mengancam dunia, dan mereka akhirnya mengorbankan diri mereka untuk menyelamatkannya.
  • Ending D: Caim berhasil mengalahkan musuh terakhir dan menyegelnya kembali, tetapi dengan harga kehidupan Angelus.
  • Ending E: Ini adalah ending yang paling berbeda dan terhubung dengan seri Nier, di mana Caim dan Angelus terdampar di Tokyo modern dan ditembak jatuh oleh jet tempur.

Trailer Drakengard (2003)

trailer upload non-official

Drakengard 2 (2005)

Sequel selanjutnya adalah Drakengard 2, yang dirilis pada tahun 2005 untuk konsol PlayStation 2. Game ini merupakan kelanjutan dari cerita Drakengard sebelumnya.

Drakengard 2 - Cover
Drakengard 2 – Cover

Setting Cerita

Game ini berlangsung 18 tahun setelah akhir cerita (Ending A) dari Drakengard pertama dan memperkenalkan sejumlah karakter baru, sekaligus mengembalikan beberapa karakter dari game sebelumnya. Berikut adalah ringkasan cerita dari Drakengard 2:

Karakter

  • Nowe: Protagonis dari game ini, seorang anak yatim yang dibesarkan oleh naga hitam Legna. Dia dilatih untuk menjadi seorang ksatria dan bergabung dengan Knights of the Seal.
  • Manah: Mantan antagonis dari game pertama, yang kini telah bertobat. Dia bertujuan untuk menghancurkan segel untuk membebaskan dunia dari penindasan.
  • Urick: Salah satu anggota Knights of the Seal yang bergabung dengan Nowe dalam petualangannya.
  • Legna: Naga yang membesarkan Nowe dan memandu dia dalam misinya.

Plot

Drakengard 2 dimulai dengan kisah Nowe, seorang pemuda yang sedang dilatih untuk menjadi anggota Knights of the Seal, sebuah organisasi yang memiliki tanggung jawab penting dalam melindungi lima segel yang menjaga keseimbangan dunia. Setelah menyelesaikan pelatihannya, Nowe bertemu dengan Manah, yang mengungkapkan kebenaran mengejutkan bahwa Knights of the Seal sebenarnya telah menindas rakyat dengan penggunaan segel-segel mereka dan memanfaatkan kekuatan gelap untuk kepentingan mereka sendiri. Manah, yang merupakan karakter dari game pertama dalam seri ini, dulunya berada di bawah kendali kekuatan jahat, namun kini ia telah mengalami perubahan yang signifikan.

Nowe, yang merasa dikhianati oleh para ksatria dan didorong oleh hasrat untuk melindungi orang-orang yang tak bersalah, mengambil keputusan untuk bergabung dengan Manah dalam misi untuk menghancurkan segel. Dalam perjalanan ini, mereka juga ditemani oleh Urick dan Legna.

Sepanjang perjalanan mereka, mereka menghadapi berbagai tantangan, termasuk tentara Knights of the Seal, monster, dan rintangan lain yang menghalangi langkah mereka. Selama petualangan tersebut, Nowe mengungkap lebih banyak tentang asal-usulnya dan keterkaitannya dengan naga Legna.

Ending

Seperti halnya yang pertama, Drakengard 2 juga menawarkan berbagai pilihan akhir yang bergantung pada keputusan dan tindakan yang diambil oleh pemain sepanjang game berlangsung.

  • Ending A: Nowe berhasil menghancurkan semua segel dan mengalahkan General Oror, tetapi harus mengorbankan dirinya sendiri untuk menciptakan dunia baru yang bebas dari segel.
  • Ending B: Setelah menyelesaikan syarat tertentu, pemain dapat melanjutkan setelah Ending A untuk menghadapi bos tambahan. Dalam ending ini, Nowe dan Manah bersatu untuk mengalahkan naga jahat dan menciptakan dunia baru tanpa segel.

Trailer Drakendard 2 (2005)

Hubungan Drakengard 1 dan Drakengard 2

Tentu saja kamu penasaran, game ini menawarkan berbagai pilihan ending. Namun, jika kamu ingin memastikan alur cerita tetap terhubung, pilihan yang tepat adalah Ending A.

Dalam seri Drakengard, Drakengard 2 memiliki hubungan langsung dengan Ending A dari Drakengard pertama. Ending A dianggap sebagai pengakhiran yang paling “normal” dan diakui sebagai kanon dalam alur cerita utama seri ini.

Drakengard 2 berlangsung 18 tahun setelah peristiwa Ending A dari Drakengard pertama. Cerita ini berpusat pada seorang karakter baru bernama Nowe, sebuah anak laki-laki yang ditemukan dan dibesarkan oleh Legna, seekor naga. Seiring berjalannya waktu, Nowe bergabung dengan kelompok ksatria yang dikenal sebagai Knights of the Seal, yang memiliki misi untuk melindungi lima segel yang menjaga keseimbangan dunia. Namun, seiring perjalanan ia mengungkap berbagai kebenaran, Nowe menyadari bahwa para ksatria tidak sebaik yang ia bayangkan. Dia pun terlibat dalam perjuangan yang lebih besar, menghadapi tantangan yang menentukan nasib seluruh dunia.

Meskipun Drakengard 2 melanjutkan alur cerita dari Ending A Drakengard, game ini mengusung nada yang sedikit berbeda dan tidak segelap pendahulunya. Selain itu, beberapa karakter dari Drakengard pertama juga tampil kembali dalam game ini, termasuk naga Angelus yang muncul dalam bentuk manusia dan dikenal sebagai “Angel” dalam Drakengard 2.

Drakengard 3 (2013)

Drakengard 3, yang dikenal juga sebagai Drag-On Dragoon 3 di Jepang, adalah sebuah game action RPG yang dikembangkan oleh Access Games dan diterbitkan oleh Square Enix. Game ini dirilis pada tahun 2013 untuk PlayStation 3 dan bertindak sebagai prekuel dari Drakengard pertama. Ini berarti ceritanya berlangsung sebelum peristiwa Drakengard pertama.

Drakengard 3 - Cover
Drakengard 3 – Cover

Setting Cerita

Setting dari Drakengard 3 adalah sebuah dunia fantasi yang dipenuhi dengan elemen magis dan mitologis, serupa dengan game-game dalam seri Drakengard. Dunia ini memancarkan nuansa era pertengahan, dengan kastil megah, benteng kokoh, desa-desa yang hidup, serta beragam lanskap alami yang menakjubkan, seperti pegunungan, hutan lebat, dan lahan basah yang indah. Seperti game-game lainnya dalam seri ini juga menawarkan berbagai unsur supernatural, termasuk naga dan kekuatan magis yang digunakan oleh para karakternya.

Drakengard 3 terjadi sebelum peristiwa dalam game Drakengard pertama dan berfokus pada enam wanita yang disebut Intoners. Intoners adalah makhluk dengan kemampuan untuk memanipulasi realitas melalui lagu-lagu mereka. Setelah mengakhiri perang besar yang menghancurkan, mereka berhasil menguasai dunia dan kini dipuja serta dihormati oleh banyak orang.

Karakter

  • Zero: Protagonis permainan ini, salah satu dari enam Intoners, wanita yang mampu menggunakan lagu untuk memanipulasi realitas dan menggunakan sihir. Dia memiliki tujuan untuk membunuh lima saudara perempuannya yang lain.
  • Mikhail: Naga muda yang menjadi pendamping Zero dan juga merupakan kendaraan tempurnya.

Plot

Dunia Drakengard 3 dipenuhi dengan konflik dan kekacauan hingga enam Intoners muncul dan, melalui kekuatan lagu mereka, berhasil mengakhiri kekerasan dan mendirikan pemerintahan mereka sendiri. Meskipun dunia tampak damai di bawah kekuasaan Intoners, Zero, Intoner tertua, ingin membunuh saudara-saudarinya yang lain karena alasan yang awalnya tidak jelas.

Zero, yang ditemani oleh naga muda Mikhail, memulai perjalanannya untuk menghadapi dan membunuh saudara-saudarinya yang lain, masing-masing bernama One, Two, Three, Four, dan Five. Sepanjang perjalanannya, Zero menghadapi banyak tentara, monster, dan bahkan naga.

Sepanjang game, latar belakang Zero dan sifat Intoners mulai terungkap. Terungkap bahwa Intoners sebenarnya adalah makhluk yang diciptakan oleh kekuatan jahat, dan Zero merasa bahwa mereka harus dihentikan agar dunia bisa bebas dari pengaruh mereka. Zero juga memiliki kemampuan untuk mencabut kekuatan dari saudara-saudarinya saat dia mengalahkan mereka, yang menjadi keuntungannya dalam pertempuran.

Ending

Sama seperti game Drakengard sebelumnya, Drakengard 3 memiliki beberapa ending yang bisa dicapai berdasarkan tindakan dan pilihan pemain selama game berlangsung.

  • Ending A: Zero berhasil membunuh semua saudarinya tetapi dengan harga yang tinggi. Dia meminta Mikhail untuk membunuhnya agar dunia bisa bebas dari Intoners. Mikhail menyetujuinya dan setelah membunuh Zero, dia pergi untuk melanjutkan hidupnya.
  • Ending B: Setelah syarat tertentu dipenuhi, pemain dapat melanjutkan setelah Ending A untuk menghadapi tantangan lebih lanjut. Dalam ending ini, Zero harus menghadapi versi alternatif dari saudara-saudarinya yang jauh lebih kuat.
  • Ending C: Ending ini adalah variasi dari Ending B dengan hasil yang berbeda.
  • Ending D: Ini adalah ending rahasia yang memberikan lebih banyak wawasan tentang latar belakang Zero dan hubungannya dengan saudara-saudarinya.

Trailer Drakengard 3

Hubungan Drakengard 3 dengan Drakengard 2

Apakah ada hubungan antara Drakengard 3 dengan Drakengard 2? Tidak ada kaitan antara keduanya.

Drakengard 3, yang diluncurkan pada tahun 2013 untuk PlayStation 3, merupakan prekuel dari game Drakengard pertama dan tidak memiliki keterkaitan langsung dengan Drakengard 2. Oleh karena itu, tidak terdapat akhir khusus yang menghubungkan ketiga judul tersebut.

Hubungan Drakengard 3 dengan Drakengard 1

Jika kita membalik pertanyaannya menjadi, “Apakah ada hubungan antara Drakengard 3 dengan Drakengard 1?” jawabannya dapat ditemukan dalam salah satu ending di game tersebut.

Drakengard 3, seperti game lainnya dalam seri ini, menawarkan berbagai variasi akhir cerita. Ending A menampilkan resolusi yang lebih konvensional untuk narasi game ini. Namun, terdapat juga ending tambahan yang dapat diakses, di mana salah satunya, yaitu Ending D, memiliki keterkaitan yang mendalam dengan Drakengard 1.

Di Ending D, terjadi sebuah peristiwa besar yang melahirkan istilah “Brothers”, yang ternyata merupakan asal-usul dari Pact Partners serta segel dalam Drakengard 1. Inilah cara Drakengard 3 mengaitkan dirinya dengan game pertama dalam hal cerita (lore) dan menjelaskan asal-usul beberapa elemen dan konsep yang terdapat dalam Drakengard 1.

Kelanjutan Cerita

Dengan demikian, kita sampai pada akhir dari seri Drakengard yang kemudian dilanjutkan dengan Nier. Bisakah kamu menebak dari seri Drakengard mana dan ending mana yang berhubungan dengan Nier?

Itu adalah Drakendard 1 dengan pilihan Ending E.

Drakengard Terhubung Ke Series Nier

Drakengard terhubung ke series Nier, dan hubungan antara kedua seri ini berakar pada Ending E dari Drakengard 1. Ending ini merupakan yang paling tidak konvensional dan memiliki keterkaitan langsung dengan alam semesta Nier.

Dalam Ending E dari Drakengard 1, karakter utama, Caim, bersama naga Angelus, terlibat dalam pertempuran epik melawan musuh terakhir di atas kota modern Tokyo. Mereka berhasil mengalahkan musuh tersebut, namun kemudian pesawat Angkatan Udara menembaki mereka hingga jatuh. Selain berpindah ke dunia yang mirip dengan kenyataan, ending ini juga memperkenalkan sosok yang disebut “Queen-beast”, yang jasadnya mengandung partikel magis yang dikenal sebagai “maso” atau “partikel sihir”.

Seri Nier dimulai di dunia yang sama tetapi berlatar waktu ribuan tahun setelah peristiwa Ending E dari Drakengard 1. Partikel magis yang dibawa oleh “Queen-beast” menimbulkan bencana serta penyakit yang dikenal sebagai Sindrom Klorin Putih, yang mengubah manusia menjadi garam atau memaksa mereka untuk membuat perjanjian dengan kekuatan dari dunia Drakengard. Kejadian ini memicu serangkaian peristiwa yang pada akhirnya berujung pada kehancuran peradaban manusia seperti yang digambarkan dalam Nier.

Sementara itu, Drakengard 2 tidak memiliki keterkaitan langsung dengan seri Nier dan tidak memengaruhi alam semesta Nier dalam bentuk apapun. Hal ini terutama disebabkan oleh fakta bahwa Drakengard 2 mengikuti Ending A dari Drakengard 1, yang tidak berhubungan dengan Nier. Dengan demikian, kedua cerita ini memiliki dua garis besar dunia yang berbeda. Kita dapat menganggap Ending A menuju ke dunia yang damai, sementara Ending E mengarah pada kehancuran peradaban manusia.

Drakengard 3, yang berfungsi sebagai prekuel bagi Drakengard 1, tidak memiliki keterkaitan langsung dengan seri Nier dalam salah satu akhirannya. Meski demikian, elemen dan latar belakang yang dihadirkan dalam Drakengard 3 memberikan konteks tambahan dan kedalaman bagi dunia serta mitologi yang juga menjadi landasan bagi seri Nier.

Secara keseluruhan, seri Nier merupakan perluasan dari salah satu akhir cerita tertentu dalam Drakengard 1 dan membangun dunianya sendiri berdasarkan konsekuensi dari peristiwa tersebut. Sementara itu, Drakengard 2 dan 3 lebih menekankan pada pengembangan dunia dan narasi dalam seri Drakengard itu sendiri.

Nier

Seri Nier dimulai dengan sebuah game yang dikenal sebagai “Nier” di wilayah Barat, sementara dalam versi Jepang, game ini lebih spesifik disebut “NieR Replicant.” Pada tahun 2021, dirilis versi remaster yang lebih baik dari “NieR Replicant” dengan judul “NieR Replicant ver.1.22474487139…”. Versi ini tidak hanya menghadirkan peningkatan dalam grafis, tetapi juga menambahkan beberapa konten baru yang memperjelas cerita.

