Beranda blog Halaman 3

FATAL FRAME II: Crimson Butterfly REMAKE Diumumkan, Rilis Awal 2026

0

Publisher Koei Tecmo bersama developer Team NINJA resmi mengumumkan FATAL FRAME II: Crimson Butterfly REMAKE untuk PlayStation 5, Xbox Series, Nintendo Switch, dan PC (Steam). Game horor petualangan ini dijadwalkan rilis pada awal tahun 2026.

Teaser Trailer FATAL FRAME II: Crimson Butterfly REMAKE

Tentang Game

Remake penuh dari FATAL FRAME II: Crimson Butterfly ini menghadirkan pengalaman horor bergaya Jepang dengan sentuhan modern. Pemain akan mengikuti kisah dua saudari kembar yang tersesat di sebuah desa terkutuk, dihantui arwah penuh dendam. Senjata utama mereka adalah Camera Obscura, perangkat mistis yang mampu menangkap dan mengurung roh jahat.

Dalam versi remake, seluruh aspek visual, audio, sistem gameplay, hingga kontrol telah dirombak total. Mekanik ikonik Camera Obscura tetap dipertahankan, namun kini hadir dengan pengalaman eksplorasi dan pertempuran yang lebih kaya. Fitur baru, “Holding Hands with Mayu”, juga menambah kedalaman emosional, memungkinkan pemain merasakan ikatan erat kedua saudari.

Jalan Cerita

Kisah bermula ketika Mio dan Mayu Amakura mengunjungi aliran sungai dari kenangan masa kecil mereka. Saat Mayu mengikuti kupu-kupu merah misterius, ia masuk ke desa yang tidak lagi ada di peta. Desa itu dihuni roh dendam yang memburu anak kembar yang gagal dalam ritual terlarang.

Mio pun berusaha menyelamatkan kakaknya, tanpa sadar mengulang tragedi masa lalu. Di dalam kegelapan desa malam abadi, kebenaran mengenai “ritual terlarang yang tidak boleh disaksikan” akhirnya terungkap.

Oshi no Ko Season 3 Umumkan Visual Baru dan Tambahan Pemeran untuk Season 3

0

Acara Kanto Noryo Matsuri resmi mengumumkan anime Oshi no Ko Season 3 (Anak Idola Season 3), yang dijadwalkan tayang perdana pada Januari 2026. Dalam kesempatan tersebut, dua seiyuu baru juga diumumkan bersama dengan visual teaser terbaru.

Teaser Trailer Oshi no Ko

Tambahan Pemeran

  • Shun Yoshizumi akan diperankan oleh Yuuto Takenaka
  • Tetsu Urushibara akan diperankan oleh Youji Ueda

Tim Produksi

Musim ketiga tetap akan ditangani oleh Daisuke Hiramaki sebagai sutradara di studio Doga Kobo. Jin Tanaka kembali mengurus komposisi seri, sementara Kanna Hirayama kembali bertugas mendesain karakter.

Perjalanan Anime Oshi no Ko

  • Season 1 tayang pada musim semi 2023 dengan total 11 episode.
  • Season 2 tayang pada musim panas 2024 dengan 13 episode.
    Keduanya disiarkan secara simulcast oleh HIDIVE, lengkap dengan subtitle dan dubbing bahasa Inggris. Untuk bahasa Indonesia telah tersedia Bstation.

Tentang Manga

Manga Oshi no Ko pertama kali terbit di Young Jump pada April 2020 dan berakhir pada November 2020. Shueisha merilis total 16 volume, dengan volume terakhir terbit pada Desember 2020.

Untuk publikasi internasional:

  • Manga Plus mulai merilis manga ini secara digital dalam bahasa Inggris sejak April 2022.
  • m&c! mulai merilis manga ini secara digital dan fisik dalam bahasa Indonesia sejak 12 Jan 2022.
  • Yen Press melisensikan manga dalam bahasa Inggris pada Juli 2022. Volume ke-10 sudah rilis pada 27 Mei 2025, dengan volume ke-11 dan ke-12 dijadwalkan terbit pada 26 Agustus dan 16 Desember 2025.

Anime Yomi no Tsugai Ungkap Trailer Karakter dan Pemeran Utama

0

Acara Aniplex Online Fest 2025 resmi mengumumkan detail baru untuk adaptasi anime dari manga karya Hiromu Arakawa, Yomi no Tsugai (Daemons of the Shadow Realm). Pengumuman tersebut mencakup trailer karakter dan jajaran pemeran utama, dengan jadwal tayang ditetapkan pada tahun 2026.

Karakter Trailer Yomi no Tsugai

Pemeran Utama

  • Yuru: Kensho Ono
  • Asa: Yume Miyamoto
  • Dera: Yuuichi Nakamura
  • Gabby: Misaki Kuno

Tim Produksi

Anime ini akan diarahkan oleh Masahiro Andou di studio Bones Film. Penulisan komposisi seri ditangani oleh Noboru Takagi, sementara desain karakter digarap oleh Nobuhiro Arai. Musik akan dikomposisi oleh Kenichiro Suehiro, yang dikenal lewat banyak karya anime besar.

Tentang Manga

Hiromu Arakawa mulai menerbitkan manga Yomi no Tsugai di majalah Shounen Gangan sejak Desember 2021. Square Enix telah menerbitkan sembilan volume hingga 12 Maret 2025, dengan volume ke-10 dijadwalkan rilis pada 11 Juli 2025.

Di pasar global, Square Enix Manga & Books melisensikan manga ini dalam bahasa Inggris sejak Juli 2022. Volume ke-8 telah terbit pada 1 Juli 2025, sementara volume ke-9 akan menyusul pada 9 Desember 2025

Dying Light: The Beast Rilis Lebih Cepat

Techland resmi mengumumkan bahwa game open-world survival terbaru mereka, Dying Light: The Beast, akan dirilis lebih cepat dari jadwal semula. Jika sebelumnya dijadwalkan hadir pada 19 September, kini game ini dipastikan meluncur pada 18 September 2025. Pada rencana awal, tanggal rilis game ini ditetapkan 22 Agustus 2025—mengacu pada laporan Anime News Plus beberapa bulan lalu disini.

Detail Rilis

Game ini akan tersedia di PlayStation 5, Xbox Series, PlayStation 4, Xbox One, serta PC melalui Steam dan Epic Games Store. Pemilik edisi “Ultimate Edition” Dying Light 2: Stay Human akan mendapatkan Dying Light: The Beast secara gratis tanpa biaya tambahan.

