LEGO Star Wars: The Skywalker Saga mengantar para pemain dalam petualangan epik yang mencakup sembilan film Star Wars, disajikan dengan sentuhan humor khas LEGO. Bagi penggemar setia waralaba ini, permainan ini menawarkan sensasi nostalgia yang dibalut dengan visual menawan dan pengalaman bermain yang mengasyikkan. Namun, apakah game ini pantas dijajal oleh semua kalangan? Mari kita telusuri lebih dalam.
Tabel Konten Review LEGO Star Wars The Skywalker Saga Cover
Video Review LEGO Star Wars: The Skywalker Saga
Berikut ini adalah review LEGO Star Wars: The Skywalker Saga dalam bentuk narasi video. Jika kamu lebih suka menonton daripada membaca, klik di sini atau tonton video yang tersedia di bawah ini.
Gameplay Video
Gameplay: Sederhana tapi Menghibur
Dari segi gameplay, game LEGO Star Wars: The Skywalker Saga menawarkan mekanik yang cukup sederhana namun tetap menyenangkan. Pertempuran dalam game ini mencakup mekanisme tembak-menembak dan duel lightsaber yang terasa dinamis meskipun tidak terlalu kompleks. Selain itu, pemain juga akan menemukan berbagai puzzle ringan yang dirancang agar mudah dipecahkan, membuatnya cocok bagi gamer casual maupun keluarga yang ingin menikmati petualangan bersama. Salah satu aspek yang paling menarik adalah eksplorasi ke 24 planet berbeda. Meskipun area bermainnya tidak terlalu luas, setiap lokasi dipenuhi dengan detail menarik dan banyak karakter ikonik yang bisa di-unlock, lebih dari 300 karakter, termasuk Luke Skywalker hingga Baby Yoda.
Visual dan Audio: Nostalgia dengan Kualitas Tinggi
Secara visual, game LEGO Star Wars: The Skywalker Saga tampil lebih tajam dibandingkan seri LEGO sebelumnya. Animasi karakter sangat halus, dan efek khusus seperti lightsaber serta blaster tampak mengesankan. Setiap level dirancang dengan pendekatan parodi yang penuh humor, menghadirkan suasana yang ringan dan menghibur.
Tak hanya visual, aspek audio juga menjadi salah satu kekuatan game ini. Musik klasik dari John Williams tetap dipertahankan, memberikan sentuhan nostalgia yang kuat. Efek suara blaster dan lightsaber juga terasa autentik, memberikan pengalaman bermain yang lebih mendalam. Sayangnya, game ini tidak memiliki dubbing dalam bahasa Indonesia, meskipun dialognya cukup sederhana untuk dipahami.
Cerita: Humor Segar dalam Balutan Star Wars
Dari segi cerita, The Skywalker Saga tetap setia dengan alur utama film, tetapi dengan modifikasi penuh humor khas LEGO. Adegan-adegan klasik seperti “I am your father” diubah menjadi versi yang lebih kocak, menjadikannya lebih ringan dan menghibur bagi semua kalangan. Namun, bagi mereka yang belum familiar dengan Star Wars, beberapa lelucon mungkin terasa kurang mengena karena banyak mengandalkan referensi dari film.
Review LEGO Star Wars: The Skywalker Saga
Performa: Lancar Tanpa Hambatan
Dalam hal performa, game LEGO Star Wars: The Skywalker Saga cukup impresif. Dengan menggunakan SSD, waktu loading antar planet hanya sekitar enam detik kurang lebih, dan tidak ada kendala seperti frame drop atau bug yang mengganggu. Bahkan pada pengaturan grafis tertinggi, game ini tetap berjalan dengan lancar.
Kelebihan dan Kekurangan
Tidak semua aspek dari game LEGO Star Wars: The Skywalker Saga ini sempurna. Beberapa kelemahan yang cukup mencolok adalah alur cerita utamanya yang sering kali terasa terburu-buru dan humor yang terlalu berlebihan, sehingga beberapa momen penting bisa membingungkan bagi mereka yang belum pernah menonton Star Wars atau tidak akrab dengan cerita aslinya. Selain itu, eksplorasi planet dalam game ini terasa terbatas, berbeda dengan kebanyakan game berjenis dunia terbuka. Beberapa misi sampingan juga cenderung repetitif, yang berpotensi membuat sejumlah pemain cepat merasa bosan. Namun demikian, keunggulan dari game ini terletak pada humornya dan fokus pada keseruan bermain, yang dapat dinikmati oleh segala usia dan siapa saja.
LEGO Star Wars The Skywalker Saga
Kesimpulan
Jika Anda penggemar Star Wars yang ingin bernostalgia, atau mencari game co-op yang seru dimainkan bersama teman atau keluarga, LEGO Star Wars: The Skywalker Saga adalah pilihan yang solid. Namun, bagi mereka yang mencari tantangan lebih dalam atau eksplorasi yang lebih luas, game ini mungkin terasa kurang memuaskan. Game ini tetap menjadi salah satu judul LEGO terbaik yang pernah dibuat.
FAQ
Apakah game ini memiliki mode multiplayer?
Ya, game ini mendukung mode co-op lokal untuk dua pemain.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan game ini?
Sekitar 20 jam untuk menyelesaikan cerita utama, dan lebih dari 50 jam jika ingin mengumpulkan semua konten dalam game.
Apakah game ini worth it dengan harga penuh?
Jika tidak terburu-buru, lebih baik menunggu diskon kecil agar lebih worth it.
Sekarang aku akan review Assassin’s Creed Unity adalah game yang dirilis pada November 2014, membawa pemain ke tengah Revolusi Prancis dengan visual memukau dan cerita yang menarik. Namun, di balik keindahannya, game ini dihantui oleh masalah teknis dan gameplay yang kurang memuaskan. Apakah game ini layak dimainkan? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini!
Jika kamu ingin review versi video narasinya, kamu biosa lihat dibawah ini atau di sini.
Gameplay Assassin’s Creed Unity
Informasi Dasar & Pengenalan
Assassin’s Creed Unity adalah game bergenre aksi, stealth, parkour, dan RPG dengan dunia terbuka. Game ini tersedia di platform PC, PlayStation 4, dan Xbox One.
Latar belakang sejarah yang diangkat adalah Revolusi Prancis, dengan kota Paris sebagai setting utama. Pemain berperan sebagai Arno, seorang Assassin yang berusaha membalas dendam atas kematian ayah dan ayah angkatnya.