NieR Replicant berlangsung di dunia pasca-apokaliptik yang terjadi ribuan tahun setelah Ending E dari Drakengard 1. Cerita ini berfokus pada seorang protagonis muda, yang di versi Barat dikenal sebagai Nier. Ia berjuang sekuat tenaga untuk menyelamatkan adik perempuannya, Yonah, yang terjangkit penyakit mematikan bernama Black Scrawl.

NieR Replicant ver.1.22474487139…
NieR Replicant ver.1.22474487139… – Cover

Berikut adalah ringkasan dari cerita NieR Replicant:

Dunia dan Latar Belakang

Dunia NieR Replicant adalah tempat yang telah hancur akibat peristiwa yang dikenal sebagai ‘Gestalt Project’. Proyek ini merupakan usaha manusia untuk menyelamatkan umat manusia dari White Chlorination Syndrome, sebuah penyakit yang disebabkan oleh partikel magis yang disebut “Maso”, yang muncul di Bumi setelah peristiwa yang terjadi di Ending E Drakengard 1. Dalam usaha penyelamatan tersebut, jiwa manusia dipisahkan dari tubuh mereka, dengan harapan bahwa suatu saat nanti mereka dapat bersatu kembali.

Plot

Di awal game, pemain diperkenalkan kepada Nier dan adik perempuannya, Yonah. Yonah mengalami penyakit misterius yang dikenal sebagai Black Scrawl, dan Nier berkomitmen untuk mencari obat yang dapat menyembuhkannya. Selama pencariannya, Nier bertemu dengan berbagai karakter menarik, seperti Grimoire Weiss, Kainé, dan Emil, yang ikut bergabung dalam petualangannya.

Nier mempelajari tentang keberadaan ‘Sealed Verses’ yang diyakininya dapat menyembuhkan Yonah. Selama perjalanannya, ia juga menemukan bahwa dunia yang ia huni dikuasai oleh makhluk bayangan yang disebut Shades. Menariknya, Shades ini merupakan jiwa manusia yang terpisah dari tubuhnya akibat proyek yang dikenal sebagai ‘Gestalt Project’.

Ending

Seperti halnya game lain yang diciptakan oleh Yoko Taro, NieR Replicant menawarkan berbagai akhir yang berbeda. Setiap akhir tersebut memberikan wawasan dan konteks yang lebih mendalam tentang alur cerita.

  • Ending A: Nier berhasil mengalahkan Shadowlord, yang ternyata adalah versi Gestalt (jiwa) dirinya sendiri, dalam upaya untuk menyelamatkan Yonah. Namun, ini datang dengan pengorbanan besar.
  • Ending B: Mirip dengan Ending A, tetapi dengan tambahan adegan yang memberikan lebih banyak wawasan tentang motivasi dari beberapa karakter, terutama Kainé.
  • Ending C: Setelah memenuhi persyaratan tertentu dan mengumpulkan semua senjata dalam game, pemain dapat melihat Ending C, di mana Kainé harus dihadapi sebagai bos terakhir. Nier harus membuat pilihan yang menyakitkan mengenai nasibnya.
  • Ending D: Jika pemain memilih opsi tertentu dalam pilihan yang sama seperti di Ending C, mereka akan melihat Ending D. Dalam ending ini, Nier mengorbankan keberadaannya sendiri untuk menyelamatkan Kainé, dan semua kenangan tentang dia dihapus dari dunia.
  • Ending E: Ini adalah tambahan baru dalam NieR Replicant ver.1.22474487139… yang dapat diakses setelah menyelesaikan Ending D. Setelah Ending D, pemain harus memulai permainan baru dengan nama karakter yang berbeda, karena data simpanan akan terhapus. Ending ini berfokus pada Kaine sebagai karakter utama dan memperkenalkan konten baru yang memperdalam lore serta menghubungkan dengan dunia berikutnya.

Seri Nier juga memiliki sekuel yang berjudul “NieR: Automata”, yang berlatar belakang ribuan tahun setelah peristiwa NieR Replicant, dalam dunia yang dikuasai oleh mesin dan android.

Perbedaan NieR Gestalt, NieR Replicant dan NieR Replicant ver.1.22474487139… (2021)

Game Nier pertama kali dirilis dalam dua versi di Jepang: “NieR Gestalt” untuk Xbox 360 dan “NieR Replicant” untuk PlayStation 3. Meskipun kedua versi memiliki alur cerita yang sama, terdapat perbedaan signifikan dalam karakter utama dan beberapa aspek dari hubungan antar karakter.

  • NieR Gestalt: Dalam versi ini, protagonis adalah seorang pria paruh baya yang disebut Nier, dan dia mencoba menyelamatkan putrinya, Yonah, dari penyakit mematikan yang dikenal sebagai Black Scrawl.
  • NieR Replicant: Dalam versi ini, protagonis adalah seorang pemuda yang juga disebut Nier, tetapi dia adalah kakak laki-laki dari Yonah, bukan ayahnya. Ini adalah satu-satunya perbedaan utama, tetapi perubahan ini sedikit mengubah nada dan dinamika hubungan karakter dalam game.

Versi yang diluncurkan di wilayah Barat pada awalnya dikenal sebagai “NieR Gestalt,” namun dipasarkan secara sederhana sebagai “Nier.” Sementara itu, NieR Replicant tidak tersedia di luar Jepang pada masa itu.

Remaster NieR

Pada tahun 2021, sebuah versi remaster yang diberi judul “NieR Replicant ver.1.22474487139…” diluncurkan. Ini merupakan peningkatan dari “NieR Replicant” versi asli dan tersedia secara internasional, termasuk di negara-negara Barat. Remaster ini tidak hanya menawarkan perbaikan dalam aspek grafis dan mekanika permainan, tetapi juga menambahkan konten baru, termasuk detail ending tambahan yang tidak terdapat dalam game aslinya.

Secara keseluruhan, “NieR Gestalt” (atau “Nier” di wilayah Barat) dan “NieR Replicant” merupakan dua versi dari game yang sama, yang berbeda dalam hal protagonis dan dinamika hubungan keluarga. Sementara itu, “NieR Replicant ver.1.22474487139…” adalah remaster dari “NieR Replicant” yang menghadirkan peningkatan serta tambahan konten.

Pada dasarnya, kedua versi tersebut memiliki inti yang serupa. Namun, karakter dalam versi Barat yang dirilis pada tahun 2010 terlihat lebih dewasa dan garang. Meskipun demikian, versi yang dianggap lebih akurat adalah versi Jepang, karena lebih selaras dengan remaster yang diluncurkan pada tahun 2021.

Trailer Nier Gestalt Versi Barat

Trailer Nier Replicant Versi Jepang

TGS Trailer NieR Replicant ver.1.22474487139…

Trailer NieR Replicant ver.1.22474487139…

NieR: Automata

“NieR: Automata” adalah sebuah permainan action RPG yang dikembangkan oleh PlatinumGames dan disutradarai oleh Yoko Taro. Game ini merupakan bagian dari universe Drakengard dan Nier, berlatar waktu ribuan tahun (sekitar 10.000 tahun) setelah peristiwa yang terjadi dalam “NieR Replicant”. Meskipun terdapat hubungan dengan cerita sebelumnya, “NieR: Automata” menghadirkan narasi yang cukup independen, lengkap dengan sejumlah referensi terhadap kejadian-kejadian dalam seri sebelumnya.

NieR: Automata
NieR: Automata – Cover

Latar Belakang

Di masa depan yang jauh, Bumi diserang oleh makhluk asing yang memanfaatkan mesin sebagai tentara mereka. Untuk menghadapi ancaman tersebut, umat manusia menciptakan unit android yang dikenal sebagai YorHa dan mengirimkan mereka ke Bumi dari pangkalan bulan. Perang ini berlangsung selama berabad-abad.

Plot

Game ini menampilkan tiga karakter android utama, yaitu: 2B, 9S, dan A2. 2B adalah model tempur yang dirancang untuk pertempuran, sementara 9S berfungsi sebagai model untuk pemindaian dan pengumpulan intelijen. Di sisi lain, A2 adalah model prototipe yang lebih tua dengan latar belakang misterius.

  • 2B dan 9S ditempatkan bersama dalam misi di Bumi dan segera menemukan bahwa situasi di planet ini lebih rumit dari yang mereka duga. Mereka menemukan bahwa beberapa mesin tampaknya menunjukkan emosi dan perilaku manusia.
  • 9S menemukan bahwa kenyataan di balik perang lebih gelap daripada yang dia tahu. Dia mengetahui bahwa umat manusia telah punah selama berabad-abad dan bahwa YorHa dibuat berdasarkan kebohongan tentang menyelamatkan umat manusia untuk memberi android tujuan dalam perang.
  • A2, yang dulunya adalah anggota YorHa sebelum dia menjadi desersi, memiliki pandangan yang sinis tentang perang dan YorHa. Dia memiliki sejarah dengan mesin dan mengetahui lebih banyak tentang perang daripada rekan-rekannya.

Ending

Seperti halnya game-game karya Yoko Taro lainnya, “NieR: Automata” menawarkan berbagai ending yang menarik. Dari total yang ada, terdapat lima ending utama yang diberi label dari A hingga E. Selain itu, terdapat juga ending tambahan yang bersifat lelucon atau non-kanon, yang diidentifikasi dengan huruf F hingga Z.

  • Ending A / flowers for m[A]achines: 2B mengalahkan unit mesin yang dikenal sebagai Eve, dan mengakhiri invasi mesin saat itu.
  • Ending B / or not to [B]e: Ending ini menunjukkan perspektif 9S selama peristiwa yang sama dengan Ending A, memberikan lebih banyak konteks dan latar belakang.
  • Ending C / meaningless [C]ode: Jika pemain mengikuti jalan cerita A2 setelah Ending B, mereka akan menyaksikan A2 mengorbankan dirinya sendiri untuk menghancurkan kembali kecerdasan buatan yang mengendalikan mesin, yang dikenal sebagai N2 atau Red Girls.
  • Ending D / chil[D]hood’s end: Jika pemain memilih 9S bukannya A2, mereka akan menyaksikan 9S memutuskan untuk ikut serta dengan kembali kecerdasan buatan ketika stasiun ruang angkasa YorHa jatuh ke Bumi.
  • Ending E / the [E]nd of yorha: Dikenal sebagai “The [E]nd of YoRHa”, ending ini diaktifkan setelah melihat Ending C dan D. Pod, asisten AI dari 2B dan 9S, memutuskan untuk mengembalikan 2B, 9S, dan A2 dengan harapan mereka dapat menemukan masa depan yang baru dan berbeda di luar perang.

Nama ending lelucon atau tidak sah yang sengaja dibuat untuk hiburan:

  • Ending F / mission [F]ailed
  • Ending G / hun[G]ry for knowledge
  • Ending H / a mountain too [H]ight
  • Ending I / no [I] in team
  • Ending J / bad [J]udgement
  • Ending K / aji wo [K]utta
  • Ending L / [L]one wolf
  • Ending M / break ti[M]e
  • Ending N / [N]o Man’s Village
  • Ending O / just y[O]u and me
  • Ending P / corru[P]tion
  • Ending Q / [Q]uestionable action
  • Ending R / mave[R]ick
  • Ending S / city e[S]cape
  • Ending T / fa[T]al error
  • Ending U / deb[U]nked
  • Ending V / reckless bra[V]ery
  • Ending W / broken [W]ings
  • Ending X / time to rela[X]
  • Ending Y / head[Y] battle
  • Ending Z / over[Z]ealous

Saya tidak akan mengungkapkan rincian mengenai akhir cerita, karena itu adalah lelucon yang disengaja. Sebaiknya, kamu cari tahu sendiri, hehe…

“NieR: Automata” sangat diakui karena narasi yang mendalam, sistem pertempuran yang menarik, serta eksplorasi filosofisnya mengenai makna kehidupan, kebebasan, dan identitas.

Trailer NieR: Automata

Trailer NieR: Automata YoRHa Edition

NieR Replicant, Drakengard 3 dengan Nier: Automata

Nier: Automata dapat dianggap sebagai puncak dari pertemuan seluruh seri sebelumnya, yaitu Drakengard dan NieR. Meskipun game ini memperkenalkan elemen cerita baru yang dapat dinikmati oleh siapa saja tanpa perlu memainkan seri sebelumnya, kenyataannya, Nier: Automata memiliki keterikatan yang mendalam dengan sejarah yang telah dibangun dalam dunia Drakengard serta NieR Replicant.


NieR Replicant ver.1.22474487139… menghadirkan sebuah akhir baru yang dikenal sebagai Ending E, yang tidak terdapat dalam versi asli game ini. Ending ini memberikan tambahan pada narasi serta mengaitkan beberapa elemen yang juga relevan dengan “NieR: Automata”.

Sebelumnya, ending D dari “NieR Replicant” dianggap sebagai ending yang paling relevan dalam keterhubungan dunia cerita tersebut. Namun, dengan dirilisnya ending E, relevansi dan kesinambungan cerita semakin diperkuat, sehingga ending E dianggap lebih akurat dalam menghubungkan dengan seri “NieR: Automata”.

Berikut adalah alasan mengapa Ending E dari “NieR Replicant ver.1.22474487139…” memiliki keterkaitan dengan “NieR: Automata”:

Ending E – NieR Replicant ver.1.22474487139…

Dalam Ending E yang berjudul “The Lost World”, pemain mengikuti perjalanan Kaine setelah peristiwa Ending D. Dalam upayanya untuk membangkitkan Nier tanpa mengorbankan kenangan orang lain, Kaine menghadapi tantangan yang lebih kompleks. Berbeda dari Ending sebelumnya, di Ending E, Kaine tidak hanya berhadapan dengan ‘Administrators’, tetapi juga pemain diajak untuk berinteraksi dengan konsep-konsep ‘Data’ dan ‘Identitas’. Hal ini membawa elemen interaktif dalam gameplay yang belum pernah ada sebelumnya.

Selain itu, Ending E memberikan peran yang lebih signifikan kepada karakter Accord, yang merupakan sosok misterius dari Drakengard 3.

Tema besar dalam Ending E lebih mengedepankan aspek pemulihan dan perpisahan dari identitas, dengan elemen-elemen yang menumbuhkan narasi mendalam tentang “keberadaan”. Narasi ini menghubungkan berbagai dunia dan alur waktu, serta menjembatani hubungan antara NieR Replicant dan NieR: Automata. Dengan demikian, Ending E menambahkan lapisan baru pada cerita (lore) game, memperdalam hubungan antar karakter, dan membantu memperluas pemahaman kita tentang dunia yang hilang di dalam permainan.