Selain itu, setiap pemain yang melakukan pre-order akan menerima hadiah eksklusif baru yang detailnya akan diungkap pada minggu peluncuran. Techland juga mengonfirmasi bahwa lebih dari satu juta pemain telah mengamankan salinannya.

Komentar Developer

Tymon Smektala, selaku franchise director Dying Light, menyampaikan bahwa percepatan rilis ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi kepada komunitas.

“Melihat antusiasme komunitas untuk kembalinya Kyle Crane di Dying Light: The Beast, dan mengetahui gamenya sudah siap, kami ingin melakukan sesuatu yang spesial. Kami mendorong diri kami untuk membuat yang mustahil menjadi nyata, dan karena itu kami merilis gamenya lebih awal.”

Dengan kembalinya karakter ikonik Kyle Crane, para pemain dipastikan akan mendapat pengalaman yang lebih mendalam dan penuh nostalgia.

Dark Moon: The Blood Altar Webtoon Resmi Dapatkan Adaptasi Anime 2026

0

Dalam acara Aniplex Online Fest 2025, diumumkan bahwa webtoon populer Dark Moon: The Blood Altar karya HYBE dan grup idol ENHYPEN resmi diadaptasi menjadi anime. Serial ini dijadwalkan tayang perdana pada Januari 2026. Bersamaan dengan pengumuman tersebut, visual utama, teaser trailer, staf produksi, serta jajaran seiyuu juga diperkenalkan.

Teaser Trailer Dark Moon: The Blood Altar

Cast Utama

  • Heli — Kikunosuke Toya
  • Jino — Shuugo Nakamura
  • Shion — Shunichi Toki
  • Noa — Chiaki Kobayashi
  • Jaan — Hiroto Shimizu
  • Solon — Jin Ogasawara
  • Jakah — Yuuto Uemura
  • Sooha — Fuuka Izumi

Staff Produksi

  • Director: Shouko Shiga
  • Series Composition: Touko Machida
  • Character Design: Masami Inomata
  • Music: Naoki Chiba
  • Sound Director: Takatoshi Hamano
  • Studio: TROYCA

Tentang Webtoon

Dark Moon: The Blood Altar merupakan webtoon bergenre fantasi-vampir yang diserialisasikan di portal Naver Webtoon sejak Januari 2022 hingga Agustus 2023. Cerita ini memadukan tema vampir, kisah persahabatan, serta elemen fantasi gelap yang terhubung erat dengan karakter-karakter terinspirasi dari anggota ENHYPEN.

Untuk pembaca internasional, Yen Press telah melisensi webtoon ini dalam bahasa Inggris pada Desember 2023, dan menerbitkan volume kelima sekaligus terakhir pada Desember 2024.

Oni no Hanayome: The Ogre’s Bride Siap Tayang 2026

0

Dalam acara Aniplex Online Fest 2025, diumumkan bahwa novel fantasi-romantis karya Kureha, Oni no Hanayome (The Ogre’s Bride), resmi mendapatkan adaptasi anime yang dijadwalkan tayang pada 2026. Bersamaan dengan pengumuman ini, staf utama, seiyuu, teaser visual, dan trailer perdana juga dipublikasikan.

Trailer Perdana Oni no Hanayome

Cast Utama

  • Saori Hayami sebagai Yuzu Shinonome
  • Yuichiro Umehara sebagai Reiya Kiryuin

Staff Produksi

  • Director: Kazuhito Oomiya
  • Series Composition: Yumi Kamakura
  • Main Character Design: Hikari Tanaka
  • Character Design: Hiroko Shigekuni
  • Music: Masaru Yokoyama
  • Studio: Colored Pencil Animation

Tentang Novelnya

Kureha pertama kali menulis novel Oni no Hanayome di situs Novema! pada 2019. Novel ini kemudian diterbitkan oleh Starts Shuppan melalui label Starts Shuppan Bunko dengan ilustrasi karya Yuu Shiratani mulai Oktober 2020. Hingga Mei 2024, seri ini sudah mencapai volume ke-9.

Adaptasi Manga

Selain novel, cerita ini juga diadaptasi menjadi manga oleh Jun Togashi, yang mulai terbit di majalah web noicomi milik Starts Shuppan sejak Desember 2021. Volume ketujuh manga ini dirilis pada 13 Juni 2025. Untuk pembaca internasional, manga ini sudah tersedia dalam bahasa Inggris melalui Manga Plaza sejak Maret 2024.

Kaze wo Tsugumono, Anime Orisinal Bertema Shinsengumi Diumumkan

0

Dalam acara Aniplex Online Fest 2025, diumumkan proyek anime orisinal berjudul Kaze wo Tsugumono (Inherit the Winds). Bersamaan dengan pengumuman ini, staf utama, teaser trailer, dan visual perdana juga resmi dipublikasikan.

Teaser Trailer Kaze wo Tsugumono

Staff Produksi

  • Director: Tomohiro Kawamura
  • Original Work Cooperation: Azuki Mashiba
  • Character Design: Fumi Ebina
  • Music: Shigeru Kishida
  • Studio: Drive, Live2D Creative Studio

Naskah anime ditulis oleh Yutaka Narui, pendiri teater Caramel Box sekaligus penulis seri panggung Tachikawa Jinsuke, termasuk yang bertema Shinsengumi. Narui juga dikreditkan sebagai pencipta orisinal bersama Aniplex.

Sinopsis

Berlatar pada Juni 1863, kisah ini mengikuti seorang pria tanpa ingatan yang dibawa ke markas Mibu Roushigumi di Kyoto. Diselamatkan oleh wakil komandan Souji Okita, ia diberi nama Jinsuke Tachikawa dan mulai hidup sebagai anggota kelompok itu. Seiring berkembangnya Mibu Roushigumi—yang kelak dikenal sebagai Shinsengumi—Jinsuke dan rekan-rekannya terseret dalam gejolak zaman Edo akhir. Namun ketika ingatan Jinsuke akhirnya pulih, dunia di sekitarnya telah berubah selamanya.

Review Call of Duty: WWII di 2025 — Campaign Masih Solid, Multiplayer Sudah Mati

0

Di tahun 2025, aku akhirnya menamatkan dan bisa review Call of Duty: WWII di PC lewat Game Pass. Walau game ini rilis 2017 lalu, aku baru bisa merasakannya sekarang: dari campaign yang dramatis, sampai mencoba multiplayer dan mode Nazi Zombies. Pertanyaannya, apakah game ini masih relevan dimainkan delapan tahun kemudian? Artikel ini akan membahas pengalaman mainku, lengkap dengan catatan soal campaign, audio, grafis, hingga keadaan multiplayer di 2025.