Gameplay: Parkur Buruk, Tapi Stealth Menantang
Gameplay Assassin’s Creed Unity menawarkan kombinasi parkour, stealth, dan pertarungan senjata. Sayangnya, sistem parkour dalam game ini sangat buruk. Karakter sering bergerak ke arah yang tidak diinginkan, lambat, dan bahkan tidak bisa naik ke jalur parkour yang seharusnya bisa diakses. Ini membuat banyak misi menjadi frustrasi, terutama saat harus melarikan diri atau menyusup tanpa ketahuan.
Di sisi lain, gameplay stealth-nya cukup menantang dan memuaskan. Pemain bisa menggunakan berbagai alat Assassin seperti pistol, bom asap, dan senjata tersembunyi untuk menyelesaikan misi secara diam-diam. Namun, sistem cover (bersembunyi) sering tidak berfungsi, membuat misi stealth lebih sulit dari yang seharusnya.
Pertarungan menggunakan senjata seperti pedang juga menarik, tetapi mode ini lebih sulit karena musuh bisa memanggil bala bantuan dengan cepat. Penembak jitu juga menjadi ancaman serius, membuat pertarungan terbuka lebih menantang.
Review Assassin’s Creed Unity – Gambar 1
Visual & Desain: Kota Paris yang Hidup
Untuk game yang dirilis pada 2014, kualitas grafis Assassin’s Creed Unity sangat memukau. Kota Paris digambarkan dengan detail yang luar biasa, penuh dengan NPC yang ramai dan lingkungan yang hidup. Namun, setelah beberapa jam bermain, kamu mungkin akan menyadari bahwa gerakan NPC terlihat repetitif dan kurang variatif.
Desain karakter dan NPC mendukung atmosfer era Revolusi Prancis. Arno dan karakter lainnya terlihat detail, meskipun beberapa animasi wajah terlihat kaku.
Narasi & Karakter: Cerita Menarik, Tapi Ending Dipaksakan
Cerita Assassin’s Creed Unity berfokus pada Arno, seorang Assassin yang berusaha membalas dendam atas kematian ayah dan ayah angkatnya. Kisahnya dipenuhi dengan intrik, pengkhianatan, dan romansa tragis dengan Elise, kekasihnya.
Pengembangan karakter Arno dan Elise cukup baik, tetapi ending cerita terasa dipaksakan dan kurang masuk akal. [Spoiler] Arno seharusnya bisa menggunakan kemampuan Assassin-nya untuk mengalahkan Germain, bos utama, tetapi alih-alih melakukan itu, dia hanya berlari mendekati Germain yang sedang bertarung dengan Elise. Akibatnya, Elise tewas, dan endingnya terasa terlalu dipaksakan untuk menciptakan drama.
Review Assassin’s Creed Unity – Gambar 2
Durasi & Nilai Ulang Main
Cerita Utama: 12–17 jam.
Misi Sampingan & Eksplorasi: 80–100 jam.
DLC:Dead Kings menambah konten tambahan.
Nilai ulang main game ini ada, terutama jika kamu ingin mencoba mode co-op atau menyelesaikan semua misi sampingan. Namun, masalah teknis dan parkur yang buruk mungkin mengurangi minat untuk bermain ulang.
Performa Teknis: Banyak Bug, Tapi Tanpa Frame Drop
Assassin’s Creed Unity terkenal karena banyaknya bug saat rilis. Masalah parkur, jalur NPC, dan kemunculan NPC yang aneh sering mengganggu pengalaman bermain. Namun, game ini tidak mengalami frame drop, bahkan di area yang ramai.
Audio & Sulih Suara: Atmosfer yang Mendukung
Soundtrack Assassin’s Creed Unity sangat memukau, dengan musik orkestra yang menciptakan atmosfer dramatis dan epik. Efek suara seperti langkah kaki, suara kerumunan, dan dentuman meriam juga sangat detail, menambah imersi dalam dunia game.
Sulih suara dalam bahasa Inggris cukup baik, meskipun beberapa dialog terkesan datar. Namun, dub dalam bahasa Prancis (jika dipilih) memberikan pengalaman yang lebih autentik, sesuai dengan setting game.
Target Audiens & Rekomendasi
Game ini cocok untuk pemain yang menyukai cerita padat, dunia terbuka yang luas, dan tantangan stealth. Namun, bagi pemain yang tidak sabar dengan bug dan masalah teknis, game ini mungkin kurang cocok.
Kelebihan vs Kekurangan
Assassin’s Creed Unity memiliki banyak kelebihan yang membuatnya layak dimainkan. Pertama, ceritanya yang menarik dan penuh intrik berhasil membuat pemain terlibat secara emosional. Kedua, visual game ini sangat memukau, dengan kota Paris yang hidup dan detail lingkungan yang luar biasa. Ketiga, gameplay stealth-nya menantang dan memuaskan, meskipun sistem cover sering tidak berfungsi.
Namun, game ini juga memiliki beberapa kekurangan yang signifikan. Sistem parkur yang buruk dan sering bug membuat banyak misi menjadi frustrasi. Level deteksi musuh yang terlalu agresif juga membuat gameplay stealth terasa lebih sulit dari yang seharusnya. Selain itu, ending cerita yang dipaksakan dan kurang memuaskan meninggalkan rasa kecewa.
FAQ (Pertanyaan Umum)
Apakah Assassin’s Creed Unity memiliki mode co-op?
Ya, game ini memiliki mode co-op untuk 2–4 pemain.
Apakah bug masih ada di versi terbaru?
Beberapa bug masih ada, terutama terkait parkur dan NPC.
Apakah game ini cocok untuk pemain baru?
Ya, tetapi pemain baru mungkin perlu waktu untuk membiasakan diri dengan sistem parkur yang buruk.
Kesimpulan
Assassin’s Creed Unity adalah game yang menawarkan pengalaman bermain yang ambisius dengan cerita yang menarik, visual memukau, dan gameplay stealth yang menantang. Game ini berhasil menghidupkan era Revolusi Prancis melalui kota Paris yang detail dan penuh kehidupan. Setiap sudut kota dirancang dengan cermat, mulai dari kerumunan NPC hingga arsitektur bangunan yang ikonik, menciptakan atmosfer yang imersif. Ceritanya, yang berfokus pada Arno dan perjalanannya untuk membalas dendam, dipenuhi dengan intrik, pengkhianatan, dan romansa tragis yang membuat pemain terlibat secara emosional.