Hubungan Nier dengan NieR: Automata

“NieR: Automata” terjadi ribuan tahun setelah peristiwa yang digambarkan dalam “NieR Replicant”. Meskipun terdapat hubungan tematik dan lore di antara keduanya, masing-masing cerita dapat dianggap sebagai entitas yang berdiri sendiri. Namun, terdapat beberapa elemen kunci yang menghubungkan kedua game ini:

  1. Konsep Reinkarnasi dan Kehidupan Baru: Ending E dari “NieR Replicant ver.1.22474487139…” berfokus pada pengorbanan dan pembangkitan, yang juga merupakan tema utama dalam “NieR: Automata”, terutama dalam hubungannya dengan android dan mesin yang berusaha mencari makna dalam keberadaan mereka yang berulang.
  2. Administrators dan Makhluk yang Mengawasi Realitas: Seperti yang disinggung dalam Ending E dengan referensi kepada “Administrators” dan “Accord”, ada gagasan tentang kekuatan yang mengawasi dan mempengaruhi realitas. Dalam “NieR: Automata”, ini juga muncul dalam bentuk kecerdasan buatan dan organisasi yang mengendalikan android dan mesin.
  3. Referensi dan Lore Bersama: Keduanya berbagi elemen lore, seperti Black Scrawl, Project Gestalt, dan peran Emil. Walaupun tidak secara langsung terkait dengan Ending E, pemahaman tentang latar belakang ini dapat memperkaya pengalaman bermain “NieR: Automata”.

Dalam arti luas, Ending E dari “NieR Replicant ver.1.22474487139…”, “Drakengard” dan “NieR: Automata” berbagi tema filosofis dan tematis yang sama mengenai keberadaan, pengorbanan, dan makna, dan keduanya adalah bagian dari alam semesta yang sama yang mencakup lore dan elemen bersama.

NieR Reincarnation

Saat artikel ini ditulis, seri terbaru yang dirilis adalah NieR Reincarnation atau NieR Re[in]carnation. Saat ini, saya belum banyak mengetahui tentang game ini dan belum sempat mencobanya, karena game ini merupakan game mobile, yang mana saya kurang tertarik untuk bermain di platform tersebut.

NieR Reincarnation Cover
NieR Reincarnation – Cover

Sekilas Tentang Game Ini

NieR Re[in]carnation, sering disingkat sebagai NieR Reincarnation, adalah sebuah game mobile yang merupakan bagian dari seri NieR, yang dikembangkan oleh Applibot dan diterbitkan oleh Square Enix. Game ini dirilis di Jepang pada tanggal 18 Februari 2021 dan secara global pada tanggal 28 Juli 2021. Yoko Taro, yang dikenal sebagai kreator di balik seri Drakengard dan NieR, juga terlibat dalam pengembangan game ini sebagai direktur kreatif.

NieR Re[in]carnation adalah sebuah RPG dengan elemen gacha, di mana pemain dapat memperoleh karakter dan item melalui mekanisme yang mirip dengan mesin penjual otomatis.

Setting Cerita

NieR Re[in]carnation mengikuti kisah seorang gadis muda yang disebut sebagai “The Girl in White”. Dia bangun di dunia yang dikenal sebagai “The Cage”, yang dipenuhi dengan reruntuhan dan struktur besar, tetapi hampir tidak ada kehidupan. Dia tidak memiliki ingatan tentang siapa dia atau bagaimana dia bisa berada di sana. Dia ditemani oleh makhluk yang mirip hantu bernama “Mama”, yang bertindak sebagai pemandu dan pelindungnya.

NieR: Re[in]carnation
NieR: Re[in]carnation – Cover

Sepanjang permainan, pemain menjelajahi The Cage dan mengalami berbagai kenangan yang tersebar di seluruh dunia dalam bentuk cerita. Melalui cerita-cerita ini, pemain membantu Girl in White memulihkan ingatannya dan belajar lebih banyak tentang dunia dan karakter yang dihuninya. Seperti game NieR lainnya, alur cerita Re[in]carnation adalah rumit, dengan banyak lapisan dan tema yang melibatkan kehilupan, kematian, pengorbanan, dan penebusan.

Gameplay

NieR Re[in]carnation menggabungkan elemen eksplorasi, pertempuran berbasis giliran, dan mekanisme gacha. Pemain mengendalikan Girl in White saat ia menjelajahi The Cage, menemukan kenangan, dan bertarung melawan musuh. Dalam pertempuran, pemain dapat menggunakan pilihan karakter yang mereka peroleh melalui sistem gacha untuk membentuk tim dan melawan musuh dalam pertempuran berbasis giliran.

Selain cerita utama, ada juga berbagai quest sampingan dan event yang pemain dapat ikuti untuk mendapatkan item dan sumber daya tambahan.

Meskipun NieR Re[in]carnation adalah bagian dari seri NieR, tidak diperlukan pengetahuan sebelumnya tentang game sebelumnya dalam seri ini untuk menikmati alur cerita dan gameplay. Namun, ada beberapa referensi dan koneksi ke game NieR lainnya yang mungkin ditemukan oleh penggemar lama seri ini.

Arc Yang Telah Terbuka

  • Arc pertama, The Girl and the Monster, mengikuti Girl of Light dan Dark Monster.
  • Arc kedua, The Sun and the Moon, mengikuti siswa SMA Hina Akagi dan Yuzuki Kurezome.
  • Arc ketiga, The People and the World, mengikuti semua karakter memori yang berbeda dari The Cage.

Karakter Utama Sudah Terungkap

  1. Fio, Seorang gadis amnesia yang baik hati yang terbangun di dalam The Cage. Menderita mimpi buruk misterius setiap malam.
  2. Mama, Teman Gadis Cahaya. Sosok ibu yang tampaknya akrab dengan The Cage.
  3. Levania, Makhluk yang tampaknya adalah ksatria lapis baja hitam dengan sifat seperti serangga. Didorong oleh motif yang tidak diketahui.
  4. Porter/Carrier, Teman Monster Kegelapan. Meskipun ia memiliki bentuk yang mirip dengan Mama, kepribadian dan penampilannya berbeda.
  5. Hina Akagi, Seorang siswa kehormatan sekolah menengah yang diangkut ke The Cage.
  6. Papa, Teman Hina. Sosok ayah yang tampaknya akrab dengan The Cage. Meskipun ia memiliki bentuk yang mirip dengan Mama, kepribadiannya berbeda.
  7. Yuzuki Kurezome, Seorang siswa SMA biasa yang diangkut ke The Cage.
  8. Dark Mama and Babe, Teman Yuzuki. Sosok ibu dan anaknya yang tampaknya akrab dengan The Cage. Sementara Dark Mama memiliki bentuk yang mirip dengan Mama, kepribadian dan penampilannya berbeda.

Analisis Cerita NieR Reincarnation

Namun, berdasarkan informasi yang saya peroleh, game ini adalah sekuel dari NieR: Automata. Saya pernah mencoba game ini saat masih dalam versi Jepang. Secara keseluruhan, game ini berfokus pada penelusuran ingatan para karakter penting yang ada di dunia, termasuk yang berasal dari Drakengard, yang membuktikan keterikatannya.

Kenapa saya simpulan seperti itu?

NieR Reincarnation tampaknya menggambarkan kenangan yang dimiliki oleh setiap karakter di dunianya. Hingga saat ini, telah terungkap delapan memori dari karakter-karakter fenomenal yang berasal dari dunia Yoko Taro. Hal ini semakin meyakinkan saya bahwa karakter-karakter tersebut adalah:

  1. 2B – NieR: Automata
  2. 9S – NieR: Automata
  3. 2P / 2B Copy – NieR: Automata [DLC]
  4. A2 – NieR: Automata
  5. Soulful Lad/Nier – NieR Replicant
  6. Kaine – NieR Replicant
  7. Emil – NieR Replicant
  8. Zero – Drakengard 3

Ada 16 karakter misterius lainnya yang ada dalam memori. Kemungkinan merupakan karakter sampingan dari cerita utama namun mungkin tidak berkontribusi langsung terkait perubahan dunia dalam seri Drakengard dan NieR.

  1. Rion, Seorang pengembara yang lembut dan bijaksana yang bepergian bersama seorang Prajurit Mesin Jam. Ia bepergian dari negara ke negara untuk memenuhi sumpah tertentu.
  2. Gayle, Seorang pemburu yang menjauhkan diri yang berasal dari negara hutan. Lengannya dan kakinya yang prostetik membawa kisah kemarahan dan duka yang mendalam.
  3. Dimos, Seorang prajurit kuno yang ditemukan tertidur di bawah reruntuhan istana. Berkat Pengembara, kehendaknya yang sedang tertidur teraktivasi sekali lagi.
  4. Akeha, Seorang anggota berbakat dari sebuah perkumpulan pembunuh terkenal. Dia mendapatkan dukungan dari pemimpinnya saat ini, yang ia sangat setia kepadanya.
  5. Argo, Seorang petualang yang telah menaklukkan banyak puncak terkenal. Dia melompat ke dalam bahaya tanpa memedulikan keluarganya yang ditinggalkannya.
  6. 063y, Seorang pria pendiam yang terpaksa berjuang bersama istrinya melawan bunga-bunga monster yang merenggut nyawa anak mereka. Hidup untuk balas dendam.
  7. F66x, Seorang wanita yang baik hati dan tenang yang terpaksa bertarung bersama suaminya melawan bunga-bunga monster yang merenggut nyawa anak mereka.
  8. Lars, Seorang anak laki-laki yang terlibat dalam perang tak berujung sejak dia masih kecil. Lebih dari segalanya, dia ingin menjadi kuat dan membalas dendam sebagai seorang prajurit.
  9. Griff, Seorang pemuda yang memimpin sebuah unit sebagai kapten. Dia dijuluki pengecut oleh rekan-rekannya sesama prajurit karena kepribadian yang penuh ketakutan.
  10. Noelle, Seorang gadis yang terbangun di fasilitas penelitian yang runtuh. Tanpa mengetahui siapa atau di mana dia berada, dia berjalan ke depan mengikuti suara dalam kepalanya.
  11. Saryu, Seorang gadis muda yang memulai pendidikannya di sekolah sihir untuk menjadi penyihir yang sepenuhnya terampil.
  12. Priyet, Sebuah makhluk aneh yang mengenakan kain putih. Menginginkan untuk menjadi manusia.
  13. Marie, Seorang penyanyi muda yang melakukan pertunjukan virtual di tengah perang yang tak berkesudahan.
  14. Yurie, Sebuah kecerdasan buatan yang memimpin sebuah negara yang maju secara ilmiah.
  15. Yudil, Seorang pelaut muda yang hidup sesuai keinginannya. Membenci ketika orang mencoba mengambil apa yang menjadi miliknya.
  16. Sarafa, Seorang putri yang menyamar sebagai peramal di malam hari untuk melarikan diri dari rutinitas hariannya.

Hubungan NieR: Automata Dengan NieR Reincarnation

Saya telah memperbarui artikel ini. Dalam pembaruan yang dilakukan pada 4 Desember 2024, saya sudah mengetahui bahwa NieR Reincarnation merupakan kelanjutan dari NieR: Automata.

Secara singkat, NieR Reincarnation kemungkinan besar terjadi beberapa tahun, atau bahkan puluhan tahun, setelah peristiwa yang terjadi di NieR: Automata. Alasan saya menyatakan “kemungkinan” adalah karena dalam alur cerita Reincarnation, tidak ada penjelasan mengenai seberapa jauh jarak waktu yang terlewati setelah kejadian di Automata. Namun, sepanjang cerita, dapat diasumsikan bahwa waktu yang berlalu tidak hingga ribuan tahun seperti pada seri sebelumnya.

Peristiwa NieR Reincarnation tidak terjadi di Bumi, melainkan di Bulan, khususnya di sebuah server yang terletak di sana. Tempat ini dibangun setelah kepunahan umat manusia, yang disebabkan oleh penyakit di dunia NieR atau akibat dari peristiwa di Drakengard 1.

Dalam cerita tersebut, Cage adalah sebuah server yang terletak di bulan, berfungsi untuk menyimpan ingatan-ingatan manusia. Mereka yang terjebak di dalamnya berharap suatu hari dapat kembali, mirip dengan penjelasan yang terdapat dalam cerita Nier.

NieR Reincarnation dapat terhubung dengan NieR: Automata melalui berbagai faktor penting, antara lain:

  • Red Girl, yang juga dikenal sebagai Android N2 dalam Automata atau secara resmi disebut Terminal Alpha and Beta, muncul dalam seri Reincarnation. Ia adalah salah satu android yang dapat dianggap sebagai avatar dari Machine Network, yang merupakan hasil kecerdasan komputer kuantum yang berada di server yang terletak di bulan. Selain itu, karakter ini juga dimeriahkan dengan emosi kesepian yang mendalam.
  • Cage adalah server bulan. Ini adalah fakta paling penting dari teka teki di cerita Reincarnation. Setelah memasuki cerita bagian The People and the World maka fakta akan segera terungkap.

Teaser Trailer

Trailer Gameplay NieR Reincarnation

Trailer NieR Reincarnation

Video Pembuka NieR Reincarnation

Tower

Kamu tau tower yang muncul menjelang akhir cerita Nier: Automata? yang ketika kamu masuk kedalam tower tersebut, bagian dalam hampir mirip seperti yang ada dalam cage di NieR Reincarnation, kemungkinan itu saling terhubung. Walau begitu itu tidak dapat dipastikan karna cerita masih terus berlanjut.

Penghubung Dunia

Inilah ringkasan kisah yang menghubungkan berbagai dunia dalam seluruh seri karya Yoko Taro, termasuk dalam game Drakengard dan NieR. Namun, petualangan ini masih jauh dari selesai! Tentu ada beberapa elemen yang memicu rasa ingin tahu Anda, salah satunya adalah karakter-karakter yang berfungsi sebagai jembatan antara berbagai judul tersebut. Temukan informasi lebih mendalam di halaman selanjutnya.


Anime NieR:AutomataVer1.1a

Sebelum membahas tentang penghubung dunianya. Saya akan sedikit bahas tentang animenya.

Versi anime dari NieR:Automata ini memberikan kesempatan untuk mengungkap cerita dengan lebih mendalam serta memperkenalkan karakter-karakter minor lainnya secara lebih sinematik.