Review Call of Duty: WWII Versi Narasi

Review ini juga tersedia dalam bentuk video narasi yang saya bacakan. Di video tersebut, kamu bisa menonton versi singkat dari ulasan ini. Silakan klik di sini untuk menuju channel gaming saya, atau langsung tonton melalui pemutar di bawah.

Gameplay Call of Duty: WWII

Campaign: Perang Dunia II dengan Rasa Hollywood

Aku menyelesaikan campaign ini dalam waktu sekitar 5 jam di tingkat kesulitan Recruit. Menurut internet, campaign bisa memakan waktu 7 jam, tapi tentu saja itu tergantung gaya main dan kemampuan pemain. Yang jelas, campaign ini punya pacing yang rapat. Hampir semua misi penuh aksi, kecuali bagian tertentu seperti misi penyamaran yang terasa lebih lambat.

Misi yang Berkesan

Dua misi yang paling menempel buatku adalah Death Factory dan Hill 493. Kedua misi ini benar-benar memperlihatkan sisi brutal perang, bagaimana medan bisa tiba-tiba jadi mengerikan. Walau campaign ini jelas bernuansa Hollywood generik, momen-momen tersebut cukup memberi dampak emosional.

Gameplay Campaign

Semua variasi gameplay—baik bagian stealth, kendaraan, maupun escort—aku anggap seru. Memang, stealth section terasa sedikit kurang solid, tapi tetap memberi variasi yang menyenangkan.

AI musuh dan kawan terasa standar. Mereka tidak buruk, tapi rekan tim tidak terlalu membantu, lebih berfungsi untuk membangun suasana perang yang intens. Untungnya, shooting feel sangat memuaskan. Setiap tembakan terasa berat dan feedback-nya jelas. Varian senjata, dari SMG, AR, LMG, shotgun, hingga marksman rifle, semuanya berguna meski perbedaan antar jenis terasa lebih ke damage dan jumlah musuh yang bisa ditangani.

Cerita dan Karakter

Kalau bicara soal cerita, aku merasa ini drama perang yang generik ala Hollywood. Karakter ada, emosi ada, tapi tidak sampai meninggalkan kesan mendalam. Soal akurasi sejarah, jelas lebih ke arah dramatisasi untuk hiburan ketimbang representasi autentik Perang Dunia II.

Audio & Musik

Di sisi audio, sound design adalah highlight. Suara tembakan, ledakan, dan ambience perang benar-benar nendang, dengan arah suara yang jelas. Sayangnya, OST terasa generik, sekadar pengisi latar tanpa melodi memorable. Sebaliknya, voice acting tampil kuat dan meyakinkan, membantu menghadirkan suasana perang yang intens.

Visual & Performa

Meski sudah berumur delapan tahun, grafiknya masih oke dan epik. Lighting, detail material, dan animasi masih enak dilihat di 2025. Aku main di preset rata kanan (Ultra) dan performanya mulus tanpa stutter atau crash. Opsi grafis cukup fleksibel, dan aku tidak menemukan bug berarti di campaign. Dari segi presentasi, Call of Duty: WWII tetap pantas disebut sebagai game yang bagus.

Multiplayer di 2025: Realita Pahit

Di sisi multiplayer, pengalaman tahun 2025 ini mengecewakan. Saat aku mencoba mencari match, aku menunggu sekitar satu menit dan hasilnya nihil—tidak ada pemain sama sekali. Dengan kata lain, multiplayer sudah mati total.

Aku tidak bisa menilai ping, balancing, map design, atau SBMM karena memang tidak ada yang bisa dimasuki. Jadi buat pemain yang berharap menemukan pengalaman multiplayer Call of Duty klasik di sini, jawabannya jelas: tidak ada lagi. Mode kompetitif dan progression multiplayer praktis hanya tersisa di catatan sejarah.

Nazi Zombies: Atmosfer Ada, Tapi Sepi

Mode Call of Duty: WWII Nazi Zombies awalnya cukup menjanjikan. Atmosfernya seram, meskipun buat gamer horor sejati ini terasa agak arcade. Aku sempat menjajal prolog saja, karena sekali lagi: tidak ada pemain lain di matchmaking. Untuk solo, wave awal cukup jelas dan bisa dipahami, tapi progres seperti senjata spesial, perk, dan Pack-a-Punch tidak sempat kurasakan penuh.

Artinya, mode ini hanya bisa dinikmati jika kamu punya teman main bareng atau memang senang main solo. Kalau mengandalkan matchmaking publik di 2025, jawabannya lagi-lagi: tidak ada.

Harga & Nilai di 2025

Harga resmi Call of Duty: WWII di platform digital saat ini masih Rp 891.000 untuk versi standar. Aku sendiri bermain lewat Game Pass, jadi tidak mengeluarkan biaya langsung. Tapi kalau ditanya soal harga pantas di 2025, menurutku Rp 100.000 adalah nilai wajar, dan kalau ada diskon di bawah Rp 60.000, baru layak diambil.

Membeli game ini dengan harga penuh hanya untuk campaign jelas tidak sebanding, apalagi multiplayer dan Zombies sudah sepi.

Rekomendasi: Untuk Siapa?

Di 2025, aku hanya bisa merekomendasikan Call of Duty: WWII untuk:

  • Fans berat Call of Duty yang ingin menamatkan semua seri.
  • Pemain yang suka campaign perang singkat dengan nuansa Hollywood.
  • Fans Nazi Zombies yang rela main solo atau bareng teman privat.

Namun, ada catatan keras: kalau tujuanmu multiplayer, jangan harap apa-apa. Game ini sudah sepi dan hanya menyisakan campaign serta Nazi Zombies solo.

Kesimpulan

Review Call of Duty: WWII di 2025 menunjukkan bahwa game ini masih punya campaign solid, visual epik, dan audio yang kuat. Sayangnya, multiplayer dan Nazi Zombies praktis sudah mati. Dengan harga resmi yang tidak masuk akal, aku hanya bisa bilang: mainkan kalau kamu punya akses lewat Game Pass atau diskon besar.

Untuk nostalgia campaign perang sinematik, Call of Duty: WWII masih layak. Tapi untuk pengalaman penuh Call of Duty—multiplayer ramai, progression hidup—game ini sudah jadi masa lalu.