Namun, di balik kelebihannya, Assassin’s Creed Unity dihantui oleh masalah teknis yang signifikan. Sistem parkur yang buruk sering membuat karakter bergerak ke arah yang tidak diinginkan, lambat, atau bahkan tidak bisa naik ke jalur yang seharusnya bisa diakses. Ini membuat banyak misi menjadi frustrasi, terutama saat harus melarikan diri atau menyusup tanpa ketahuan. Selain itu, bug yang sering muncul, seperti jalur NPC yang aneh atau kemunculan NPC yang tiba-tiba, mengganggu pengalaman bermain.
Ending cerita juga menjadi titik lemah. Meskipun narasi secara keseluruhan menarik, akhir yang dipaksakan dan kurang masuk akal meninggalkan rasa kecewa. [Spoiler] Arno seharusnya bisa menggunakan kemampuan Assassin-nya untuk mengalahkan Germain, tetapi alih-alih melakukan itu, dia hanya berlari mendekati Germain yang sedang bertarung dengan Elise, yang berujung pada kematian Elise.
Secara keseluruhan, Assassin’s Creed Unity adalah game yang layak dimainkan, terutama bagi penggemar seri Assassin’s Creed atau pemain yang menyukai setting sejarah. Namun, masalah teknis dan parkur yang buruk membuat game ini tidak mencapai potensi maksimalnya. Jika kamu bisa melewati masalah tersebut, game ini masih menawarkan pengalaman yang memuaskan.
Metro Last Light Redux adalah sekuel dari Metro 2033 yang membawa pemain kembali ke dunia pasca-apokaliptik yang gelap dan menegangkan. Dengan grafis yang ditingkatkan, gameplay yang lebih halus, dan cerita yang lebih dalam, game ini berhasil menarik perhatian penggemar FPS survival horor. Namun, apakah Metro Last Light Redux benar-benar sempurna? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini!
Tabel Konten Artikel
Review Metro Last Light ReduxVersi Narasi Video
Jika kamu enggan membaca, kamu bisa menonton versi video narasinya di sini.
Gameplay Metro Last Light Redux
Detail Review Metro Last Light Redux
Latar Belakang Cerita & Setting
Metro Last Light Redux melanjutkan kisah Artyom, protagonis dari Metro 2033. Cerita ini berfokus pada dampak dari bad ending di seri sebelumnya, di mana Artyom bersama faksinya yaitu Polis, menghancurkan rumah Dark Ones dengan rudal yang di temukan di D6. Game ini menggali lebih dalam tentang ras Dark Ones dan efek kehancuran yang ditimbulkan oleh keputusan Artyom.
Setting dunia masih sama seperti Metro 2033, tetapi kali ini, pemain lebih banyak menjelajahi permukaan yang hancur akibat perang nuklir. Kota Moscow yang rusak, udara beracun, dan fenomena aneh semakin memperkaya atmosfer game ini.
Metro Last Light Redux – Gambar 1
Gameplay: Kombat Lebih Baik, Tapi Masih Ada Masalah
Gameplay Metro Last Light Redux mengalami peningkatan signifikan dibandingkan pendahulunya. Sistem kombat dan stealth menjadi lebih halus, dengan variasi senjata yang lebih banyak. Pemain juga bisa mempersiapkan senjata sesuai kebutuhan, seperti senjata senyap untuk misi stealth karna biasanya ada pedagang jika kita memasuki area dengan suasana survival yang berbeda.
Namun, beberapa elemen gameplay masih bermasalah. Manajemen amunisi tetap sama, tetapi sistem oksigen terasa terlalu cepat habis. Dalam 5 menit, oksigen bisa terasa lebih cepat habis jika pemain memilih eksplorasi, dan persediaannya sangat terbatas hingga pertengahan game. Ini memaksa pemain untuk bermain cepat, lalu juga NPC sering berjalan sangat lambat, membuat oksigen terbuang sia-sia.
Fitur baru seperti mengelap kaca masker oksigen yang kotor (akibat cipratan air, lumpur, atau darah) menambah realisme, tetapi tidak cukup untuk mengimbangi masalah sistem oksigen yang kurang seimbang.
Metro Last Light Redux – Gambar 2
Visual & Desain: Atmosfer yang Imersif
Grafis Metro Last Light Redux mengalami peningkatan signifikan dibandingkan versi sebelumnya, terutama dalam hal desain lingkungan. Dunia permukaan yang hancur dan lorong metro yang gelap disajikan dengan detail yang sangat mendalam dan memberikan pengalaman yang imersif. Namun, detail karakter dan monster terasa kurang memadai, terutama jika dimainkan pada tahun 2025 dan seterusnya. Meskipun demikian, pada masa peluncurannya, visual karakter tersebut masih tergolong mengesankan dan berkualitas baik.
Detail senjata cukup bagus, tetapi kurang terlihat karena suasana gelap dan tidak adanya animasi pemeriksaan senjata seperti di game modern.
Metro Last Light Redux – Gambar 3
Narasi & Karakter: Cerita yang Lebih Dalam
Cerita Metro Last Light Redux lebih kompleks dan emosional dibandingkan pendahulunya. Artyom, sang protagonis, harus menghadapi konsekuensi dari keputusannya di Metro 2033. Game ini juga memperkenalkan lebih banyak tentang Dark Ones dan dampak kehancuran rumah mereka.
Pilihan moral masih ada, dan setiap keputusan pemain bisa memengaruhi akhir cerita. Namun, detail cerita hanya bisa diketahui melalui catatan yang tersebar di seluruh game, yang mungkin dilewatkan beberapa pemain.
Metro Last Light Redux – Gambar 4
Audio: Atmosfer Menegangkan, tapi Voice Acting Kurang
Soundtrack dan efek suara game ini sangat bagus, menciptakan atmosfer yang menegangkan. Namun, voice acting dalam bahasa Inggris terkesan datar dan kurang emosional. Sebaliknya, dub bahasa Rusia atau Ukraina terasa lebih hidup.
Masalah suara dialog NPC yang hilang atau hampir tak terdengar, seperti di Metro 2033, masih ada di game ini.
Durasi & Nilai Ulang Main
Metro Last Light Redux menawarkan pengalaman bermain yang cukup padat. Jika kamu fokus menyelesaikan cerita utama tanpa banyak eksplorasi, game ini bisa diselesaikan dalam sekitar 8 jam. Namun, jika kamu suka menjelajahi setiap sudut dunia game dan mencari catatan tersembunyi, durasinya bisa mencapai 10–12 jam.