Penghubung Dunia

Berikut ini, saya akan menjelaskan tentang hubungan antar dunia yang dapat kamu temukan dalam permainan tersebut.

Karakter Penghubung NieR Replicant dengan NieR: Automata

Emil, Devola, dan Popola adalah karakter yang muncul dalam kedua permainan, yaitu “NieR: Replicant” dan “NieR: Automata”. Mereka berperan sebagai penghubung antara dua alur cerita tersebut.

Emil

  • Di NieR Replicant: Emil adalah karakter yang bergabung dengan protagonis, Nier, dalam perjalanannya. Awalnya, Emil adalah anak laki-laki yang memiliki kekuatan untuk mengubah siapa pun yang ia lihat menjadi batu. Dia tinggal di sebuah rumah besar dengan saudara perempuannya, yang juga merupakan senjata magis. Setelah serangkaian peristiwa, Emil berubah menjadi bentuk kepala yang melayang dengan kekuatan sihir yang luar biasa setelah berusaha menyelamatkan teman-temannya. Dia membantu Nier dalam misinya untuk menyelamatkan Yonah dan melawan Shadowlord. Emil dianggap sebagai karakter yang menggemaskan tetapi tragis.
  • Di NieR: Automata: Emil kembali dalam “NieR: Automata” sebagai karakter non-playable. Ribuan tahun telah berlalu dan Emil telah kehilangan banyak ingatannya. Dia kini berperan sebagai pedagang yang berkeliaran, menjual barang kepada pemain. Selain itu, ada juga quest sampingan yang melibatkan Emil dan memberikan wawasan lebih lanjut tentang nasibnya setelah peristiwa “NieR Replicant”.
Emil - NieR Concept
Emil – NieR Concept
Quest tersembunyi Emil

1. Emil’s Memories:

Ini adalah misi sampingan di mana pemain diharuskan membantu Emil mengingat kembali masa lalunya. Setelah pertama kali bertemu Emil sebagai seorang pedagang yang berkeliling, pemain dapat menemukannya di sekitar Resistance Camp. Emil akan mengungkapkan bahwa pemandangan tempat ini membangkitkan sebagian kenangannya dan meminta bantuan untuk menemukan lebih banyak benda yang mungkin dapat memicu ingatan lainnya.

Pemain ditugaskan untuk menemukan dan memeriksa berbagai bunga Lunar Tear yang tersebar di seluruh dunia. Setelah menemukan bunga-bunga tersebut, Emil akan mulai mengingat lebih banyak tentang masa lalunya, termasuk kenangannya bersama teman-temannya dari peristiwa “NieR Replicant”. Momen ini sangat emosional bagi Emil, karena ia teringat akan pengorbanan dan kehilangan yang telah ia alami.

emil's memories

2. Emil’s Determination:

Setelah menyelesaikan quest Emil’s Memories dan mencapai tahap tertentu dalam cerita utama, pemain dapat memicu quest sampingan lain yang disebut Emil’s Determination. Quest ini dimulai ketika pemain kembali ke gua di mana bunga Lunar Tear terakhir ditemukan selama Emil’s Memories. Di sini, pemain akan menemukan bahwa Emil telah menemukan pintu rahasia yang mengarah ke fasilitas bawah tanah.

Di dalam fasilitas ini, pemain akan belajar bahwa Emil telah menciptakan banyak klon dari dirinya sendiri selama ribuan tahun untuk melawan alien dan mesin yang mengancam Bumi. Namun, klon-klon ini mulai kehilangan ingatan dan emosi mereka, dan Emil merasa bersalah karena menggunakannya sebagai alat perang.

Pada akhir quest, pemain harus melawan bos yang merupakan kumpulan besar kepala Emil. Setelah pertempuran, Emil memutuskan untuk mengorbankan dirinya sendiri untuk menghancurkan asteroid yang mengancam untuk menghancurkan Bumi. Dia mengucapkan selamat tinggal kepada pemain dan mengatakan bahwa dia senang bisa bertemu dengan teman-temannya sekali lagi melalui kenangan.

Quest-quest sampingan ini memberikan penutupan untuk karakter Emil dan memberikan pemahaman lebih mendalam tentang apa yang terjadi padanya setelah peristiwa “NieR Replicant”.

Devola dan Popola

  • Di NieR Replicant: Devola dan Popola adalah dua saudari kembar yang tinggal di desa di mana Nier tinggal dan sering membantu Nier dengan informasi dan dukungan. Mereka tampaknya ramah dan membantu, tetapi nanti terungkap bahwa mereka sebenarnya adalah bagian dari rencana yang lebih besar yang berkaitan dengan Project Gestalt. Mereka adalah model android yang ditugaskan untuk mengawasi proyek tersebut, dan akhirnya, mereka berperan sebagai antagonis sekunder di akhir game.
  • Di NieR: Automata: Dalam “NieR: Automata”, kita bertemu dengan dua android yang juga bernama Devola dan Popola. Meskipun mereka bukan karakter yang sama dari “NieR Replicant”, mereka adalah model yang sama. Dalam Automata, terungkap bahwa model Devola dan Popola secara kolektif diberi hukuman oleh organisasi android karena kegagalan model mereka dalam “NieR Replicant” yang menyebabkan hampir punahnya umat manusia. Dalam “NieR: Automata”, mereka berperan sebagai karakter pendukung yang ingin menebus kesalahan model mereka di masa lalu.
Devola dan Popola - NieR
Devola dan Popola – NieR

Kedua karakter ini menambah kedalaman dan kontinuitas ke alam semesta bersama “NieR: Replicant” dan “NieR: Automata”, serta memberikan wawasan tambahan tentang peristiwa yang terjadi di antara kedua game tersebut.

Karakter Paling Misterius di Seri Drakengard dan NieR

Accord

Accord adalah karakter misterius yang muncul dalam game “Drakengard 3. Dia adalah android yang mengklaim berasal dari organisasi yang bergerak di bidang pencatatan peristiwa sejarah. Dalam game, dia muncul dalam berbagai waktu dan tempat, sering kali memberikan bantuan kepada protagonis, Zero. Dia juga bertanggung jawab atas “branching” dalam game, yang adalah pilihan jalur cerita yang pemain dapat buat, mengakibatkan berbagai ending.

Accord - Drakengard 3
Accord – Drakengard 3

Meskipun Accord sendiri tidak secara langsung muncul dalam seri NieR, ada banyak spekulasi dan teori tentang bagaimana dia mungkin terkait dengan hubungan antara seri Drakengard dan NieR. Berikut beberapa poin kunci:

  1. Peran Sebagai Pencatat Sejarah: Accord, sebagai android yang mencatat sejarah, memiliki akses ke berbagai lini waktu dan peristiwa. Ini mencerminkan bagaimana seri Drakengard dan NieR saling terhubung melalui lini waktu alternatif. Faktanya yang sudah dijelaskan sebelumnya, dunia NieR berasal dari salah satu ending alternatif di Drakengard.
  2. Teknologi Android: Accord adalah android, dan android juga memainkan peran penting dalam “NieR: Automata”. Teknologi dan sifat dari android di Drakengard 3 mungkin menjadi pendahulu dari android yang kita lihat dalam “NieR: Automata”. Ada teori bahwa organisasi yang Accord klaim berasal mungkin terkait dengan organisasi yang menciptakan android seperti 2B dan 9S dalam “NieR: Automata”.
  3. Referensi dan Easter Eggs: “NieR: Automata” memiliki beberapa referensi dan easter eggs yang berkaitan dengan Accord. Misalnya, ada dokumen dalam game yang disebut “Record of a Bestial Machine” yang ditandatangani oleh Accord. Ini menunjukkan bahwa dia mungkin masih aktif dalam latar waktu “NieR: Automata” dan mungkin bekerja di balik layar.

Meskipun terdapat banyak spekulasi dan referensi yang menarik, hubungan yang jelas antara Accord dan perannya dalam mengaitkan seri Drakengard dengan NieR belum dijelaskan secara eksplisit dalam game. Ini menjadi salah satu misteri yang sengaja diciptakan oleh Yoko Taro, yang dikenal karena gaya bercerita yang kompleks dan terkadang ambigu. Atau mungkin ini adalah sebuah bentuk humor yang disengaja, dirancang untuk membuat pembaca terus penasaran dengan dunia buatannya.

Project Gestalt

Proyek Gestalt merupakan elemen penting dalam alur cerita “NieR” dan “NieR: Replicant”. Eksperimen ini dirancang sebagai upaya untuk menyelamatkan umat manusia dari penyakit mematikan yang disebabkan oleh partikel magis yang jatuh ke Bumi pada akhir “Drakengard 1”. Inti dari Proyek Gestalt adalah pemisahan jiwa manusia dari tubuh fisik mereka, dengan harapan bahwa suatu saat mereka dapat kembali ke tubuh yang terbebas dari pengaruh partikel magis tersebut.

Dalam “NieR: Automata”, Project Gestalt direferensikan dalam beberapa cara:

  1. Arsip dan Dokumen: Pemain dapat menemukan dokumen dan entri arsip yang mengacu langsung kepada Project Gestalt. Dokumen ini memberikan wawasan tentang kejadian di dunia setelah peristiwa “NieR” atau “NieR: Replicant” dan menyoroti kegagalan Project Gestalt.
  2. Devola dan Popola: Seperti disebutkan sebelumnya, ada model android Devola dan Popola yang muncul di “NieR: Automata”. Dalam game, mereka menyebutkan bahwa mereka membayar harga atas kesalahan yang dibuat oleh model lama dari seri Devola dan Popola selama era Project Gestalt (Peristiwa di NieR: Replicant). Ini adalah referensi langsung ke peran yang dimainkan oleh Devola dan Popola dalam “NieR” atau “NieR: Replicant”, di mana mereka terlibat dalam Project Gestalt.
  3. Reruntuhan dan Lingkungan: Beberapa area dalam “NieR: Automata” adalah reruntuhan dari peradaban yang ada selama era Project Gestalt. Meskipun tidak secara eksplisit menyebutkan Project Gestalt, eksplorasi lokasi ini menyiratkan peristiwa sebelumnya dan memberikan konteks bagi pemain yang mengenal latar belakang dari seri “NieR”.

Lingkungan Sama

Perpustakaan seperti yang muncul di NieR ReplicantReplika Perpustakaan di NieR Automata
Perpustakaan seperti yang muncul di NieR Replicant & Replika Perpustakaan di NieR:Automata
Gubuk Kainé seperti yang muncul di NieR ReplicantGubuk Kaiané di NieR Automata
Gubuk Kainé seperti yang muncul di NieR Replicant & Gubuk Kainé di NieR:Automata

Karakter Lainnya Yang Terlihat Sama

Pakaian Fasad dari NieR ReplicantBentuk kehidupan mesin gurun seperti yang muncul di NieR Automata
Bentuk kehidupan mesin gurun seperti yang muncul di NieR:Automata & Pakaian Fasad dari NieR Replicant

Meskipun suatu lokasi mungkin tidak muncul dalam kedua game, sering kali ada jejak atau sisa-sisa yang dapat ditemukan. Contohnya, saat kamu menjelajahi daerah gurun di NieR:Automata, kamu akan melihat mesin-mesin yang mengenakan kostum suku yang sangat mencolok dan khas.

Ini adalah penghubung langsung ke Facade dari NieR Replicant – penduduk kota gurun ini mengenakan pakaian yang sangat mirip.

Sedikit pencarian sampingan juga akan mengungkapkan bahwa gurun di Automata adalah lokasi yang sama di mana Fasad pernah berdiri.

Saya bisa menyimpulkan bahwa mungkin sistem Android tersebut mampu membaca ingatan manusia yang tersimpan di server bulan saat masih terhubung. Ada kemungkinan juga bahwa ia menerima ingatan tersebut dari N2 (Red Girls) sebelum kendalinya diputus oleh N2 di server bulan. Alternatif lainnya, mungkin android tersebut menemukan sisa-sisa peradaban Fasad dan mulai menirunya agar tampak seperti suku manusia yang ada di sana, serupa dengan android lain yang dilepaskan oleh N2 yang mulai meniru perilaku manusia.

Suku Gurun
Suku Gurun

Bunga Lunar Tear

Ya, bunga Lunar Tear adalah motif yang muncul di kedua seri Drakengard dan NieR, dan memiliki simbolisme penting dalam keduanya.

Di seri NieR, Lunar Tear adalah bunga yang sangat langka dan dikaitkan dengan keajaiban dan keinginan. Dalam “NieR: Replicant,” salah satu plot cerita utama melibatkan protagonis yang mencari Lunar Tear untuk menyembuhkan adik perempuannya (atau putrinya, tergantung pada versi) dari penyakit Black Scrawl. Dalam “NieR: Automata”, bunga ini juga memiliki peran penting, terutama dalam quest sampingan yang melibatkan karakter Emil. Emil mencari Lunar Tears untuk membantunya mengingat kenangan masa lalunya, dan lokasi di mana bunga-bunga ini ditemukan adalah tempat-tempat yang emosional dan penting bagi karakternya.

Bunga Lunar Tear
Ilustrasi Gubuk Kainé dengan bunga Lunat Tear

Di “Drakengard 3”, yang merupakan bagian dari seri Drakengard, Lunar Tear juga muncul. Dalam game ini, bunga tersebut dikaitkan dengan karakter utama, Zero, dan adik-adiknya yang disebut Intoners. Zero memakai sebuah bunga yang mirip dengan Lunar Tear di matanya, dan bunga ini dikaitkan dengan kekuatan dan kutukan yang dimiliki oleh Intoners.

Zero - Lunar Tear - Drakengard
Zero – Lunar Tear – Drakengard

Tutup Kata

Inilah rangkaian cerita dari seri Drakengard dan NieR karya Yoko Taro yang sangat fenomenal dan populer. Setelah membaca spoiler setengah – setengah ini, apakah kamu akan kembali memainkan salah satu dari seri tersebut karena ada elemen yang mungkin kamu lewatkan, atau apakah kamu justru belum pernah memainkannya sama sekali?

Jangan ragu untuk memberikan komentar jika ada pendapat atau tambahan, terutama terkait dengan seri terbaru, yaitu NieR Reincarnation, yang masih menyimpan banyak misteri dalam alur ceritanya.

Star Citizen: Mengungkap Rahasia di Balik Game dengan Biaya Produksi Termahal dalam Sejarah

0

AnimeNewsPlus.Net — Dalam lanskap industri permainan video yang semakin berkembang, biaya produksi seringkali menjadi barometer kualitas dan kompleksitas sebuah permainan. Beberapa judul ternama seperti “Grand Theft Auto V” dan “Cyberpunk 2077” telah mencetak rekor dengan anggaran produksi mereka yang mencapai 265 juta USD dan 300 juta USD. Namun, ada satu permainan yang telah melampaui kedua judul tersebut dalam hal biaya produksi, yaitu “Star Citizen”.