Mahouka Koukou no Rettousei Movie: Yotsuba Keishou-hen Siap Tayang 2026

0

Acara Aniplex Online Fest 2025 resmi mengumumkan detail terbaru untuk film anime Mahouka Koukou no Rettousei Movie: Yotsuba Keishou-hen (The Irregular at Magic High School The Movie: Yotsuba Succession Arc). Film ini merupakan adaptasi dari light novel karya Tsutomu Satou dan dijadwalkan tayang pada 2026.

Teaser Trailer

Cast Baru

  • Katsushige Shibata — Daisuke Ono
  • Yuuka Tsukuba — Ai Kayano

Staff Produksi

Film ini akan disutradarai kembali oleh Jimmy Stone (season 3 Mahouka) di bawah studio 8bit. Kana Ishida, ilustrator orisinal, kembali sebagai desainer karakter, sementara musik tetap ditangani oleh Taku Iwasaki. Aniplex akan mendistribusikan film ini.

Sejarah Adaptasi Mahouka

  • Season 1: Diproduksi oleh Madhouse, tayang 26 episode (Spring–Summer 2014).
  • Season 2 & 3: Diproduksi oleh 8bit, masing-masing 13 episode (Fall 2020 & Spring 2024).
  • Movie 2017: Hoshi wo Yobu Shoujo.
  • Special 2021: Tsuioku-hen (Reminiscence Arc).

Light Novel & Sequel

Tsutomu Satou menulis seri ini di Shousetsuka ni Narou (2008–2011) sebelum diterbitkan oleh Kadokawa melalui label Dengeki Bunko. Serial utama berakhir pada volume ke-32 (2011–2020).

Sequel Zoku Mahouka Koukou no Rettousei: Magian Company dimulai pada 2020, dengan volume ke-10 terbit pada 10 Juni 2025.

Untuk pasar global, Yen Press melisensi light novel ini sejak 2015. Hingga kini, 25 volume sudah diterbitkan, dengan volume 26 dijadwalkan rilis pada 10 Januari 2026.

Review STAR WARS Battlefront (2015) di 2025: Grafis Masih Nendang, Server Sudah Sunyi

0

Di 2025 ini, aku akhirnya mencoba STAR WARS Battlefront (2015)—versi Ultimate Edition di PC via EA App. Durasi mainku sekitar 1–2 jam; cukup untuk mencicipi berbagai mode melawan bot karena… ya, servernya sepi. Ini bukan nostalgia replay, ini benar-benar pertama kali aku menyentuh Battlefront 2015 di era sekarang. Pertanyaannya: apakah game ini masih layak dibeli dan dimainkan di 2025?

Review STAR WARS Battlefront (2015) Versi Narasi

Review ini juga tersedia dalam bentuk video narasi yang saya bacakan. Di video tersebut, kamu bisa menonton versi singkat dari ulasan ini. Silakan klik di sini untuk menuju channel gaming saya, atau langsung tonton melalui pemutar di bawah.

Gameplay STAR WARS Battlefront (2015)

Konteks & Metode Pengujian

Aku bermain STAR WARS Battlefront memakai keyboard–mouse (KBM) dan fokus menjajal mode-mode multiplayer melawan bot karena tidak menemukan pemain di lobby. Dari sisi teknis, aku main native (game tidak menawarkan upscaler) dengan opsi grafis yang terasa fleksibel. Catatan penting: ada bug menu grafis di kasusku—aku ingin jalan di 1440p di monitor 1080p via DSR, tapi pengaturan di dalam game justru mengunci kembali ke 1080p. Solusinya aku set dari NVIDIA App, namun setelah itu kalau membuka menu grafis in-game jadi kacau dan cenderung mereset. Di luar itu, sesi berjalan mulus tanpa crash.

Mode & Cara Main di 2025: Bot Jadi Andalan

Secara konten, Battlefront 2015 menawarkan banyak “panggung” Star Wars—dari duel blaster sampai peran hero dan kendaraan ikonik. Masalahnya, di 2025 lobby kosong. Praktis, pengalaman bermain akan sangat bergantung pada melawan bot. Untuk sekadar “menghirup” atmosfer Star Wars, ini masih bisa, tetapi buat yang mencari dinamika PVP, jelas kurang. Boleh dibilang, game ini “hidup” sebagai sand-box Star Wars pribadi, bukan sebagai shooter online yang ramai.

Gunplay, TTK, dan Movement

Rasa blaster-nya satisfying. Suara “pew-pew” khas Star Wars diimbangi recoil dan feedback yang terasa pas di tangan, bukan sekadar laser ringan tanpa bobot. TTK terasa pas—cukup cepat untuk bikin duel intens, tapi tidak instan. Movement agak kaku, namun masih enak dipakai; aku bisa adaptasi tanpa perlu waktu lama. Soal Star Cards/power-up, aku belum menguji semua, tapi beberapa terasa OP di kondisi tertentu. Karena aku bermain lawan bot, potensi “meta” yang bikin jengkel di PVP mungkin tidak terlalu kerasa—tapi potongan rasanya sudah terlihat.

Heroes & Kendaraan: Seru, tapi Bisa Mengganggu Keseimbangan

Heroes & Villains

Mengambil peran Luke, Vader, dan mungkin kawan-kawan itu fun—nggak ada yang menyangkal. Mereka memberi momen “aku adalah pahlawan film” yang sulit ditiru game lain. Konsekuensinya, balance bisa rusak. Ketika hero turun ke medan, tempo permainan langsung condong. Seru untuk power fantasy, tetapi untuk kompetitif yang sehat, sensasinya bisa bikin “timpang”.

Kendaraan

X-Wing/TIE, AT-ST, speeder—semua gampang dipelajari, hanya butuh sedikit penyesuaian kontrol. Di tangan pemula pun, kendaraan bisa memberi kontribusi dan momen sinematik. Untukku, inilah sisi yang menambah “rasa Star Wars” tanpa perlu jago—cukup naik, berputar, dan rasakan fantasi perangnya.

Audio & Musik: Vibes Star Wars yang “Nge-Gigit”

Sound design-nya epik. Mungkin karena telinga kita sudah “terdidik” oleh Star Wars, tiap letupan dan dengung blaster langsung terdengar keren. OST-nya berasa Star Wars banget, masuk di momen yang tepat dan mendorong tensi aksi. Positional audio bekerja baik—arah suara jelas—meski di game third-person keunggulan ini terkadang tidak selalu krusial. Dengan headset, nuansa sinematik makin hidup.