Game ini juga menawarkan dua mode tambahan yang bisa disesuaikan dengan preferensi pemain:
Spartan Mode: Cocok untuk pemain yang lebih suka aksi cepat dan intens.
Survival Mode: Lebih menekankan aspek horor dan survival, cocok untuk pemain yang ingin merasakan ketegangan sebenarnya dari dunia pasca-apokaliptik.
Selain itu, ada beberapa tingkat kesulitan yang bisa dipilih, mulai dari Normal hingga Ranger Hardcore. Di mode Ranger Hardcore, pemain tidak memiliki UI atau HUD, damage yang diterima lebih tinggi, dan sumber daya sangat terbatas. Ini adalah tantangan ekstra bagi pemain yang ingin menguji keterampilan mereka.
Namun, nilai ulang main game ini tergantung pada preferensi pemain. Jika kamu hanya tertarik pada cerita, mungkin game ini cukup dimainkan sekali. Tapi, bagi pemain yang menyukai tantangan atau ingin mencoba mode kesulitan tinggi, Metro Last Light Redux masih bisa memberikan pengalaman yang menarik.
Performa Teknis: Stabil, tapi Ada Bug
Secara umum, performa game ini stabil tanpa frame drop. Namun, ada bug fatal di salah satu stage yang membuat pemain tidak bisa mengklik apa pun. Bug ini sangat mengganggu dan memengaruhi pengalaman bermain.
Performa Teknis: Stabil, tapi Ada Bug yang Mengganggu
Secara umum, Metro Last Light Redux menawarkan performa yang stabil di platform PC. Saya memainkan game ini dengan resolusi DSR 2K, dan pengalaman bermainnya cukup lancar tanpa frame drop yang signifikan. Bahkan, masalah frame drop yang sering terjadi di Metro 2033 (seperti di stage jembatan metro) tidak terulang di game ini.
Namun, ada satu bug yang cukup fatal dan sangat mengganggu. Di salah satu stage, game tiba-tiba tidak merespons klik mouse, membuat pemain tidak bisa berinteraksi dengan apa pun. Bug ini hanya terjadi di stage tersebut, tetapi cukup merusak momentum permainan. Jika kamu penasaran, kamu bisa melihat contoh bug ini di gameplay saya di Part 8, menit ke-6.
Target Audiens & Rekomendasi: Cocok untuk Pemain Dewasa
Metro Last Light Redux adalah game yang cocok untuk berbagai jenis pemain, mulai dari pemain kasual hingga FPS hardcore. Bagi pemain yang menyukai tantangan, mode Ranger Hardcore akan memberikan pengalaman yang sangat menantang dengan sumber daya terbatas dan tanpa UI/HUD.
Namun, perlu diingat bahwa game ini mengandung konten dewasa yang lebih eksplisit dibandingkan pendahulunya. Adegan gore yang lebih intens, adegan vulgar, dan bahkan ketelanjangan membuat game ini lebih cocok untuk pemain berusia 21 tahun ke atas. Meskipun game ini memiliki rating 18+, beberapa adegan dan tema yang diangkat mungkin tidak pantas untuk pemain yang lebih muda.
Bagi penggemar cerita pasca-apokaliptik dan atmosfer horor yang intens, Metro Last Light Redux adalah pilihan yang tepat. Namun, jika kamu mencari game dengan gameplay yang ringan atau cocok untuk semua usia, mungkin game ini bukan pilihan terbaik.
Metro Last Light Redux – Gambar 5
Kelebihan vs Kekurangan: Atmosfer Horor yang Memukau, tapi Masih Ada Kekurangan
Metro Last Light Redux memiliki banyak hal yang patut diapresiasi. Pertama, atmosfer horor game ini benar-benar memukau. Dengan fokus cerita yang lebih banyak mengeksplorasi aktivitas paranormal dan jiwa manusia yang terjebak setelah ledakan nuklir, game ini berhasil menciptakan ketegangan yang intens.
Gameplay-nya juga mengalami peningkatan signifikan dibandingkan Metro 2033. Kombat dan stealth lebih halus, dan variasi senjata yang lebih banyak memberikan fleksibilitas dalam menghadapi tantangan. Narasi game ini juga lebih dalam dan emosional, dengan pilihan moral yang memengaruhi akhir cerita.
Namun, game ini tidak tanpa kekurangan. Salah satu masalah utama adalah voice acting dalam bahasa Inggris yang terkesan datar dan kurang emosional. Meskipun ada opsi dub bahasa Rusia atau Ukraina yang lebih hidup, tidak semua pemain merasa nyaman dengan subtitle.
Selain itu, sistem manajemen oksigen terasa tidak seimbang. Di beberapa stage, persediaan oksigen sangat terbatas, memaksa pemain untuk bermain cepat. Padahal, NPC sering berjalan lambat, membuat oksigen terbuang sia-sia. Ini bisa membuat pengalaman bermain terasa frustrasi, terutama di stage yang membutuhkan eksplorasi lebih banyak.
FAQ (Pertanyaan Umum)
Apakah Metro Last Light Redux cocok untuk pemain kasual?
Ya, tetapi pemain kasual mungkin kesulitan dengan sistem survival yang menantang.
Berapa lama durasi menyelesaikan game?
8–12 jam, tergantung eksplorasi dan tingkat kesulitan.
Apakah ada perbedaan signifikan dengan versi aslinya?
Ya, grafis dan gameplay lebih baik, tetapi cerita dan setting tetap sama.
Kesimpulan: Atmosfer Horor yang Memukau, tapi Masih Ada Kekurangan
Metro Last Light Redux adalah sekuel yang berhasil meningkatkan banyak aspek dari pendahulunya. Dengan atmosfer horor yang intens, gameplay yang lebih halus, dan narasi yang dalam, game ini berhasil menciptakan pengalaman bermain yang memikat. Visual lingkungan yang detail dan soundtrack yang autentik semakin memperkaya dunia pasca-apokaliptik yang gelap dan menegangkan.
Namun, game ini tidak tanpa kekurangan. Voice acting dalam bahasa Inggris terkesan datar dan kurang emosional, meskipun dub bahasa Rusia atau Ukraina lebih hidup. Sistem manajemen oksigen juga terasa tidak seimbang, dengan persediaan yang terlalu terbatas di beberapa stage. Selain itu, bug fatal di salah satu stage bisa sangat mengganggu pengalaman bermain.