“Star Citizen”: Sebuah Proyek Ambisius

Star Citizen” adalah sebuah proyek yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade, dikembangkan oleh Cloud Imperium Games. Durasi pengembangan yang luar biasa panjang ini bukan tanpa alasan. Pengembang berambisi untuk menciptakan teknologi baru dalam permainan tersebut, yang mencakup berbagai elemen inovatif yang belum pernah ada sebelumnya.

Teknologi Procedural Generation dan Version Entity Streaming

Salah satu fitur utama “Star Citizen” adalah penggunaan teknologi generasi prosedural. Teknologi ini memungkinkan pembuatan dunia permainan yang luas dan detail secara otomatis oleh komputer, menciptakan planet dan galaksi yang dapat dijelajahi oleh pemain tanpa batas.

Selain itu, “Star Citizen” juga memanfaatkan teknologi “version entity streaming”. Teknologi ini memastikan bahwa setiap objek yang Anda manipulasi, pindahkan, atau hancurkan akan tetap ada dalam dunia permainan sampai Anda mengubah posisinya atau menghancurkan objek tersebut.

Biaya Produksi yang Mengesankan

Dengan teknologi dan fitur yang begitu canggih ini, tidak mengherankan jika “Star Citizen” memiliki biaya produksi yang sangat tinggi. Diperkirakan bahwa biaya produksi permainan ini mencapai 365 juta USD, menjadikannya permainan dengan biaya produksi termahal dalam sejarah.

Terus Update Konten

Meski sudah dirilis dikembangkan dari 2011 yang artinya sudah lebih dari 10 tahun, game ini tahap pengembangan dari sudah capai tahap Alpha versi 3.19.

Walau begitu semua tahap mekanik dalam game ini sudah selesai semuanya namun konten game seperti fitur, misi dan lainnya hingga optimasi belum dinyatakan selesai sepenuhnya walau bisa dibilang konten dalam game ini sudah terlampau banyak.

Versi Alpha Yang Dapat Diakses

Umumnya versi alpha dalam pengembangan game itu dirahasiakan dan hanya para tester terpilih yang boleh memainkannya namun berbeda dengan Star Citizen, karna game ini didukung dan didanai oleh dukungan para gamers dan juga beberapa perusahaan jadi akses alpha ini dapat dibeli oleh semua orang.

Masa Depan “Star Citizen”

Meskipun “Star Citizen” telah mencapai rekor dalam hal biaya produksi, pertanyaan yang muncul adalah apakah permainan ini akan mampu bersaing dengan judul-judul populer lainnya di pasaran. Hanya waktu yang akan menjawab pertanyaan tersebut. Mari kita tunggu dan lihat.

Pembelian

Game ini dapat dibeli secara khusus disitus resminya langsung dengan 2 paket yang di bundle yaitu paket standar dan premium. Walau begitu mereka terkadang merilis sebuah paket terbatas lainnya dengan harga yang jauh berbeda.

Rekomendasi Spesifikasi PC

  • Windows 8 (64bit), Windows 10 – Pembaruan Anniversary (64bit)
  • Kartu Grafis DirectX 11 dengan RAM 3GB (sangat disarankan 4GB)
  • CPU Quad Core dengan instruksi AVX (prosesor Intel Sandy Bridge dan prosesor Bulldozer AMD atau yang lebih baru)
  • 16GB+ RAM sangat disarankan (optimal 32GB)

Star Citizen Trailer

Squadron 42 Cinematic Teaser

Star Citizen: PC Gaming

Star Citezen Alpha Update 3.0

Star Citizen Gameplay: jackfrags

Gambar wallpaper dan konsep gambar ukuran 4K ada di halaman berikutnya.

Musim Semi 2023: Deretan Anime Terbaru dan Eksklusif di Bstation! Tonton Sekarang!

AnimeNewsPlus.Net — Platform anime terkemuka di Asia Tenggara yang menawarkan beragam judul anime lengkap, Bstation, mempersembahkan 32 judul anime musim semi terbaru dan 6 Donghua orisinal untuk para penggemar anime di Indonesia.

*Lihat rekomendasi musim gugur 2023, disini.

Beberapa judul anime populer yang sangat dinantikan di Indonesia antara lain Demon Slayer Season 3 dan Dr. Stone Season 3. Selain itu, ada juga anime eksklusif di Bstation, yaitu Tonikawa Season 2, yang akan ditayangkan pada musim semi ini. Berbagai anime musim semi terbaru di Bstation telah menjadi perbincangan hangat di kalangan komunitas pecinta ACG di Indonesia. Penasaran judul-judul anime populer dan eksklusif terbaru di Bstation yang dapat dinikmati secara legal, gratis, dan berkualitas HD? Berikut sinopsisnya!

Beberapa Daftar Anime Rekomendasi Yang Ditunggu

Demon Slayer: Swordsmith Village Arc

demon slayer

Tanjiro Kamado, seorang anak muda yang hidupnya berubah drastis ketika keluarganya dibunuh oleh iblis dan adik perempuannya, Nezuko, berubah menjadi iblis. Tanjiro pun menjadi pemburu iblis untuk mengembalikan Nezuko menjadi manusia lagi. Petualangan Tanjiro berlanjut hingga musim ke-3, di mana ia mengunjungi desa pembuat pedang dan menghadapi musuh baru. Mampukah Tanjiro mengalahkan iblis-iblis yang mengancam desa pembuat pedang? Tonton Demon Slayer: Swordsmith Village Arc secara GRATIS dan HD hanya di Bstation mulai 10 April 2023 pukul 10.00 WIB!

Dr. Stone Season 3

dr stone s3

Senku Ishigami, seorang pemuda jenius, berusaha membangun kembali peradaban manusia setelah umat manusia berubah menjadi batu. Bersama temannya, Taiju Oki, Senku mencoba mengembalikan dunia yang kini dikuasai oleh alam. Namun, niat mulia Senku dan Taiju ditentang oleh Tsukasa Shihou, individu dengan kemampuan fisik luar biasa. Kisah perjuangan Senku dan Taiju untuk mengembalikan manusia sebagai puncak rantai makanan menjadi daya tarik utama anime ini. Pada musim semi ini, Dr. Stone kembali dengan alur cerita yang tak kalah seru dari musim sebelumnya, dan dapat disaksikan melalui aplikasi atau situs web Bstation mulai 6 April 2023 pukul 21.30 WIB.

In Another World With My Smartphone Season 2

in another world with my smartphone season 2

Serial anime yang diadaptasi dari novel ringan karya Patora Fuyuhara ini bercerita tentang Touya Mochizuki, seorang pemuda yang meninggal secara tiba-tiba. Setelah terbangun, Touya berada di dunia lain dengan kekuatan dan kemampuan baru, serta smartphone yang dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatannya dan mengakses informasi. Di dunia ini, Touya bertemu dengan berbagai makhluk berbeda yang bergabung dalam petualangannya. Setelah sukses di Season 1, petualangan Touya dan teman-temannya berlanjut di Season 2 yang dapat disaksikan mulai 3 April 2023 pukul 22.30 WIB di Bstation.

Selain ketiga judul di atas, Bstation juga menampilkan judul-judul anime populer lainnya seperti That Time I Got Reincarnated as a Slime Season 2 Part 2 dan The Legendary Hero is Dead. Ada juga judul anime eksklusif hanya di Bstation, seperti:

Tonikaku Kawaii Season 2 – Eksklusif di Bstation

tonikawa

Diadaptasi dari manga karya Kenjiro Hata, anime ini mengisahkan Yuzaki Nasa, seorang murid yang sering diejek karena nama uniknya. Setelah menyelesaikan ujian masuk SMA, Nasa melihat gadis yang langsung menarik perhatiannya, Tsukasa Tsukuyomi. Jatuh cinta pada pandangan pertama, nasib mempertemukan mereka hingga pada pernikahan. Bagaimana kelanjutan kisah pernikahan Nasa dan Tsukasa? Tonton petualangan pasangan muda ini secara eksklusif di Bstation mulai 8 April 2023 pukul 00.05 WIB.

I Got a CHEAT SKILL in ANOTHER WORLD and Became UNRIVALED in the Real World, Too

i got cheat skill

Yuya Tenjo adalah siswa yang sering diintimidasi dan disiksa di rumah dan sekolah. Setelah kakeknya meninggal, Yuya mewarisi rumah dan menemukan pintu misterius yang membawanya ke dunia lain. Di sana, Yuya menemukan artefak berharga dengan kekuatan ajaib, yang dapat dia bawa ke dunia asalnya. Dengan kekuatan baru ini, Yuya berkesempatan membalas dendam dan mengubah hidupnya. Penasaran dengan kekuatan apa yang Yuya dapatkan? Tonton secara eksklusif di Bstation mulai 3 April 2023 pukul 23.00 WIB dan ikuti keseharian hidup Yuya yang baru!

Isekai Shoukan wa Nidome Desu

isekai shoukan wa nidome desu

Kisah ini mengisahkan seorang pria yang terpanggil ke dunia lain (Isekai), menjadi pahlawan, dan menyelamatkan dunia tersebut. Berkat jasanya, pria ini menjadi populer dan dicintai di dunia Isekai. Suatu hari, ia terkena perangkap dan terpaksa kembali ke dunia asalnya. 16 tahun kemudian, Setsu Suzaki, mantan pahlawan Isekai, memulai hidup baru di dunia asalnya. Namun, suatu hari, Setsu kembali terpanggil ke Isekai, kali ini bersama teman sekelasnya. Akankah sejarah terulang? Dapatkah Setsu menyelamatkan dunia Isekai lagi dan kembali menjadi pahlawan? Tonton anime eksklusif ini di Bstation mulai 9 April 2023 pukul 01.00 WIB.

What God Does In a World Without Gods dan TOKYO MEW MEW NEW

tokyo mew mew

Kedua judul ini juga akan hadir dalam kumpulan anime eksklusif yang hanya dapat dinikmati oleh para penggemar di platform Bstation.

Ousama Ranking

osama ranking

Anime ini mengisahkan Bojji, seorang Putra Mahkota yang lahir tuli dan memiliki keterbatasan dalam melakukan banyak hal. Namun, sebagai anak sulung, Bojji berusaha keras untuk menjadi raja selanjutnya, meskipun orang-orang di sekitarnya meragukannya. Ditemani oleh sahabat barunya, Kage, Pangeran Bojji bertekad untuk menjadi raja terhebat di dunia. Bagaimana perjuangan Bojji untuk menjadi Raja terhebat selanjutnya? Simak kisahnya di Bstation mulai 14 April 2023!

Kono Subarashii Sekai ni Bakuen wo!

konosuba bakuen

Anime yang diadaptasi dari Light Novel karya Natsume Akatsuki dan Mishima Kurone ini menceritakan tentang dua anggota Klan Sihir Merah, Megumin dan Yuyun. Megumin dan Yuyun sudah berada di tahap akhir jenjang mereka, dan hanya tinggal menyelesaikan satu kelas untuk lulus. Yuyun mulai mempelajari sihir tingkat lanjut, namun Megumin tidak mengikuti temannya. Dengan spontan, Megumin mengambil kelas Sihir Ledakan yang tidak banyak berguna! Namun, Megumin yakin bahwa jalan yang dipilihnya adalah jalan untuk menjadi penyihir hebat! Tonton keberanian Megumin menentukan jalannya mulai tanggal 6 April 2023 melalui aplikasi Bstation atau website Bstation.

Donghua Orisinil Bstation

Pada musim ini, Donghua Orisinil dari Bstation juga hadir menghibur para penggemar Donghua, seperti The Girl Downstairs, Monster but Wild, The Ravages of Time, Since I Wasn’t The Heroine, dan My Heroic Husband, yang pastinya bisa kamu nikmati secara mudah di platform Bstation.

Nikmati Anime Lainnya di Bstation

Selain judul-judul yang disebutkan di atas, masih banyak judul anime lainnya yang dapat kamu akses langsung melalui platform maupun website Bstation Indonesia. Bstation menghadirkan anime pilihan terbaik dan mengedepankan kualitas menonton HD yang dapat dinikmati oleh para Anime Lovers. Cukup dengan 25 Ribu Rupiah untuk menjadi Premium Member, kamu bisa menikmati semua anime terbaik, populer, dan ter-update yang tersedia di Bstation. Download Bstation di Google Play atau App Store, bergabung sekarang, dan nikmati keseruannya!

Anime Musim Semi 2023 Lainnya Tersedia di Bstaiton

Review Point Blank (2025) — Masih “Rasa PB Dulu”, Tapi Lebih P2W dan Cheater di Mana-Mana

0

Aku balik lagi ke Point Blank Indonesia di tahun 2025—game yang buat banyak orang Indonesia identik dengan era warnet. Bukan sekadar nostalgia: aku benar-benar main lagi dalam kondisi sekarang, di server Indonesia, bukan private, bukan emulator aneh. Pertanyaannya sederhana: apakah rasanya masih sama seperti dulu? Dan yang tak kalah penting, apakah PB 2025 masih P2W, ramai, dan asik—atau justru makin berat ke arah cash item dan problem cheater? Setelah beberapa sesi, ini cerita lengkapnya dari kacamata seorang pemain lama yang pulang kampung.

Review Point Blank (2025) Versi Narasi

Review ini juga tersedia dalam bentuk video narasi yang saya bacakan. Di video tersebut, kamu bisa menonton versi singkat dari ulasan ini. Silakan klik di sini untuk menuju channel gaming saya, atau langsung tonton melalui pemutar di bawah.

Gameplay Point Blank (2025)

Masuk Room Lagi: Rasanya Masih PB

Begitu masuk TDM, memori lama langsung menyala. Recoil kecil dan lurus, tembakan rapih, dan headshot yang “klik” di otak—itu semua masih ada. Mekanik mikro yang dulu kita banggakan tetap relevan: strafe-jiggle tajam, peek advantage masih terasa (walau situasional), dan quick change/quick shot masih ampuh parah. Kalau kamu pernah “hidup” dari timing ADS/hip-fire sambil geser kanan-kiri ala PB, tanganmu akan otomatis mengulang tarian yang sama.