Visual di 2025: “Serius Ini 2015?”

Hal yang paling mengejutkan: grafiknya masih kelihatan cakep di 2025. Di banyak game modern, kita sering melihat downgrade di detail material, lighting, atau presentasi efek. Di Battlefront 2015, presentasi tetap solid: bersih, sinematik, dan “mengkilap” dengan cara yang menyenangkan mata. Aku sempat bertanya dalam hati, “Ini benar rilis 2015?” Kesan itu muncul bukan karena game ini tiba-tiba jadi next-gen, melainkan karena standar visualnya waktu itu sudah tinggi—dan sampai sekarang masih memuaskan.

Performa & Teknis: Mulus, Tapi Menu Grafis Bikin Elus Dada

Soal performa: mulus. Aku tidak menemukan stutter atau crash selama sesi. Catatan minus hanya di menu grafispengaturan DSR 1440p via NVIDIA App berujung mengacaukan menu display in-game dan memaksa balik ke 1080p ketika kubuka ulang. Ini tidak membuat game tidak bisa dimainkan, tetapi mengganggu fleksibilitas bagi pemain yang suka tweaker resolusi.

Server & Matchmaking di 2025: Fakta Pahit

Game ini sudah sepi. Aku tidak menemukan match berisi pemain lain; semua yang kucoba adalah melawan bot. Ping/latency aman kalaupun ada, tapi ya buat apa kalau lawan AI? Buat yang mencari PVP, Battlefront 2015 di 2025 praktis “mati”. Ini realita yang harus diingat sebelum membeli.

Progression & Monetisasi: Aman, tapi Rasa “Kosong”

Aku tidak memperhatikan progression secara mendalam karena fokusku menikmati feel bermain. Di kasusku, senjata terlihat langsung unlock, sehingga motivasi grind hampir tidak terasa. Di satu sisi aman—tidak ada kesan paywall yang menghalangi. Di sisi lain, loop progresinya jadi kurang greget untuk jangka panjang, apalagi tanpa komunitas PVP.

Harga & Nilai: Realistis Saja

Saat artikel ini dibuat STAR WARS Battlefront Ultimate Edition dipatok Rp 239.000 (tidak ada edisi lainnya). Menurutku, tidak pantas untuk kondisi 2025 di mana server kosong dan pengalamanmu praktis bot-only. Kalau sekadar “buat grafik yang masih nendang”, Rp 100.000 masih bisa dimengerti. Harga ideal versi aku: Rp 50.000 – Rp 80.000. Ambil saat diskon di bawah Rp 30.000 kalau ingin aman. Itu barulah “harga nostalgia grafis + vibes Star Wars”.

Rekomendasi: Siapa yang Cocok, Siapa yang Sebaiknya Skip

Aku tidak merekomendasikan Battlefront 2015 untuk pemain yang mencari keseruan PVP atau berharap jump-in cepat ke lobby ramai—itu tidak ada. Namun, kalau kamu fans Star Wars yang mendambakan vibes sinematik, ingin koleksi, atau cuma pengin main “taman bermain” Star Wars melawan bot, game ini masih bisa dinikmati—asal kamu sadar konsekuensinya: server sepi, tidak ada campaign/cerita, dan nilai beli yang tidak sebanding di harga normal saat ini.

Putusan Akhir STAR WARS Battlefront

STAR WARS Battlefront (2015) di 2025 adalah anomali menarik: visual dan audio masih memukau, gunplay solid, kendaraan fun, tapi ekosistem onlinenya hilang. Untuk kolektor dan pecinta atmosfer Star Wars, ia masih punya “spark” yang layak dicicipi kalau harganya tepat. Untuk gamer yang mencari multiplayer hidup atau konten naratif, maaf—ini bukan tempatnya.

Skor? Nanti—itu bagianmu. Dari aku, saran belinya jelas: tunggu diskon besar atau lewatkan saja kalau tujuanmu bukan sekadar menikmati vibes.

Yasei no Last Boss ga Arawareta! Siap Tayang 4 Oktober 2025

0

Anime Yasei no Last Boss ga Arawareta! (Wild Last Boss Appeared!) karya Firehead dan YahaKo semakin dekat penayangannya. Staf produksi resmi mengungkap tambahan pengisi suara, visual terbaru, trailer ketiga, serta detail mengenai preview tayang awal.

Yasei no Last Boss ga Arawareta, Wild Last Boss Appeared
Yasei no Last Boss ga Arawareta! (Wild Last Boss Appeared!) – Visual 3 – ⒸFire Head/EARTH STAR Entertainment/A Wild Last Boss Appeared! Production Committee ⒸFire Head/EARTH STAR Entertainment/A Wild Last Boss Appeared! Project

Jadwal Tayang

  • Streaming perdana: 27 September 2025, pukul 22:30 JST di ABEMA dan U-NEXT.
  • TV debut: 4 Oktober 2025 di Tokyo MX pukul 22:30 JST. Akan dilanjutkan penayangan di BS Asahi dan Kansai TV mulai 5 Oktober.
  • World premiere: Sudah lebih dulu diputar di Anime Expo 2025.

Cast Baru

  • Orm (Demon King) — Shou Hayami
  • Mars — Miyu Irino
  • Jupiter — Yoshitsugu Matsuoka
  • Southern Cross Sei — Shun Horie

Anime ini juga dibintangi oleh Ami Koshimizu (Lufas), Yuri Usui (Dina), Yukina Shutō (Aries), Hisako Tōjō (Libra), Naoya Uchida (Aigokeros), Mika Kanai (Parthenos), Kokoro Ōmori (Virgo), Shunsuke Takeuchi (Alioth), Tomoaki Maeno (Megrez), Daisuke Hirakawa (Merak), serta Satomi Akesaka (Benetnasch).

Trailer Ketiga Yasei no Last Boss ga Arawareta

Staff Produksi

  • Director: Yūya Horiuchi
  • Studio: Wao World
  • Produksi: WOWMAX
  • Series Scripts: Kazuyuki Fudeyasu
  • Character Design: Maiko Ebisawa
  • Music: TECHNOBOYS PULCRAFT GREEN-FUND
  • Opening Theme: Level wo Agete Butsuri de Naguru — Kishida Kyōdan & The Akeboshi Rockets
  • Ending Theme: Migi Hidari — Yuka Nagase

Sinopsis

Tahun 2800 kalender Mizgard, penguasa legendaris Rufus Mafarl atau Black-Winged Conqueror dikalahkan oleh Seven Heroes dan disegel. Namun, 200 tahun kemudian, segelnya terlepas dan sang overlord Lufas kembali bangkit di tengah dunia yang kini terancam oleh devilfolk. Kebangkitan ini memicu perubahan besar dalam keseimbangan kekuatan yang rapuh.