Meskipun begitu, Metro Last Light Redux tetap layak dimainkan, terutama bagi penggemar FPS survival horor. Dengan pilihan mode dan tingkat kesulitan yang bervariasi, game ini menawarkan tantangan yang sesuai dengan preferensi pemain. Namun, konten dewasa seperti adegan vulgar dan gore yang lebih eksplisit membuat game ini lebih cocok untuk pemain berusia 21 tahun ke atas.
Kena Bridge of Spirits adalah game aksi-petualangan yang dikembangkan oleh Ember Lab. Sejak rilis, game ini langsung menarik perhatian berkat visualnya yang mirip film Pixar dan cerita yang mengharu biru. Namun, di balik keindahannya, game ini menyimpan kontroversi tersembunyi. Apakah Kena: Bridge of Spirits layak dimainkan untuk semua usia? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini!
Review Kena Bridge of Spirits – Gambar 1
Daftar Isi Konten
Review Versi Narasi Video
Gameplay
Lihat video gameplay Kena Bridge of Spirits di channel youtube disini.
Ulasan Game Kena Bridge of Spirits
Gameplay: Kombat Seru, Puzzle Frustrasi
Game ini menawarkan mekanik gameplay yang mudah dipelajari. Kombatnya responsif, walau mungkin pemain akan butuh sedikit adaptasi untuk melakukan gerakan menangkis serangan musuh, dan pemain bisa meng-upgrade kemampuan Kena melalui skill tree. Sepanjang petualangan, kamu akan ditemani oleh Rot, makhluk spirit kecil yang imut dan membantu dalam pertarungan serta eksplorasi.
Review Kena Bridge of Spirits – Gambar 2
Namun, tidak semua elemen gameplay sempurna. Puzzle dalam game ini saya nilai buruk karena minim petunjuk. Pemain harus mencoba-coba untuk menyelesaikannya, yang bisa membuat frustrasi dan akhirnya melihat petunjuk di internet. Di sisi lain, eksplorasi di dunia terbuka game ini sangat menyenangkan. Kamu akan menjelajahi hutan, desa, dan kuil yang indah sambil ditemani oleh Rot dan iringan musik yang menenangkan.
Review Kena Bridge of Spirits – Gambar 3
Visual & Audio: Disney Meets Bali
Salah satu daya tarik utama Kena Bridge of Spirits adalah visualnya yang memukau. Gaya grafisnya mirip film Disney atau Pixar atau pun DreamWorks, dengan karakter dan lingkungan yang warna-warni. Rot, si makhluk spirit, sangat menggemaskan dan menjadi maskot yang sempurna untuk game ini.
Review Kena Bridge of Spirits – Gambar 4
Yang menarik, game ini terinspirasi oleh budaya Bali. Nuansa Bali terasa kuat melalui arsitektur, hutan tropis, dan ornamen tradisional yang di parodikan. Soundtrack-nya juga didominasi oleh musik tradisional Bali, yang membuat pengalaman bermain semakin kaya dan autentik.
Narasi & Karakter: Emosional tapi Kontroversial
Cerita Kena Bridge of Spirits berfokus pada Kena, seorang pemuda spirit guide yang bertugas menyembuhkan roh yang terkorupsi dan memulihkan alam. Setiap bos dalam game ini—Taro, Adira, dan Toshi—memiliki latar belakang emosional yang dalam dan cerita yang menarik.
Review Kena Bridge of Spirits – Gambar 5
Namun, ada kontroversi tersembunyi dalam cerita game ini. Adegan yang melibatkan karakter Adira dianggap mengandung muatan seksual terselubung. Meskipun tidak vulgar, simbolisme yang digunakan bisa memicu tafsiran dewasa. Oleh karena itu, meskipun game ini direkomendasikan untuk usia 12+, sebaiknya dimainkan oleh pemain berusia 18+.
Review Kena Bridge of Spirits – Gambar 6
Performa Teknis: Indah tapi Terkadang Laggy
Di platform PC, Kena Bridge of Spirits menawarkan visual yang memukau, tetapi tidak tanpa masalah. Saya mengalami frame drop di area padat, seperti hutan atau desa rusak. Masalah ini kemungkinan besar disebabkan oleh kurangnya optimalisasi pramuat konten game.
Sejauh ini, saya telah memainkan game ini di PC tanpa mengalami penurunan frame rate yang signifikan. Namun, jika kamu melihat videoku dari bagian 1 hingga bagian 8, kamu mungkin akan melihat beberapa kekacauan yang disebabkan oleh penurunan frame rate saat gameplay. Hal ini terjadi karena saya sedang merekam, sehingga pengaturan game tidak dapat dioptimalkan secara maksimal.
Saya menggunakan RTX 2060 dengan RAM 32GB saat mainkan game ini. Setelah mencoba mengatur game untuk performa yang lebih optimal, saya masih menemui masalah penurunan frame rate, terutama saat berpindah secara mendadak di area dengan banyak objek, seperti pepohonan, bangunan yang hancur, dan lainnya.
Review Kena Bridge of Spirits – Gambar 7
Dari pengalaman ini, saya menyimpulkan bahwa penurunan frame rate di Kena Bridge of Spirits bisa terjadi meskipun pengaturan game telah disesuaikan, kemungkinan besar disebabkan oleh kurangnya optimalisasi dalam pemuatan konten game. Mengingat bahwa game ini merupakan tipe dunia terbuka, menurut saya penurunan frame rate bukan disebabkan oleh kspetifikasi PC saya yang kurang memadai, melainkan karena sistem sedang berusaha memuat banyak konten secara bersamaan dan mendadak.
Lalu, selama bermain game ini, saya tidak menemukan adanya bug.
Durasi & Replay Value
Untuk menyelesaikan cerita utama, kamu membutuhkan waktu sekitar 9–12 jam. Jika kamu ingin mengeksplorasi semua konten sampingan, seperti mengumpulkan kostum untuk Rot dan Kena, durasinya bisa mencapai 20–26 jam. Namun, dengan harga Rp 169.999 saat artikel ini dibuat, game Kena Bridge of Spirits ini masih wajar dan pantas dibeli.
Sayangnya, nilai ulang main game ini tergolong rendah. Setelah menyelesaikan cerita utama dan konten sampingan, tidak banyak hal yang bisa dilakukan kecuali mengulang untuk koleksi atau speedrun.