Tapi ada kenyataan yang perlu dicerna sejak awal: variasi misi memang tetap PB—langsung, padat, cepat. Ini menyenangkan kalau match imbang, tapi bisa jadi repetitif kalau satu tim jelas unggul loadout atau mekanik. PB bukan game yang menutupi kekurangan dengan set-piece sinematik; ia murni adu mekanik, posisi, dan—sekarang—adu build item.

Meta 2025: SMG Merajalela, AR Situasional, SG “Aneh”, Sniper Tetap Tegas — dan Senjata Sosial yang Kontroversial

Di room publik, 90% pemain memakai SMG. Dulu nama besarnya KRISS, sekarang T77 yang jadi wajah meta. Alasannya sederhana: recoil lurus, kontrol mudah, dan peluang headshot tinggi. Kalau kamu rindu rasanya “laser” di jarak menengah, SMG meta hari ini menjawab itu.

Assault Rifle bukan mati, hanya situasional. Pilihan paling masuk akal sekarang adalah Pindad SS3—damage dasar 51, lalu ditumpuk title dan item hollow bisa jadi build “overkill”. Ia bukan pick universal seperti SMG, tetapi ketika build-nya nyala, lawan akan sangat merasakannya.

Sniper tetap business as usual: selama damage base >140, kamu sudah berada di jalur yang benar. Yang berubah adalah konteks room; dengan melonjaknya SMG, sniper yang sabar dan tahu jalur bisa jadi tukang rem tempo.

Yang paling bikin kening berkerut: shotgun cash “Zombie Slayer”. Damage 200+, mode otomatis. Di game yang bahkan tidak punya mode zombie, SG ini terasa tidak pada tempatnya dan overpowered. Ia mengacak-acak ritme duel jarak dekat yang semestinya tentang posisi dan timing, bukan sekadar “semprot otomatis”. Kalau aku boleh jujur: ini tipe barang yang seharusnya disunat atau dihapus demi kesehatan room.

Tambahan lain adalah hadirnya senjata tameng. Rasanya mirip tameng di CS 1.6: bisa menahan tembakan langsung di depan, bahkan ada versi cash yang menutup lebih banyak sudut. Secara teknis cukup kuat dan masih bisa di-counter lewat flank atau granat. Tapi masalah sebenarnya justru sosial: banyak host room melarang tameng karena dianggap “no skill”. Bagiku ini ironis—kalau kamu memang jago, seharusnya bisa menghadapi lawan dengan atau tanpa tameng. Jadi membeli tameng sering percuma, bukan karena lemah, tapi karena sering dilarang di lobi-lobi.

Dan jangan lupakan hal aneh lain: senjata secondary. Dari dulu sampai sekarang, banyak pemain justru tidak memperbolehkan pistol di room. Padahal pistol penting saat peluru senjata utama habis di momen genting. Lebih parah lagi, kini muncul secondary bow/panah. Senjata ini absurd: one-hit, jangkauan jauh, bahkan bisa lebih OP daripada shotgun Zombie Slayer di jarak dekat. Secara logika, bow ini seharusnya ditempatkan di slot senjata utama, bukan secondary. Keberadaannya malah merusak ekosistem loadout, dan aku sendiri heran kenapa developer membiarkan desain seperti ini lolos.

Map Ikonik Point Blank: Familiar Tapi Lebih Berwarna

Burning Hall, Luxville, dan Crackdown masih jadi panggung utama. Bedanya, Crackdown sekarang punya varian tema, tidak lagi satu rasa “padang pasir” terus. Alur map tetap kuat: jalur flank jelas, ritme trade di mid bisa dibaca, dan retake masih mungkin kalau tim tahu kapan dorong dan kapan sabar. Point Blank memang tidak pernah menang di kompleksitas level design, tapi kesederhanaan yang efektif—itulah kekuatannya.

Progression: Grind yang Tidak Pernah Pergi

Soal rank/EXP/point, jawabannya tidak berubah dari era 2010-an: grindy. Kamu bisa naik, tapi butuh waktu. Ada misi harian/mingguan dan sistem battle pass yang baru—ini membantu, namun feel dasarnya tetap: PB itu maraton.

P2W: Sekarang Lebih Blak-blakan

Pertanyaan klasik, “PB P2W atau tidak?”—di Point Blank 2025, iya.
Cash item memberi stat advantage nyata: damage, armor/HP, move speed, recoil, dan setumpuk bonus lain tergantung kombinasi gear/karakter. Karakter/gear (topeng, rompi, dll.) bukan kosmetik: ia memengaruhi performa. Di saat yang sama, senjata point sekarang jauh berkurang, hanya tersisa beberapa; implikasinya jelas: senjata cash cenderung “wajib” bila kamu ingin kompetitif di publik.

Sistem akuisisi juga campur aduk: senjata point beli per 100 unit (1 kali main = 1 kali pakai); cash cenderung rental (durasi), ada juga versi item gacha acak. Kabar baiknya, harga top-up sedikit lebih murah: Rp10.000 ≈ 1.200 cash (dulu: Rp10.000 ≈ 1.000 cash). Kabar realistisnya, kalau mengejar “full cash” (istilah build lengkap), modal Rp100.000 itu baru pemanasan—item durasi sering 1 hari atau 3 hari, kamu akan bolak-balik isi bila ingin konsisten.

Ada sisi terang: battle pass dan event sekarang rajin bagi-bagi senjata cash gratis (durasi pendek). Kamu bisa “mengecap” meta tanpa bayar kalau rajin, tapi ini tidak berkelanjutan tanpa komitmen harian. Buat pemain hemat, ini jalan hidup siksaan baru; buat pemain waktu terbatas, ini capek di manajemen durasi.

Server Point Blank: Terlihat Ramai, Tapi Banyak GB

Sekilas, server Point Blank Zeppeto Indonesia tampak ramai. Daftar lobi penuh, deretan channel seolah padat. Tapi kalau diperhatikan lebih dekat, banyak yang ternyata hanyalah GB EXP atau misi farming. Realitanya, hanya beberapa server publik—biasanya channel 1 sampai 5—yang benar-benar aktif diisi pemain. Sisanya lebih banyak sekadar “pajangan”.

“GB” = Game Boosting

Hal lain yang membedakan PB 2025 dari era warnet dulu adalah sistem pembagian server berdasarkan pangkat. Jadi kamu tidak bisa lagi sembarangan masuk ke semua channel:

  • Trainer – Sergeant / Tengkorak – Strip 4 → khusus server trainer & beginner.
  • Staff Sergeant / V1 keatas → hanya bisa masuk server beginner.
  • Letnan / Daimon keatas → diarahkan ke server publik reguler.
  • Mayor sampai Brigadir / Bintang sampai maksimal → bisa main di publik reguler dan expert server.
  • Ada juga server premium (akses dengan registrasi email) dan server VIP (diduga berbayar – karna gak tau).

Sekilas sistem ini membuat progres lebih terstruktur, tapi tetap terasa aneh karena developer masih mempertahankan model lama berupa daftar Public 1 sampai 50. Padahal lebih masuk akal kalau server dibagi jelas saja: trainer, beginner, public, expert, premium, dan VIP. Dengan format lama, pemain justru sering kesulitan mencari lobi aktif. Apalagi server yang benar-benar ramai biasanya hanya Public 1–5, dan itu pun sering penuh terus sehingga susah diakses.

Hasilnya, meskipun daftar server terlihat ramai, realitanya akses bermain malah jadi ribet, terutama bagi pemain baru atau pemain yang main di rental/warnet yang ingin langsung lompat ke lobi yang benar-benar aktif.

Cheater: Sering Ketemu, Jualan Terang-terangan

Ini pahitnya. Cheater sering muncul—bentuk paling aman adalah WH (wallhack); ada juga fire-speed, akurasi “gaib”, sampai auto-hit. Banyak pelaku berusaha terlihat natural: tidak “flick sakti”, tidak “snap 180”, tapi statistiknya aneh bagus. Yang bikin geleng-geleng: chat lobby sering jadi etalase jualan cheat.

Anti-cheat terasa inkonsisten. Aku tidak pakai cheat dan pakai antivirus (Norton 360, juga coba hanya Windows Defender), tapi tetap bisa terpental seolah sistem curiga. Lucunya, kalau kamu mematikan proteksi di PC, malah sering ditendang juga. Jadi ia ketat ke yang salah dan longgar ke yang perlu—persis masalah lama yang belum sembuh.

Dulu PB sempat rilis vote-kick. Tapi ada masalanya: fitur itu sering disalahgunakan buat menendang pemain jago. Sekarang sepertinya fitur dihapus, dan itu bagus. Sisi baiknya: tidak ada abuse. Sisi buruknya: kita tidak bisa mengusir cheater secara sosial. Serba salah.

Audio, Visual, dan UX

Footstep dan positional audio masih cukup membantujarak dekat/jauh bisa kamu baca, walau atas/bawah belum terlalu tegas. Grafik di 2025 masih nyaman untuk mata, hanya cenderung buram di layar 2K/4K. Kalau kamu butuh ketajaman scaling, DX11 (beta) bisa dicoba, tapi performanya kurang nyaman dibanding DX9. Ada stutter kecil, dan kadang musik lobby ikut bocor ke in-game—bug aneh yang kadang bikin ganggu fokus.

Dari sisi UI/UX, PB tetap jadul fungsional: pengaturan sensi, crosshair, bind, filter room—semua ada tapi tidak modern. Kabar baiknya, fps di DX9 rata kanan stabil di PC-ku; jadi walau tampil “vintage”, secara feel masih bisa licin.

Clan & Komunitas Point Blank

Aku tidak main clan. Alasannya sederhana: TDM publik sudah memberikan sensasi yang kucari. Namun dari pengamatan, scrim/clan match memang masih ada, hanya lebih komunitas-driven—kamu harus kenal lingkarannya. Dengan banyaknya GB dan cheater, komunitas yang sehat cenderung menutup diri dan membuat ekosistem kecil yang lebih bersih.

Biaya & Nilai Praktis

Aku sempat mencoba akun lama (akun baru buat lagi sekitar 2020-an)—rasanya keteteran. Untuk “menyamakan lapangan”, aku membeli akun baru (sekitar Rp30 ribu tergantung pangkat sama isi item) yang sudah berisi banyak cash item. Nilainya berasa setara >Rp100 ribu top-up. Minusnya, kamu tidak bisa memilih isi; plusnya, langsung kompetitif tanpa pusing durasi ama duit.

Kalau kamu ingin modal “bersih” dari nol, menurutku Rp100 ribu adalah angka cukup realistis untuk Point Blank 2025—dicampur event, login harian, dan battle pass. Tapi jujur, ini tetap P2W. Kamu hanya sedang mengoptimalkan biaya yang dikeluarkan untuk game ini, bukan menghapus pay-to-win.

Apakah Masih Layak Point Blank?

Kalau pertanyaannya “masih ramai?” jawabanku: cukup untuk main, tidak cukup untuk merasa ekosistem sehat. Ingat, sebagian bar server adalah GB, bukan pemain aktif. “Masih P2W?Iya, lebih terang-terangan. “Senjata banyak/cash makin banyak?Iya, dan beberapa pilihannya menyimpang (halo, Zombie Slayer SG). “Masih rasa PB dulu?Iya, dalam arti mekanik mikro yang kamu hafal tetap jadi raja.

Rekomendasi Jujur

Kalau kamu datang untuk nostalgia, TDM santai, dan ingin merasakan lagi rasa headshot PBPoint Blank 2025 masih layak dicoba. Atur ekspektasi: masuk Public 1–5, siap ketemu SMG meta baru, jangan kaget kalau cheater nyamar di tiap room, dan manfaatkan event/battle pass supaya kamu tidak “kering” cash item.

Kalau kamu cari kompetisi adil, ranked rapi, dan anti-cheat yang membuatmu tenang—aku tidak merekomendasikan. PB hari ini bukan ekosistem yang kamu harapkan. Ia lebih seperti museum interaktif: memesona karena nostalgia, menyenangkan untuk beberapa hari, lalu kita sadar “ini game P2W sebenarnya”.

Jadi Inti Tentang Point Blank Gimana?

Di tahun 2025 ini, Point Blank Indonesia (sekarang di kelola Zepetto) adalah paradoks menyenangkan: gameplay inti yang masih kuat dan langsung mengundang memori, tapi ekonomi P2W dan cheater yang menggerogoti rasa adil. Point Blank 2025 bukan lebih baik atau lebih buruk dari dulu; ia berbeda—lebih “ramai hadiah” namun lebih ribut.

Kalau kamu paham realitanya dan datang dengan ekspektasi yang tepat, kamu masih bisa menemukan momen emas: dua headshot cepat di Burning Hall, satu quick shot manis di Luxville, dan rotasi flank cerdas di Crackdown. Sesekali, itu cukup untuk mengingat kenapa kita dulu betah berjam-jam di warnet.

Review Gears of War: Reloaded di 2025 — Campaign Padat, Multiplayer Cuma Bonus

0

Aku akhirnya menamatkan Gears of War: Reloaded di PC. Bermain dengan keyboard dan mouse, aku butuh sekitar 6 jam di tingkat kesulitan Casual untuk mencapai ending. Setelah itu aku langsung mencoba masuk ke multiplayer untuk merasakan bagaimana game ini berjalan di tahun 2025. Dari awal sudah terlihat jelas: fokus utama game ini tetap di campaign, sementara multiplayer lebih terasa sebagai bonus tambahan.

Review Gears of War: Reloaded Versi Narasi

Review ini juga tersedia dalam bentuk video narasi yang saya bacakan. Di video tersebut, kamu bisa menonton versi singkat dari ulasan ini. Silakan klik di sini untuk menuju channel gaming saya, atau langsung tonton melalui pemutar di bawah.

Gameplay Gears of War: Reloaded

Campaign: Aksi Rapih dan Padat

Sejak menit pertama, campaign membawa pemain langsung ke aksi. Tidak ada jeda panjang atau momen membosankan. Pacing-nya rapat, seakan game ini tidak ingin kita punya waktu bernapas. Hampir di setiap babak aku langsung dilempar ke baku tembak intens. Tidak ada misi favorit yang benar-benar menonjol, tapi keseluruhan campaign terasa konsisten menjaga tempo tinggi.

Satu hal yang cukup mengganggu adalah sistem snap-to-cover. Di ruang sempit, tombol untuk cover ternyata sama dengan dash. Akibatnya, ketika aku ingin roll atau dash ke arah tertentu, karakter malah menempel ke tembok. Di momen genting ini bikin frustrasi, karena alur pertempuran jadi terasa macet. Masalah kecil, tapi dampaknya lumayan besar saat intensitas tinggi.