Adaptasi Game

Franchise ini juga akan hadir dalam bentuk gim berjudul A Wild Last Boss Appeared! ~Black-Winged Survivor~, yang rilis pada 5 Oktober 2025 (6 Oktober di Steam). Gim ini akan tersedia untuk Nintendo Switch, PlayStation 4, PlayStation 5, dan PC via Steam, dengan dukungan bahasa Jepang, Inggris, Mandarin tradisional, dan Mandarin sederhana.

Publikasi Novel & Manga

  • Light Novel: Dimulai di Shōsetsuka ni Narō pada 2015, berakhir 2017. Earth Star Entertainment merilis 9 volume hingga April 2019. Versi Inggris diterbitkan oleh J-Novel Club.
  • Manga: Adaptasi oleh Tsubasa Hazuki di situs Comic Earth Star sejak 2017. J-Novel Club juga merilis versi Inggris.
  • Total peredaran buku (novel + manga) telah mencapai 1,4 juta eksemplar.

Meet the Worlds of KyoAni Umumkan Pengumuman Anime Baru — 25 Oktober 2025

0

Kyoto Animation mengumumkan bahwa mereka akan mengungkap proyek anime terbaru pada 25 Oktober 2025 dalam acara KyoAni no Sekai-ten (Meet the Worlds of KyoAni). Acara ini akan berlangsung pada 25–26 Oktober di Miyako Messe Event Hall, Kyoto, dengan sesi khusus bertajuk Kyoto Animation 2026 New Work Announcement Stage yang dijadwalkan pada pukul 14:00 JST (01:00 EDT).

Lineup promo video yang dirilis turut menampilkan karya-karya KyoAni sejak tahun 2018, yang juga akan dipamerkan dalam acara ini.

Proyek KyoAni Terbaru

Kyoto Animation saat ini juga sedang mengerjakan beberapa proyek penting:

  • CITY The Animation — sudah tayang sejak 6 Juli 2025, eksklusif di Amazon Prime Video.
  • Miss Kobayashi’s Dragon Maid: A Lonely Dragon Wants to be Loved — film anime yang rilis di Jepang pada 27 Juni 2025. Crunchyroll dijadwalkan menayangkannya di bioskop Amerika Serikat mulai 20 Oktober 2025.
  • Sound! Euphonium, The Final Movie — proyek film terakhir dengan judul Saishū Gakushō Hibike! Euphonium Zenpen, yang dijadwalkan tayang pada Musim Semi 2026. Proyek ini akan terbagi menjadi dua hingga tiga bagian.

BOFURI: I Don’t Want to Get Hurt, so I’ll Max Out My Defense — Dub Thailand & Indonesia Rupanya Sudah Resmi Ditambahkan!

0

Crunchyroll baru saja menambahkan dub bahasa Thailand dan bahasa Indonesia untuk kedua musim BOFURI: I Don’t Want to Get Hurt, so I’ll Max Out My Defense. Season pertama tayang di Jepang sejak Januari 2020, dan season kedua menyusul pada Januari 2023 — keduanya disiarkan juga oleh Muse Asia secara simulcast saat rilis di Jepang.


Sinopsis Singkat

Maple, karakter utamanya, memilih strategi “all-defense” alias menaruh semua poin abilitas ke Vitality agar jadi tak terkalahkan—baik dari serangan fisik, sihir, maupun efek status. Meski dia sendiri cuma main santai, reputasinya sebagai “boss terakhir” di server tumbuh, menarik perhatian yang tak terduga dari komunitas game.

Victoria of Many Faces Diumumkan Dapatkan Adaptasi Anime

0

Kadokawa resmi mengumumkan bahwa light novel karya Syuu dengan ilustrasi Nanna Fujimi, Tefuda ga Oome no Victoria (Victoria of Many Faces), akan mendapatkan adaptasi anime.

Vidio Promosi Pengumuman Victoria of Many Faces

Cast Utama

  • Victoria — Chika Anzai
  • Nonn — Shion Wakayama
  • Jeffrey — Yōhei Azakami

Staff Produksi

Anime ini diarahkan oleh Nobukage Kimura di Studio DEEN. Naohiro Fukushima dipercaya menangani naskah, sementara Mina Ōsawa mendesain karakter. Frontier Works berperan dalam perencanaan karya orisinal.

Cerita

Dalam dunia yang dipenuhi bayangan para mata-mata, Chloe dikenal karena keterampilan penyamaran dan bela dirinya yang tak tertandingi. Namun, setelah dikhianati oleh bosnya, ia menghilang dan memilih hidup baru sebagai warga biasa bernama Victoria di kerajaan Ashberry. Sayangnya, ketenangan itu tidak bertahan lama karena masa lalunya kembali membayanginya, membawa intrik baru dengan pangeran kedua dan berbagai pihak yang tertarik pada kekuatannya.

Asal Usul & Publikasi

Syuu mulai menulis cerita ini di situs Shōsetsuka ni Narō pada Desember 2021, dengan pembaruan terakhir pada Februari 2022. Kadokawa kemudian merilis volume ketiga novel cetak pada Januari 2024.

Adaptasi manga digarap oleh Komo Ushino dan diluncurkan di situs Flos Comic milik Kadokawa pada Desember 2022. Volume kelima manga ini dijadwalkan rilis pada 17 September 2025.

Untuk pembaca global, Yen Press merilis novel maupun manga ini dalam bahasa Inggris.

Anime ini diharapkan dapat membawa kisah penuh intrik, aksi, dan sisi personal seorang wanita dengan “banyak wajah” ke layar kaca.

Izure Saikyou no Renkinjutsushi? Umumkan Season 2 — Produksi Sedang Berjalan

0

Situs resmi anime Izure Saikyou no Renkinjutsushi? (Possibly the Greatest Alchemist of All Time) mengumumkan bahwa season kedua sedang dalam tahap produksi. Untuk merayakan kabar ini, mangaka Tarou Sasakama merilis sebuah ilustrasi peringatan khusus.