Review Kena Bridge of Spirits – Gambar 8
Kelebihan vs Kekurangan
Kelebihan:
Visual memukau ala Disney/Pixar.
Soundtrack tradisional Bali yang autentik.
Karakter bos dengan cerita yang dalam.
Rot, si maskot menggemaskan.
Kekurangan:
Puzzle tidak intuitif dan frustrasi.
Frame drop di area padat.
Konten dewasa tersembunyi.
NPC terbatas dan hanya muncul di misi utama.
FAQ (Pertanyaan Umum)
Apakah Kena: Bridge of Spirits cocok untuk anak-anak?
Tidak. Meskipun berlabel 12+, terdapat konten simbolis yang bersifat dewasa dan tersembunyi, sehingga tidak sesuai untuk anak-anak.
Bagaimana cara mengatasi frame drop di PC?
Aktifkan mode Performance untuk DLSS, kemudian atur Depth of Field menjadi Limited. Jika masih mengalami penurunan frame rate, pertimbangkan untuk menyesuaikan pengaturan lainnya ke pilihan medium.
Berapa lama durasi menyelesaikan game?
9–12 jam untuk cerita utama, 20+ jam untuk 100% penyelesaian.
Apakah Rot bisa dikostumisasi?
Ya! Ada koleksi topeng lucu untuk Rot dan kostum Kena yang bisa dibeli dengan mata uang dalam game yang bisa dicari dengan mudah.
Kesimpulan Review Kena Bridge of Spirits
Kena Bridge of Spirits adalah game yang layak diapresiasi sebagai debut gemilang dari Ember Lab. Dengan visual yang memukau ala film Pixar, soundtrack tradisional Bali, Indonesia yang autentik, dan narasi emosional yang menyentuh, game ini berhasil menciptakan pengalaman bermain yang unik dan memikat. Rot, si makhluk spirit yang menggemaskan, menjadi salah satu daya tarik utama yang membuat pemain jatuh cinta pada game ini.
Namun, di balik keindahannya, Kena: Bridge of Spirits tidak luput dari kekurangan. Desain puzzle yang tidak intuitif dan minim petunjuk bisa membuat pemain frustrasi, terutama bagi mereka yang tidak terbiasa dengan tantangan semacam ini. Selain itu, meskipun dunia terbukanya indah, beberapa area terasa kosong dan kurang interaktif, yang sedikit mengurangi kesan eksplorasi.
Salah satu aspek yang paling kontroversial adalah adanya konten dewasa tersembunyi, khususnya dalam cerita karakter Adira. Meskipun tidak disajikan secara eksplisit, simbolisme yang digunakan bisa memicu tafsiran dewasa. Hal ini membuat rekomendasi usia 12+ terasa kurang tepat. Sebaiknya, game ini ditujukan untuk pemain berusia 18+ atau 21+ yang sudah bisa memahami konteks cerita dengan lebih bijak.
Dari segi performa, Kena Bridge of Spirits menawarkan visual yang memukau, tetapi tidak tanpa masalah teknis. Saya saat bermain alami frame drop di area padat, seperti hutan atau desa rusak. Masalah ini kemungkinan besar disebabkan oleh kurangnya optimalisasi pramuat konten game. Namun, dengan menyesuaikan pengaturan grafis, pemain masih bisa menikmati game ini dengan lancar.
Secara keseluruhan, Kena: Bridge of Spirits adalah game yang layak dimainkan, terutama bagi penggemar genre aksi-petualangan dengan cerita yang dalam. Meskipun ada beberapa kekurangan, game ini berhasil menciptakan pengalaman bermain yang memukau dan menghibur. Jika kamu mencari game dengan visual indah, narasi emosional, dan tantangan yang cukup menantang, Kena: Bridge of Spirits adalah pilihan yang tepat.
Kali ini kita akan review Tomb Raider (2013), yang merupakan game pertama dalam seri Tomb Raider yang menghadirkan visual modern dan mekanisme semi-open-world, bisa dikatakan sebagai versi reboot era kedua dalam bagian Survivor Trilogy. Saya memainkan ulang game ini setelah tujuh tahun kemudian, pengalaman tersebut terasa segar kembali. Saya pertama kali memainkannya pada tahun 2018 dan kini, di tahun 2025, saya kembali mengeksplorasi petualangan Lara Croft dari awal kembali dengan kisah dan gameplay sudah terlupakan.
Tabel Konten Artikel Review Tomb Raider (2013)
Review Versi Narasi Video Tomb Raider (2013)
Jika kamu lebih tertarik untuk mendengar, kamu bisa lihat review versi vidio dibawah ini, atau klik disini.
Daftar Gameplay Video Tomb Raider (2013)
Gameplay dan Mekanisme
Kesan pertama main game Tomb Raider sangat menarik. Dari awal cerita, pemain sudah disuguhkan adegan yang menegangkan dengan prolog yang dipenuhi aksi seru.
Sistem pertarungan dalam game ini sangat menyenangkan dan cukup menantang, bahkan dalam mode easy. Sayangnya, elemen stealth dalam game ini tidak begitu dominan dan lebih bersifat opsional. Eksplorasi dalam game ini lebih berfokus pada menjelajahi makam dan pemecahan teka-teki yang bervariasi tingkat kesulitannya, dari yang mudah hingga cukup sulit.
Review Game Tomb Raider (2013) – Aksi
Kontrol gamenya cukup sederhana dan mudah dikuasai, meskipun ada sedikit tantangan dalam membiasakan diri dengan tombol lari dan berjalan. Secara default, karakter akan selalu berlari, sementara berjalan harus menggunakan tombol Ctrl, sedangkan Shift digunakan untuk dodge. Hal ini mungkin membingungkan bagi pemain yang terbiasa menggunakan Shift untuk berlari dan Ctrl untuk jongkok.
Ada kekurangan lain yang membuat saya bingung saat bermain game ini, yaitu mengenai penggunaan tombol untuk granat atau peledak lainnya. Pada layar game ini, tidak ada tampilan khusus untuk tombol tersebut. Umumnya, tombol untuk menggunakan granat adalah ‘G’, tetapi di sini tidak demikian. Jadi, setelah satu minggu tidak bermain, saya lupa tombol untuk menggunakan granat.
Grafis dan Desain Dunia
Untuk standar tahun 2014, kualitas grafis Tomb Raider bisa dikatakan sangat bagus. Bahkan di tahun 2025 ini, grafisnya masih tergolong memukau. Ekspresi wajah karakter dalam game ini cukup realistis, sesuatu yang jarang ditemukan pada game jadul yang biasanya memiliki ekspresi datar.