Lalu ada fitur ikonik Active Reload. Aku akui, mekanik ini tetap satisfying. Rasanya nagih saat berhasil melakukan reload sempurna, dan efek tambahan membuat setiap tembakan semakin mematikan. Tapi di saat yang sama, fitur ini bisa terasa terlalu OP. Kadang aku merasa tidak perlu mengelola peluru dengan hati-hati; cukup tembak sekali lalu reload untuk terus dapat bonus. Menyenangkan, ya. Tapi dari sisi keseimbangan, terasa kelewat mudah.

Untuk urusan gunplay, hampir semua senjata di game ini terasa sangat kuat. Lancer, Gnasher, bahkan granat—semuanya impactful. Efeknya, pemain baru bisa cepat merasakan “kekuatan” dari setiap senjata. Tapi sisi lainnya, perbedaan peran antar senjata jadi kurang terasa. Hampir semua sudah mematikan sejak awal.

AI musuh menurutku biasa saja, cukup untuk memberi tekanan tanpa benar-benar pintar. AI kawan malah lebih sering jadi pajangan, kadang bahkan lebih sering mati sendiri daripada membantu. Mereka lebih berfungsi sebagai dekorasi atmosfer perang besar ketimbang pendukung yang bisa diandalkan. Untuk cerita dan karakter, menurutku biasa saja. Tidak buruk, tapi juga tidak meninggalkan kesan mendalam. Game ini jelas lebih fokus ke feel TPS ketimbang drama naratif.

Audio, Musik, dan Visual

Dari sisi audio, aku punya kesan campur aduk. Efek suara dari tembakan, chainsaw, dan ledakan sudah cukup berat, tapi arah suaranya kadang tidak terlalu jelas. Untuk musik, OST terasa generik. Ada, tapi tidak menancap di kepala. Untungnya, voice acting cukup kuat dan konsisten, memberi bobot pada adegan tanpa terdengar lebay.

Visualnya sendiri, jujur, terasa seperti game era 2013-an. Aku tidak punya pengalaman main versi lamanya, jadi aku menilainya murni dari versi ini. Kesannya lebih seperti polesan klasik daripada lompatan generasi baru. Meski begitu, performanya patut diapresiasi. Aku main di preset rata kanan dengan resolusi 1440p via DSR, menggunakan DLSS 3.5, dan game berjalan mulus tanpa stutter. Stabilitas ini jadi poin plus besar.

Multiplayer: Bisa Dimainkan, tapi Sepi

Setelah tamat campaign, aku langsung coba multiplayer. Mode yang kucoba adalah Team Deathmatch, Blitz, dan King of the Hill. Dari pengalaman, TDM adalah yang paling mudah mendapatkan lobby. Anehnya, walaupun game ini baru rilis, populasi multiplayer terasa agak sepi. Aku bahkan mencobanya di malam Minggu—jam yang seharusnya ramai—tetap tidak seramai yang kubayangkan. Ini menegaskan kesan bahwa multiplayer di game ini memang bukan fokus utama, lebih terasa sebagai bonus.

Saat masuk match, rasanya cukup adil. Netcode terasa oke, bahkan duel bisa berakhir draw alias saling mati. TTK terasa pas: cepat, tapi masih memberi ruang untuk reaksi. Dari semua senjata, jelas shotgun atau Gnasher mendominasi. Dengan potensi one-hit, meta jadi condong ke pertarungan jarak dekat. Map design menurutku bagus, flow permainan lancar, banyak jalur flank, dan retake terasa feasible. Memang ada power spot, tapi masih bisa di-counter.

Soal SBMM, rasanya tidak ketat. Aku yang masih level 1 bisa langsung gabung lobby dengan pemain level 80. Jadi matchmaking lebih terasa campuran antara santai dan sedikit ketat. Selama bermain aku tidak bertemu cheater. Untuk progression, aku jujur masih bingung. Aku hanya menemukan opsi ganti skin di lobby, sementara cara ganti loadout senjata belum ketemu. UI dan sistem progression terasa kurang jelas.

Harga dan Nilai di 2025

Harga resmi game ini sekarang sekitar Rp 579.000, walau aku memainkannya lewat Game Pass. Menurutku harga itu terlalu tinggi untuk sebuah remake yang bahkan sudah pernah di-remake sebelumnya, terakhir di tahun 2015. Dengan konten seperti ini, aku menilai harga pantasnya ada di kisaran Rp 200.000. Kalau ada diskon turun sampai Rp 100.000, barulah terasa layak dibeli.

Alasannya jelas: campaign memang seru dan padat, tapi hanya sekitar 6 jam. Multiplayer, walaupun masih bisa dimainkan, terasa sebagai bonus yang cepat sepi karena hanya menawarkan skala 4v4. Jadi dengan harga penuh, rasanya kurang sebanding.

Rekomendasi dan Catatan

Meski ada banyak kekurangan, aku tetap bisa merekomendasikan Gears of War: Reloaded di 2025 ini, tentu dengan ekspektasi yang realistis. Game ini cocok untuk penggemar TPS yang ingin campaign padat, penuh aksi, dan gameplay dengan gunfeel yang memuaskan. Tapi untuk kamu yang mencari pengalaman multiplayer jangka panjang, sebaiknya jangan terlalu berharap banyak. Multiplayer lebih terasa sebagai ekstra daripada inti.

Satu catatan untuk campaign: game ini minim petunjuk. Saat menghadapi bos atau puzzle tertentu, jangan berharap ada penjelasan panjang. Kamu harus peka dengan narasi karakter dan memperhatikan pola serangan. Jadi pengalaman campaign bisa jadi lebih menantang, bukan karena musuhnya sulit, tapi karena arahan yang kurang jelas.

Kesimpulan Gears of War: Reloaded

Gears of War: Reloaded menghadirkan campaign yang intens dan solid, dengan pacing rapat dan shooting yang satisfying. Fitur Active Reload masih menyenangkan meski kadang terasa OP. Visual mungkin hanya setara polesan klasik, tapi performa PC mulus dan stabil. Multiplayer hadir, tapi dengan populasi tipis dan meta shotgun one-hit yang mendominasi, sulit untuk dijadikan alasan utama membeli game ini.

Untukku, game ini lebih tepat dilihat sebagai nostalgia action padat yang bisa dinikmati sekali duduk. Kalau kamu punya Game Pass, tidak ada ruginya mencoba. Kalau harus beli, pastikan tunggu diskon besar—ideal di harga Rp 200.000 atau di bawah Rp 100.000.

Dengan ekspektasi itu, aku bilang: campaign masih layak, multiplayer cukup jadi bonus. Jadi ini direkomendasikan hanya untuk campaign.

Anime Who Made Me a Princess Siap Tayang, Ungkap Trailer Baru dan Detail Cast

0

Kadokawa resmi merilis video trailer utama untuk adaptasi anime Who Made Me a Princess, yang di Indonesia dikenal dengan judul Suddenly I Became a Princess. Trailer terbaru ini sekaligus memperkenalkan deretan pengisi suara baru, serta konfirmasi artis yang akan membawakan lagu tema.

Penyanyi Daoko dipercaya membawakan lagu pembuka berjudul “Ii yo” (Alright), sedangkan XAI mengisi ending theme “Sono Hitomi de” (In Those Eyes).

Trailer Who Made Me a Princess

Tambahan Pengisi Suara

Selain jajaran cast utama yang sebelumnya diumumkan, berikut nama-nama baru yang bergabung:

  • Azumi Waki sebagai Lilian York, pelayan setia di Ruby Palace.
  • Kana Hanazawa sebagai Diana, mendiang ibu Athanasia.
  • Junichi Suwabe sebagai Duke Alpheus (Roger Alpheus), ayah Ijekiel.
  • Hidenori Takahashi sebagai Anastacius, sosok misterius yang terkait dengan Duke Alpheus.

Distribusi Global

Anime produksi platform streaming iQIYI ini akan tayang perdana di Jepang pada 28 September 2025 secara online, sebelum mengudara di TV nasional pada 1 Oktober. Untuk penonton internasional, Crunchyroll akan menayangkannya dengan judul The Fated Magical Princess: Who Made Me a Princess, mencakup wilayah Amerika Utara, Eropa, Asia Tenggara, hingga Timur Tengah.

Kesuksesan Webtoon

Karya Plutus (penulis) dan Spoon (ilustrator) ini sebelumnya telah mencatat lebih dari 200 juta view online dan terjual 2,2 juta kopi dalam bentuk cetak serta digital. Popularitasnya juga terbukti lewat peringkat #2 dalam polling AnimeJapan 2022 “Manga yang Ingin Segera Dianimasikan” dan menempati posisi #7 pada edisi 2023.

Bagi pembaca internasional, versi resmi dalam bahasa Inggris tersedia di Tappytoon dan Tapas, sementara Seven Seas Entertainment menerbitkan versi cetak. Novel aslinya juga sudah tersedia secara digital di Tapas.

Manga Zombie Sagashitemasu Dapatkan Adaptasi Anime

0

Kadokawa resmi mengumumkan adaptasi anime untuk manga karya Katsuwo, #Zombie Sagashitemasu (#I’m Looking For Zombie), dengan jadwal tayang tahun 2026. Untuk merayakan pengumuman ini, Katsuwo turut menggambar ilustrasi spesial yang dapat kamu lihat diatas.

Berlabel “zombie x youth comedy,” kisahnya berlangsung tiga belas tahun setelah Red Day—hari ketika peradaban runtuh akibat wabah mematikan yang menewaskan 90 persen umat manusia, lalu membangkitkannya sebagai zombie. Para penyintas hidup jauh dari kota besar sambil menyimpan keinginan merebutnya kembali. Cerita mengikuti Aki bersama dua sahabatnya, Haru dan Natsuki, memulai perjalanan mencari ayah Aki yang hilang—sebuah petualangan coming-of-age di tengah dunia yang belum pulih.

Dari sisi sumber materi: Zombie Sagashitemasu terbit di Comic Dengeki DaiohG sejak Juni 2022 dan berakhir dengan tiga volume, dengan volume terakhir terbit Januari 2024. Nama Katsuwo sendiri sudah akrab lewat Mitsuboshi Colors (anime tayang Januari 2018) dan Hitori Bocchi no Marumaru Seikatsu (anime tayang April 2019).

Singkatnya, Zombie Sagashitemasu menjanjikan racikan unik: atmosfer post-apocalypse, humor remaja, dan drama keluarga—dengan ritme road-movie yang berpotensi bikin baper di sela-sela kekacauan.

Palworld 1.0 Rilis 2026 — Resmi Tinggalkan Early Access

Developer Pocketpair memastikan Palworld akan keluar dari Early Access dan meluncurkan versi 1.0 pada tahun 2026 untuk PlayStation 5, Xbox Series, Xbox One, dan PC (Steam/Microsoft Store). Gim ini pertama kali memasuki Early Access pada 19 Januari 2024 (Xbox Series, Xbox One, PC) dan menyusul 24 September 2024 di PlayStation 5.

Rencana 1.0: Lebih dari Sekadar Tambah Konten

Lewat pesan video, perwakilan Pocketpair Bucky menekankan bahwa tim tidak hanya menambah konten, tetapi juga melakukan “bersih-bersih besar”: merapikan quirks/jank, memperjelas UI, menajamkan kontrol dan feel permainan, serta menyiapkan fondasi agar pembaruan berikutnya lebih stabil. Targetnya jelas: Palworld 1.0 jadi tonggak rilis besar, bukan sekadar tambalan.

Update 2025: Lebih Hening, Tapi Tetap Ada Kejutan

Pocketpair mengingatkan paruh akhir 2025 akan terasa lebih tenangpembaruan musim dingin tidak sebesar pembaruan bulan Februari. Namun, bukan berarti tanpa update: akan ada beberapa kejutan dan sneak peek menuju 1.0. Intinya, ritme publikasi diperlambat agar pengerjaan inti bisa maksimal.

Platform & Riwayat Rilis

  • Early Access: 19 Januari 2024 (Xbox Series, Xbox One, PC)
  • Rilis PS5 (EA): 24 September 2024
  • Rilis 1.0: Tahun 2026 di PlayStation 5, Xbox Series, Xbox One, Steam, Microsoft Store

Diskon Steam: 25 Persen

Sebagai catatan untuk pembaca PC, Palworld sedang diskon 25 persen di Steam hingga Selasa, 23 September. Jika berencana ikut “beternak sambil bertempur”, ini momen yang tepat untuk masuk.

Penutupnya sederhana: menunda keramaian demi kualitas. Jika janji Pocketpair ditepati, 2026 bisa jadi tahun di mana Palworld bukan hanya “ramai”, tetapi juga rapi, fokus, dan siap maraton konten.

Palworld 1.0

SI-VIS: The Sound of Heroes Umumkan Staf, Visual Baru, dan Teaser — Tayang 05 Oktober 2025

0

Di Aniplex Online Fest 2025, proyek orisinal SI-VIS: The Sound of Heroes merilis visual terbaru, teaser trailer, sekaligus mengungkap staf produksi. Serial ini dijadwalkan tayang perdana pada 05 Oktober 2025. Dengan komando kreatif yang solid dan fokus pada koreografi aksi serta desain monster, SI-VIS menjanjikan pengalaman pahlawan yang terasa segar—lebih grounded, namun tetap spektakuler.

Teaser Trailer SI-VIS: The Sound of Heroes

Staff Produksi

  • Director: Daisuke Yoshida
  • Series Composition & Script: Fumiaki Maruto
  • Original Character Design: Hidari
  • Character Design: Naho Ootsuki, Nami Fujii
  • Sub-character Design: Mika Takahashi, Masahiro Yamanaka
  • Monster Design: Tomohisa Onoue
  • Chief Animation Director: Yurie Oohigashi
  • Action Animation Director: Takaaki Hirayama
  • Art Director: Takao Makino
  • Color Design: Yoshinori Horikawa
  • Director of Photography: Souta Mikami
  • CG Director: Masato Takahashi
  • Editing: Yumi Jinguuji
  • Sound Director: Yasushi Nagura
  • Music: Shuuhei Mutsuki
  • Studio: Studio VOLN

Kombinasi Fumiaki Maruto (naskah) dan Hidari (desain karakter orisinal) memberi indikasi kuat: fokus pada drama karakter yang rapi, ditopang identitas visual elegan dan aksi berintensitas tinggi. Jika teaser adalah patokan, “sound of heroes” di sini bukan sekadar tagline, melainkan elemen worldbuilding—peran audio, ritme, dan “suara” para pahlawan tampak menjadi kunci tontonan.