Informasi Anime

Musim pertama diproduksi oleh Studio Comet dan tayang sebanyak 12 episode pada Winter 2025. Penayangannya juga tersedia melalui Crunchyroll dengan pilihan subtitle dan dubbing dalam berbagai bahasa.

Asal Usul Cerita

Anime ini mengadaptasi light novel bergenre fantasi-petualangan karya Maru Kogitsune, yang mulai dipublikasikan di situs AlphaPolis pada Agustus 2017. Volume pertamanya dengan ilustrasi dari Hitogome terbit pada Februari 2018. Hingga kini, novel ini telah mencapai 18 volume dengan total sirkulasi lebih dari 1,7 juta eksemplar. Menariknya, pengumuman musim kedua juga muncul pada pita pembungkus volume ke-18 yang baru saja dirilis.

Adaptasi Manga

Selain light novel, kisah ini juga memiliki adaptasi manga yang dikerjakan langsung oleh Tarou Sasakama. Manga ini mulai terbit di situs AlphaPolis sejak Agustus 2018 dan telah mencapai 8 volume pada Desember 2024.

Rilis Internasional

Untuk pembaca global, AlphaPolis merilis manga versi digital dalam bahasa Inggris melalui aplikasi Alpha Manga sejak Maret 2023. Hingga saat ini, 7 volume sudah tersedia dalam bahasa Inggris, dengan volume terbaru diterbitkan pada Desember 2024.

Dengan kabar baik ini, penggemar bisa menantikan kembalinya sang alkemis dalam petualangan baru yang pastinya lebih menegangkan dan penuh intrik.

Toumei Otoko to Ningen Onna: Sonouchi Fuufu ni Naru Futari Umumkan Jadwal Tayang — Januari 2026

0

Situs resmi anime Toumei Otoko to Ningen Onna: Sonouchi Fuufu ni Naru Futari (The Invisible Man and His Soon-to-Be Wife) akhirnya mengungkap detail terbaru, termasuk tambahan pengisi suara, staf, lagu tema, serta trailer perdana. Adaptasi dari manga komedi romantis karya Iwatobineko ini dijadwalkan tayang pada Januari 2026.

Trailer Toumei Otoko to Ningen Onna

Cast Baru

  • Luna Jarashi — Riho Sugiyama
  • Daichi Kikira — Masaya Fukunishi

Staff Produksi

  • Director & Series Composition: Mitsuho Seta
  • Character Design: Kairi Unabara
  • Music: Ruka Kawada
  • Studio: Project No.9

Tambahan staf teknis juga diumumkan, termasuk Akane Kasasagi (sub-character design), Mahiru Shinya (prop design), dan Chika Murayama (art director). Produksi musik ditangani oleh Pony Canyon.

Lagu Tema

  • Opening Theme: Ding-dong — Mao Abe
  • Ending Theme: Hoshimegane — Kaori Ishihara
    Kedua lagu ini sudah diperdengarkan dalam trailer terbaru.

Informasi Manga

Toumei Otoko to Ningen Onna awalnya dipublikasikan oleh Iwatobineko sebagai webcomic di X pada Maret 2021. Futabasha kemudian mengakuisisi manga ini pada September 2021, dan sudah menerbitkan volume ke-7 pada 14 Juli 2025.

Untuk rilis internasional, Seven Seas Entertainment melisensikan manga ini dalam bahasa Inggris sejak Juli 2022, dengan volume ke-5 dirilis pada 4 Maret 2025. Volume ke-6 dijadwalkan terbit pada 30 Desember 2025.

Dengan premis unik yang memadukan fantasi dan romansa ringan, anime ini diharapkan menjadi tontonan segar di awal 2026.

Bukiyou na Senpai (My Awkward Senpai) Umumkan Tanggal Tayang — 2 Oktober 2025

0

Situs resmi anime Bukiyou na Senpai (My Awkward Senpai) karya Makoto Kudo mengumumkan bahwa serial ini akan tayang perdana pada 2 Oktober 2025 di Tokyo MX pukul 22:00 JST, disusul siaran di BS NTV pukul 23:00 JST. Anime ini juga akan tersedia via U-NEXT dan Anime Hōdai di Jepang mulai pukul 22:30 JST pada hari yang sama. Penayangan di saluran AT-X dijadwalkan pada 3 Oktober, sementara layanan streaming lain akan mulai menghadirkannya pada 6 Oktober.

Cast Utama

  • Azusa Kannawa — Lynn
  • Yū Kamegawa — Shōgo Sakata
  • Miho Hotta — Ami Maeshima
  • Ritsu Kankaiji — Mitsuki Saiga

Staff Produksi

Anime ini diarahkan oleh Ayumu Kotake (Acro Trip) di studio Elle. Mio Inoue (Slow Start, Wonderful Precure!) menangani penulisan naskah, sementara Kenrō Tokuda (Acro Trip) mendesain karakter. Musik digarap oleh Kōji Fujimoto.

Tema Lagu

  • Opening Theme: Bukiyō na I love you dibawakan oleh angela
  • Ending Theme: Bukiyō ni Kimi no Tonari dibawakan oleh Ami Maeshima

Informasi Manga

Manga ini pertama kali diposting oleh Makoto Kudo di akun X/Twitter pada Maret 2019. Serialisasinya dimulai di majalah Young Gangan milik Square Enix pada Desember 2019. Volume ke-9 terbit pada 25 Maret 2025, dengan Volume ke-10 dijadwalkan rilis pada 25 September 2025.

Untuk pembaca internasional, manga ini tersedia dalam bahasa Inggris secara digital melalui Comikey dan layanan Manga UP! Global milik Square Enix.

Sinopsis

Kannawa-senpai terkenal dengan sifatnya yang kikuk dan tidak luwes. Kehidupannya berubah ketika ia bertemu dengan Kamegawa, kouhai barunya yang imut, sedikit kutu buku, dan mudah diajak bicara. Seiring waktu, hubungan yang diawali canggung ini perlahan berkembang, membawa nuansa romansa ringan penuh momen hangat dan tawa.

Anime ini siap menghadirkan kisah romansa komedi penuh interaksi polos antara Senpai dan Kouhai yang serba salah, namun menggemaskan.

Tsue to Tsurugi no Wistoria Season 2 Umumkan Tanggal Tayang — April 2026

0

Situs resmi anime Tsue to Tsurugi no Wistoria Season 2 (Wistoria: Wand and Sword Season 2) mengungkap staf baru, teaser visual, dan teaser trailer untuk musim keduanya. Serial fantasi aksi adaptasi manga karya Fujino Omori dan Toshi Aoi ini dijadwalkan tayang pada April 2026.