Review Game Tomb Raider (2013) – Yamatai
Desain lingkungannya juga sangat menarik. Tidak ada bagian peta yang terasa kosong atau tidak berguna, sehingga eksplorasi menjadi pengalaman yang menyenangkan. Setiap sudut dunia dalam game ini terasa hidup dan mendukung suasana petualangan dengan sempurna.
Cerita dan Karakter
Cerita dalam Tomb Raider cukup menarik, meskipun beberapa bagian mungkin tidak langsung dipahami oleh pemain karena detail cerita banyak tersaji dalam bentuk jurnal dan catatan kuno yang ditemukan selama permainan. Namun, tanpa mencari semua artefak atau membaca catatan, pemain tetap bisa menikmati cerita utamanya dengan baik atau secara umum.
Pengembangan karakter Lara Croft terasa kuat, meskipun terkadang terasa sedikit berlebihan. Sebagai seorang wanita, Lara mampu mengalahkan banyak musuh bersenjata dan bertahan dari berbagai rintangan nyaris tanpa cacat. Keberuntungan yang dimilikinya terasa terlalu tinggi, yang mungkin bagi sebagian pemain terasa kurang realistis.
Review Game Tomb Raider (2013) – Roth
Karakter pendukung dalam game ini cukup berkesan. Setiap karakter memiliki peran penting dalam alur cerita. Salah satu karakter yang paling menonjol bagiku dan juga spesial adalah Roth, yang menganggap Lara seperti putrinya sendiri. Roth selalu mendukung dan memberikan semangat kepada Lara, serta mengenali potensinya dalam petualangan dan pencarian misteri.
Audio dan Musik
Pengisi suara dalam game ini sangat bagus. Setiap karakter memiliki suara dengan emosi yang pas, sehingga tidak ada dialog yang terasa datar atau kurang ekspresif. Musik dan efek suara juga mendukung suasana game, membuat momen-momen tegang menjadi lebih dramatis dan aksi terasa lebih intens.
Kelebihan dan Kekurangan Tomb Raider (2013)
Kelebihan:
Teka-teki yang bervariasi dan menantang.
Cerita yang menarik dan mampu membuat pemain tetap terlibat.
Adegan aksi yang intens dan tidak membosankan.
Grafis yang masih relevan dan enak dipandang hingga saat ini.
Desain dunia yang hidup dan penuh detail.
Kekurangan:
Beberapa gerakan aksi karakter terasa kurang natural, terutama saat menggunakan tali.
Transisi senjata terasa aneh karena senjata yang tidak digunakan menghilang dari tubuh karakter.
Beberapa aspek detail cerita hanya bisa dipahami jika pemain membaca jurnal dan catatan kuno.
Tombol key penggunaan senjata tidak ada dalam layar ui game.
Review Game Tomb Raider (2013) – Adegan
Kesimpulan dan Rekomendasi Tomb Raider (2013)
Tomb Raider (2013) masih sangat layak dimainkan hingga sekarang. Grafisnya tetap bagus, gameplay-nya seru, dan cerita yang disajikan tetap menarik, baik untuk pemain lama maupun baru. Bagi penggemar Tomb Raider, game ini merupakan pengalaman yang wajib dicoba. Dengan berbagai kelebihan yang dimilikinya, game ini tetap menjadi salah satu yang terbaik dalam genre action-adventure.
“A Story About My Uncle” adalah game petualangan naratif yang membawa pemain ke dalam dunia fantasi yang memukau, diisi dengan elemen cerita dongeng yang kuat. Game ini menonjol berkat mekanisme traversal berbasis grappling hook serta desain dunia yang sangat imersif. Tetapi, bagaimana keseluruhan pengalaman yang ditawarkan oleh game ini? Berikut adalah Review A Story About My Uncle.
Ulasan Versi Video
Tabel Konten Review A Story About My Uncle
Cerita dan Narasi
Cerita dalam “A Story About My Uncle” menyajikan suasana dongeng yang memikat. Narasinya dikembangkan melalui interaksi dengan dunia serta disertai dengan berbagai elemen tersembunyi yang menambah kedalaman latar belakang cerita. Namun begitu, kisah ini berpotensi terasa kurang utuh karena beberapa informasi penting tersembunyi di lokasi yang sulit dijangkau atau mudah diabaikan jika pemain tidak cukup eksploratif, yang disebabkan kesulitan dalam melakukan grappling hook atau perihal lainnya.
Meskipun akhir cerita ini cukup wajar untuk sebuah dongeng, perasaan kurang puas mungkin muncul akibat penyelesaian yang terlihat ambigu atau terkesan terlalu sederhana. Namun, hal ini dapat dimengerti, mengingat bahwa dongeng sering kali memiliki akhir yang terbuka untuk berbagai interpretasi/pemahaman.
Gameplay
Mekanika game A Story About My Uncle sangat sederhana, dengan kontrol utama yang hanya mencakup tombol spasi dan klik mouse. Penggunaan grappling hook untuk melompat dari satu batu ke batu lainnya menambah tantangan yang unik, menciptakan pengalaman yang sekaligus menegangkan dan memuaskan.
Tingkat kesulitan dalam game ini sangat bergantung pada kemampuan pemain dalam memprediksi jarak dan akurasi. Salah satu tantangan terbesar dapat ditemukan di peta “Chasms,” yang gelap dan sulit untuk dinavigasi. Pemain mungkin akan bisa merasa frustrasi akibat minimnya panduan visual di kawasan ini, yang menuntut kreativitas untuk mengatasi berbagai rintangan yang ada.
Sebagai contoh, pengalaman bermain saya di lokasi tersebut sangat membuat frustrasi. Saya menghabiskan waktu hingga 15 menit lebih hanya untuk melewati satu rintangan, yang tidak dilengkapi dengan panduan visual. Selain itu, bebatuan berwarna hitam hampir menyerupai warna dasar jurang, membuatnya semakin sulit untuk dikenali.
Gameplay Youtube
Kamu dapat melihat gameplay dari game ini melalui playlist di bawah ini.