Arah produksi yang berorientasi aksi sinematik plus detail desain monster menghadirkan janji tontonan yang renyah untuk penikmat action fantasy modern—tanpa meninggalkan kedalaman narasi.

Watashi no Ofuru de Waruin dakedo Diadaptasi Jadi Anime oleh Studio NAGOMI

0

Pada seremoni penghargaan perdana Anime de Sekai e! Shousetsu Taisho (alias Aniseka Novel Award) di Tokyo, panitia mengumumkan bahwa novel pemenang Grand Prize karya Puri, [Watashi no Ofuru de Waruin dakedo] to Okaa-sama (Heroine) ni Torimaki wo Oshitsukerare, Totsuida Henkyou demo Yome Atsukai Saremasen ga, Okage de Jiyuu ni Ikiraremasu!, resmi akan diadaptasi menjadi anime.

Tim Produksi

  • Chief Director: Junichi Satou (Sailor Moon, Ojamajo Doremi, ARIA)
  • Studio: NAGOMI (didirikan tahun 2024)

Tentang Aniseka Novel Award

Aniseka adalah penghargaan yang diinisiasi oleh Twin Engine (perencanaan dan produksi animasi) dan Straight Edge (manajemen penulis dan pengembangan IP). Misinya unik: menjamin adaptasi anime bagi peraih Grand Prize, menjembatani karya baru ke audiens global. Kompetisi perdana menerima lebih dari 6.000 naskah, dengan pemenang diumumkan pada 30 Juni. Proses seleksi melibatkan 16 studio animasi (termasuk WIT Studio, Studio Colorido, NUT, Geno Studio, BUG FILMS, Studio Kafka, dan lainnya). Jitsugyo no Nihon Sha akan menerbitkan novel pemenang dalam edisi cetak.

Sinopsis

Seorang bangsawan muda “diusir halus” dari istana setelah dijodohkan dengan salah satu pengiring ibunya, lalu menjalani hari-hari baru di rumah sang suami—sebuah keluarga yang atmosfernya jauh dari ramah. Meski begitu, suaminya yang tanpa ekspresi ternyata lembut. Ditemani boneka-boneka kesayangannya, ia menata hidup di tempat baru yang tiba-tiba terlalu lengang. Inilah kisah pernikahan ringan tentang ikatan yang tak terduga, hari-hari sunyi yang hangat, dan boneka-boneka yang membuat kesepian terasa lebih kecil.

Penunjukan Junichi Satou sebagai chief director serta pilihan studio anyar NAGOMI menandakan pendekatan yang hangat dan puitis—cocok dengan nuansa slice-of-life berbalut romansa lembut yang dijanjikan novelnya.

Fuun kara no Saikyou Otoko Diumumkan Jadi Anime

0

Penerbit Starts Shuppan resmi mengumumkan adaptasi anime Fuun kara no Saikyou Otoko (The Strongest Man Born from Misfortune), lengkap dengan visual pengumuman. Seri isekai-fantasi karya Fukufuku ini bermula di Shousetsuka ni Narou pada tahun 2017 dan mendapat versi revisi sejak November 2020, sebelum terbit versi cetaknya pada Maret 2022 dengan ilustrasi Zun Nakabayashi.

Adaptasi manganya digambar oleh Nakabayashi di Comic Glast sejak Oktober 2021. Hingga kini, total peredaran buku (novel + manga, termasuk edisi digital) telah menembus 1,5 juta eksemplar. Volume manga ketujuh rilis pada 24 Januari, sementara volume kedelapan dijadwalkan 26 September. Untuk pembaca global, MangaPlaza telah melisensikan versi bahasa Inggris sejak Desember 2023.

Sinopsis Singkat

Siegbert bereinkarnasi setelah kecelakaan tragis dan “diangkat” oleh keluarga yang hangat—pertanda hidup damai? Tidak juga. Di dunia baru ini, ia ternyata punya stat keberuntungan selangit. Setiap “chance” yang muncul dapat dibalik menjadi keuntungan, dan jika bisa “menghentikan” momen-momen itu, keinginan bakal terkabul. Pertanyaannya: sang mantan “si sial” ini mampu menuntaskan penebusan yang gagal dicapai garis keturunannya?

Penjabaran resmi menyebut tema “Fortune dan Misfortune adalah dua sisi koin yang sama”—sebuah janji aksi isekai dengan twist keberuntungan yang bisa jadi OP (dan kacau) pada saat bersamaan.

Clevatess Season 2 Resmi Diumumkan

0

Situs resmi adaptasi anime Clevatess: Majuu no Ou to Akago to Shikabane no Yuusha mengumumkan Clevatess Season 2. Musim perdana produksi Lay-duce mulai tayang pada 02 Juli dan mengudara global melalui Crunchyroll dengan subtitle serta dub multi-bahasa. Bstation juga menayangkan anime ini dan sediakan beberapa bahasa yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Inggris.

Sekilas Seri

Di tengah empat armada Majuu, lima ras humanoid berjuang memperluas peradaban. Tiga belas pahlawan yang dikirim ke selatan justru dilenyapkan oleh Clevatess, salah satu Lord Majuu. Demi membalas dendam pada umat manusia, Clevatess menyerbu ibu kota Kerajaan Hiden dan meninggalkan kehancuran. Namun harapan belum padam: ia membangkitkan Alicia Glenfall untuk membantunya membesarkan bayi bernama Luna—sosok yang diyakini akan menentukan arah dunia. Menyamar sebagai manusia bersama Alicia dan Luna, Clevatess mencari pengasuh, sementara negara tetangga bersiap merebut tempa senjata para pahlawan di Hiden.

Produksi & Platform

  • Studio: Lay-duce
  • Streaming global: Crunchyroll (sub/dub multi-bahasa)

Musim kedua diharapkan melanjutkan dinamika “antihero mengasuh bayi” yang kontras dengan skala perang antarras, sembari memperdalam politik Hiden dan rahasia tempa senjata.

Asal Materi

Manga aksi-fantasi karya Yuji Iwahara (Dimension W) debut di LINE Manga pada Agustus 2020, kemudian diserialisasi juga di ComicWalker (Alive+) oleh Kadokawa. Volume 9 terbit pada 28 Juli.

Dandadan Season 3 Resmi Diumumkan, Visual Perdana Dirilis

0

Situs resmi adaptasi anime Dandadan karya Yukinobu Tatsu mengumumkan Dandadan Season 3 lengkap dengan visual pengumuman. Setelah musim kedua berakhir pada awal bulan ini, pengumuman cepat ini memastikan petualangan Okarun, Momo, dan geng alien-yokai lanjut ke babak berikutnya.

Musim pertama garapan Science SARU tayang 12 episode pada Musim Gugur 2024. Musim kedua mengudara mulai 04 Juli 2025 dan baru saja tamat. Penayangan global tersedia di Crunchyroll, Netflix, Bstation, dan Hulu dengan subtitle dan dub multi-bahasa, sementara GKIDS memegang lisensi untuk Amerika Utara.

Dari sisi sumber material, manga Dandadan mulai terbit di Shounen Jump+ sejak April 2021. Shueisha merilis volume ke-20 pada 04 Juli 2025, dengan volume ke-21 menyusul pada 03 Oktober 2025. Total peredaran komik telah menembus 10 juta eksemplar. Untuk pembaca internasional, VIZ Media melisensikan versi bahasa Inggris (volume ke-14 rilis 05 Agustus 2025, volume ke-15 terjadwal 07 Oktober 2025) dan Manga Plus juga menerbitkan secara digital. Di Indonesia manga ini telah terbit dalam bahasa Indonesia dan di lisensikan oleh Elex Media Komputindo, volume ke-1 telah rilis sejak 29 Oktober 2024, dan telah capai volume ke-6 yang rilis sejak 4 September 2025.

Singkatnya: hype belum padam—Dandadan Season 3 siap meneruskan campuran aksi, komedi absurd, dan bentrokan dunia lain yang bikin Dandadan jadi fenomena.

Egao no Taenai Shokuba Desu. Umumkan Detail Streaming & Trailer Kedua

0

Happinet merilis detail streaming sekaligus trailer kedua untuk adaptasi anime Egao no Taenai Shokuba Desu. (A Mangaka’s Weirdly Wonderful Workplace). Video terbaru menampilkan cuplikan lagu penutup “Thankful” oleh Sizuk. Anime komedi tempat kerja ini akan mulai tayang pada 06 Oktober 2025.

Trailer Kedua Egao no Taenai Shokuba Desu

Cast

  • Yūko Natsuyoshi — Nana Futami
  • Sora Amamiya — Kaede Satō
  • Miku Itō — Mizuki Hazama
  • Yū Kobayashi — Arisa Nashida
  • Eriko Matsui — Tōko Kakunodate
  • Miharu Hanai — Nekonote
  • Iori Saeki — Shiori Asakura
  • Mamiko Noto — Ren Takizawa
  • Kikuko Inoue — Wakako Tatsunami
  • Saori Hayami — Yuzuki Hazama
  • Sumire Uesaka — Nagomi Hayachine

Staff

  • Director: Kaoru Suzuki (Studio Voil)
  • Series Scripts: Mio Inoue
  • Character Design: Kana Miyai
  • Sound Director: Ryō Tanaka
  • Music: Kei Haneoka, Hironori Doi
  • Music Production: Pony Canyon
  • Opening Theme: HoneyWorks & HaKoniwalily — “Zettai Shōsan
  • Ending Theme: Sizuk — “Thankful

Cerita & Asal Usul

Adaptasi dari manga Kuzushiro, Egao no Taenai Shokuba Desu. mengikuti Nana Futami, mangaka shōjo pemula yang ditemani editor Kaede Satō dan asisten Mizuki Hazama. Meski Nana kerap “tersesat” oleh delusi khas pekerja kreatif, ritme kerja dan dukungan orang-orang di sekitarnya menjaga studio tetap hidup—dan lucu.
Manga ini bermula sebagai one-shot di Kiss (Februari 2019), lalu diserialisasi di Comic Days sejak Mei 2019. Volume ke-13 dijadwalkan terbit 19 September 2025 oleh Kodansha.

Penutupnya: kombinasi humor kantor, dinamika tim kreatif, serta lagu tema yang kuat membuat A Mangaka’s Weirdly Wonderful Workplace berpeluang jadi tontonan feel-good favorit musim gugur.

Battlefield 6: Bocoran Skin Picu Debat “Fortnitification”

0

Komunitas Battlefield 6 sedang ramai memperdebatkan arah kosmetik gim setelah beredar bocoran skin hijau-limau di atas hitam. Meski beta mendapat sambutan hangat, sebagian pemain khawatir Battlefield mulai mengikuti jejak “Fortnitification” yang identik dengan gaya kostum mencolok. Kekhawatiran ini muncul walau Kepala Battlefield Studios Vince Zampella sebelumnya menegaskan seri terbaru akan “stay true to Battlefield.”

Kontroversi Skin: Realistis vs. Mencolok

Bocoran visual tersebut—jika benar—dinilai menjauh dari estetika militer realistis yang selama ini disukai sebagian penggemar. Di Reddit, pengguna SpirtualBacon mengajak komunitas untuk menyuarakan keberatan sejak dini agar EA tidak “mengganda-gandakan” pendekatan kosmetik yang lebih liar. Intinya: bahkan jika warna dan desainnya belum “kartunis”, kekhawatiran soal arah gaya tetap mengemuka.

“Walaupun menurutmu tampilannya tidak terlalu mencolok atau berlebihan, komunitas tetap perlu menolak skin seperti ini. EA akan terus mendorong kosmetik sejauh yang kita biarkan, dan kita tidak seharusnya menunggu sampai mereka mencoba menambahkan Santa dulu baru mereka mundur karena tekanan komunitas.”

Terjemah ke Indonesia dari utasan di pengguna Reddit.

Sikap EA & Tren Industri

Perlu dicatat, hingga kini tidak ada rencana crossover resmi atau kolaborasi yang diumumkan untuk Battlefield 6. Namun, di ranah FPS, model kosmetik agresif terbukti sangat menguntungkan—contohnya di kompetitor utama, Call of Duty—sehingga wajar bila komunitas waspada. Di sisi lain, EA bukan perusahaan yang membiarkan potensi pendapatan lewat begitu saja; artinya, feedback komunitas di periode pra-rilis akan sangat menentukan batas “selera” kosmetik ke depannya.

Jadwal Terdekat & Rilis

EA dijadwalkan mengungkap detail mode cerita pada 26 September. Mode battle royale telah diperlihatkan lebih awal pada bulan ini. Battlefield 6 akan dirilis pada 10 Oktober 2025 untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC.

Penutupnya sederhana: ini masih bocoran, bukan konfirmasi. Kalau kamu ingin Battlefield tetap “berwajah militer”, sekarang saat yang tepat untuk menyampaikan preferensi—sebelum arah kosmetik dikunci.

Battlefield 6 Ternyata Hanya Butuh 50-an, Lebih Ringan dari Dugaan

0

Sejak awal bulan Agustus, gamer dibuat terkejut dengan fakta bahwa Battlefield 6 ternyata tidak seberat yang mereka bayangkan. Melalui halaman Steam, terungkap bahwa game ini hanya membutuhkan 55GB hingga 80GB ruang penyimpanan — angka yang relatif kecil untuk ukuran game AAA modern dengan mode kampanye, multiplayer, dan portal builder di dalamnya.

Fakta Mengejutkan

Dalam keterangan resminya kepada PC Gamer, EA menjelaskan perbedaan ukuran ini berasal dari sistem instalasi modular. Artinya, pemain bisa memilih hanya menginstal komponen tertentu, misalnya hanya single-player atau multiplayer. Cara ini bukan hal baru di dunia FPS, tetapi tetap jadi nilai tambah karena membuat game sekelas Battlefield 6 lebih fleksibel soal ruang penyimpanan.

Dibandingkan Kompetitor

Bagi yang terbiasa dengan Call of Duty, ukuran file di atas jelas terasa ringan. Seri CoD sering kali menembus angka 100GB lebih, bahkan sampai memenuhi satu SSD hanya untuk satu edisi. Kini, Battlefield 6 muncul sebagai contoh bahwa skala besar tidak harus selalu identik dengan storage super jumbo.

Menjelang Beta

Selain ukuran file yang bikin kaget, EA juga telah membuka akses preload open beta sejak 5 Agustus 2025. Gelombang pertama beta dimulai tanggal 7 Agustus, sebelum diperluas untuk lebih banyak pemain di pertengahan bulan. Fakta ini semakin menguatkan hype bahwa Battlefield 6 bukan hanya siap secara teknis, tapi juga berani tampil lebih ramah untuk perangkat para gamer.