Teaser Trailer Tsue to Tsurugi no Wistoria Season 2

Staf Produksi

  • Chief Director: Tatsuya Yoshihara (sutradara musim pertama)
  • Director: Hideaki Nakano
  • Studio: Actas, Bandai Namco Pictures
  • Character Design & Chief Animation Director: Sayaka Ono (kembali)
  • Music Composer: Yuuki Hayashi (kembali)

Informasi Musim Pertama

Musim pertama anime ini tayang sebanyak 12 episode pada Musim Panas 2024, dengan distribusi internasional melalui Crunchyroll dalam bentuk subtitle dan dubbing multi-bahasa.

Info Manga & Novel

Manga Tsue to Tsurugi no Wistoria memulai serialisasi di majalah Bessatsu Shounen Magazine pada Desember 2020. Kodansha menerbitkan Volume ke-13 pada 9 Juli 2025.

Selain manga utama, Omori juga menulis novel prekuel berjudul Tsue to Tsurugi no Wistoria Grimo Acta: Hajimari no Namida pada Juli 2024, dengan ilustrasi dari Yuunagi.

Untuk pasar global, Kodansha USA melisensikan manga ini pada November 2021. Volume ke-9 terbit pada 27 Mei 2025, sementara Volume ke-10 dijadwalkan rilis 25 November 2025.

Dengan kehadiran staf baru di kursi sutradara, Wistoria Season 2 diperkirakan akan memberikan nuansa berbeda sekaligus melanjutkan intensitas cerita yang telah dibangun sejak musim pertamanya.

The World’s Strongest Rearguard Umumkan Adaptasi Anime — Berdasarkan Light Novel Tōwa

0

Situs teaser resmi dibuka pada hari Senin untuk mengumumkan adaptasi anime dari light novel The World’s Strongest Rearguard: Labyrinth Country’s Novice Seeker (Sekai Saikyou no Kouei: Meikyuukoku no Shinjin Tansakusha) karya Tōwa. Pengumuman ini turut menampilkan ilustrasi perayaan dari ilustrator novel Huuka Kazabana dan mangaka adaptasi komik Rikizo.

Sinopsis Sekai Saikyou no Kouei

Kisah bermula saat Arihito Atobe, seorang pekerja kantoran yang tewas dalam kecelakaan bus, bereinkarnasi ke dunia fantasi sebagai seorang Seeker. Berbeda dengan job kelas petarung pada umumnya, ia mendapatkan kelas langka bernama “Rearguard.” Tugasnya adalah berada di barisan belakang untuk memberi dukungan penuh: meningkatkan serangan, pertahanan, serta pemulihan tim. Uniknya, hanya dengan berada di posisi itu, rasa kedekatan para anggota party (yang semuanya perempuan) terhadapnya juga meningkat. Bebas dari penat kehidupan korporat, Arihito kini bertekad memulai hidup baru sebagai petualang pemula.

Info Light Novel

Tōwa meluncurkan seri ini di situs Shōsetsuka ni Narō pada April 2017. Kadokawa kemudian menerbitkan volume pertama dengan ilustrasi oleh Kazabana pada November 2017. Hingga kini, seri ini telah mencapai sembilan volume, dengan volume kesembilan dijadwalkan terbit pada Rabu, 2025.

Manga Adaptasi

Adaptasi manga oleh Rikizo mulai terbit di situs Comic Walker milik Kadokawa sejak Maret 2018. Volume pertamanya dirilis pada September 2018, dan hingga 21 Februari 2025, total sembilan volume sudah beredar.

Lisensi Internasional

Yen Press menerbitkan baik novel maupun manga adaptasi dalam bahasa Inggris, menghadirkan kisah Arihito ke pasar global.

Dengan premis unik yang menempatkan karakter utama bukan sebagai pahlawan garis depan, melainkan sebagai pendukung vital di belakang layar, The World’s Strongest Rearguard diposisikan sebagai salah satu judul adaptasi isekai-fantasi yang akan menarik perhatian pecinta genre ini.

BanG Dream! Yume∞Mita Umumkan Anime Baru — Tayang 2026

0

Konser Mugendai Mewtype (YumeMita) 4th Live “Unlock the Future” resmi mengumumkan proyek anime baru berjudul BanG Dream! Yume∞Mita. Bersamaan dengan itu, staf produksi dan teaser visual juga diperlihatkan. Serial ini dijadwalkan tayang pada 2026.

BanG Dream! Yume∞Mita

Cerita anime akan berfokus pada Mugendai Mewtype (YumeMita), band virtual yang menjadi bagian dari franchise BanG Dream! atau biasa disingkat Bandori. Sebagai pengiring debut animenya, band ini akan merilis album perdana berjudul “Progress Sign” pada 24 Desember 2025.

Produksi anime ditangani oleh Nichigaline, label baru yang diluncurkan oleh SANZIGEN, sementara PHYZ bertanggung jawab untuk produksi musik.

Latar Franchise BanG Dream!

BanG Dream! merupakan proyek multimedia yang sudah berkembang pesat sejak anime televisi pertamanya ditayangkan pada musim dingin 2017, diproduksi oleh Xebec dan Issen. Season 2 garapan SANZIGEN hadir pada 2019, diikuti Season 3 pada 2020. Kisahnya berlanjut lewat film BanG Dream!: Poppin’ Dream! yang tayang di bioskop Jepang pada Januari 2022.

Franchise ini juga melahirkan sejumlah proyek layar lebar, termasuk BanG Dream! Film Live (2019), Film Live 2nd Stage (2021), serta dua film Episode of Roselia: Yakusoku dan Song I Am. (2021).

Generasi baru franchise ini mulai menyorot band lain, dengan BanG Dream! It’s MyGO!!!!! tayang pada musim panas 2023, dilanjutkan BanG Dream! Ave Mujica (The Die is Cast) pada musim dingin 2025. Proyek terbaru yang kini dalam pengerjaan adalah BanG Dream! It’s MyGO!!!!! / Ave Mujica serta BanG Dream! Ave Mujica Movie.

Dengan hadirnya BanG Dream! Yume∞Mita, franchise Bandori kembali menambah babak baru yang menghadirkan band virtual sebagai bintang utama, menegaskan ekspansi dunia musik dan kisah yang terus berevolusi hingga kini.