Visual dan Desain Dunia
Desain dunia dalam game A Story About My Uncle sangat bervariasi tergantung pada area yang dijelajahi. Desa awal, seperti “Sanctuary” dan “Village,” terasa bisa saja dan kurang begitu menarik. Namun, saat pemain memasuki “Star Haven,” mereka akan disambut oleh pemandangan yang lebih memukau dan penuh warna. Sayangnya, pada bagian akhir permainan, terutama di “Ice Cave,” desain yang ditampilkan cenderung monoton, hanya menampilkan tebing-tebing tanpa elemen pemandangan yang memuaskan untuk dinikmati. Meskipun terdapat elemen menarik di akhir peta atau penghujung cerita, seperti paus besar yang membeku dan mati, sayangnya, tidak ada narasi yang menjelaskan kehadiran elemen tersebut.
Salah satu aspek yang mengecewakan adalah visualisasi karakter, terutama manusia kodok yang merupakan bagian dari masyarakat dalam dongeng ini. Implementasi 3D mereka tampak kurang memuaskan dibandingkan dengan ilustrasi yang ditampilkan dalam game, yang secara estetika cukup menarik.
Audio dan Musik
Musik dalam game ini menciptakan suasana yang santai dan menenangkan, sesuai dengan tema dongeng yang diusung. Tidak ada momen musikal yang terlalu tegang, berbeda dengan game aksi pada umumnya. Kualitas audio dialog juga sangat baik, tanpa adanya kendala teknis yang signifikan.
Durasi dan Harga
Dengan durasi gameplay sekitar dua jam dan harga normal sekitar Rp 130.000, game A Story About My Uncle tampak sedikit mahal, terutama karena tingkat replayability (dimainkan ulang) yang rendah. Harga yang lebih wajar mungkin berada di kisaran Rp 50.000 hingga Rp 80.000, mengingat nilai hiburan yang ditawarkannya hanya untuk satu kali permainan.
Kelebihan dan Kekurangan A Story About My Uncle
Kelebihan:
Cerita dengan elemen dongeng yang menarik.
Tantangan unik dalam penggunaan grappling hook.
Kekurangan:
Lokasi interaksi cerita yang terlalu tersembunyi.
Map “Chasms” yang terlalu gelap dan sulit dinavigasi.
Visual karakter yang kurang memuaskan.
Kesimpulan dan Penilaian
A Story About My Uncle” menawarkan pengalaman petualangan yang unik dengan gameplay berbasis eksplorasi dan cerita fantasi yang menyenangkan. Dengan mekanik lompatan yang kreatif, game ini mengundang pemain untuk menyelami kisah petualangan Nephew. Namun, meskipun konsepnya menarik, kekurangan dalam desain dunia dan kekosongan pada alur cerita membuat pengalaman bermain terasa kurang lengkap. Game ini cocok bagi pemain yang menikmati eksplorasi ringan dan alur cerita dengan nuansa dongeng, meski tanpa banyak pilihan atau variasi.
Metro 2033 Redux adalah sebuah pengalaman bermain yang memukau, membenamkan pemainnya ke dalam dunia pasca-perang nuklir yang kelam dan penuh misteri. Berikut ini adalah ulasan mendalam tentang permainan ini berdasarkan pengalaman pribadi saya.
Daftar Konten Review Metro 2033 Redux
Review Versi Video
Lihat ulasan versi video di sini, jika kamu kurang tertarik untuk membaca.
Daftar Gameplay
Daftar Penilaian
Cerita dan Atmosfer
Saya memilih untuk memainkan Metro 2033 Redux karena alur cerita yang unik, yang berlatar belakang dunia pasca-perang nuklir. Yang menarik, game ini berhasil menangkap atmosfer kota yang terkena dampak serangan nuklir secara mendalam. Meskipun saya belum mencoba versi aslinya, saya merasakan bahwa versi Redux memberikan pengalaman bercerita yang kaya dan menggugah.
Alur cerita dalam game cukup menarik, meskipun tidak sepenuhnya mudah untuk diikuti. Kesulitan ini muncul karena banyaknya elemen yang harus ditemukan dalam bentuk catatan (notes). Meskipun demikian, alur utama tetap dapat dipahami tanpa harus mengumpulkan semua catatan tersebut. Atmosfer dunia pasca-kiamat yang diciptakan terasa sangat imersif, meskipun terdapat beberapa elemen fiksi yang terkesan tidak realistis, seperti kehadiran makhluk-makhluk aneh. Justru keberadaan elemen-elemen ini menambah daya tarik dan memperkaya pengalaman dalam dunia game.
Gameplay
Dari segi gameplay, mekanisme stealth terasa kurang memuaskan karena perilaku NPC seringkali tidak konsisten. Pertarungan melawan makhluk non-manusia, seperti demon, juga terasa kurang mulus. Eksplorasi lingkungan dibatasi oleh alur cerita yang linear; meski begitu, detail lingkungan yang dapat dijelajahi cukup mengesankan untuk ukuran game yang dirilis pada tahun 2014.
Kesulitan utama dalam permainan ini sering kali disebabkan oleh desain level yang tidak memberikan petunjuk arah yang jelas. Sistem antarmuka pengguna untuk menunjukkan tujuan juga kurang memadai, terutama saat menggunakan kacamata malam, karena warna panah tujuan dan latar belakang terlihat sangat mirip. Selain itu, kontrol untuk menampilkan peta (tombol M) terkadang membingungkan, karena berbagi fungsi dengan alat korek api.
Visual dan Audio
Visual dalam Metro 2033 Redux sangat memukau, khususnya suasana dan lingkungan dalam game ini. Meski tampilan karakter yang pada tahun 2014 tampak sangat baik, saat ini di tahun 2025 mulai terasa ketinggalan zaman. Dari segi audio, atmosfer lingkungan dan efek suara senjata sangat memuaskan. Namun, penjiwaan dalam voice acting terdengar datar dan terkadang kurang emosional. Selain itu, sistem audio 3D memiliki beberapa kekurangan, terutama ketika NPC berbicara—suara mereka sering kali menghilang atau terdengar aneh meskipun karakter kita berada di dekat mereka.
Performa dan Masalah Teknis
Saat bermain, saya mendapati beberapa bug, yang dapat kamu lihat di video YouTube saya pada bagian 20 dan 22. Secara umum, performa game cukup mulus tanpa penurunan frame yang signifikan, kecuali pada bagian 13, di mana terjadi penurunan frame saat berada di jembatan kereta dengan tetesan air yang jatuh. Meskipun masalah ini jarang terjadi, gangguan ini cukup mengurangi kenyamanan pengalaman bermain.
Keunikan Game
Salah satu aspek yang membuat game ini begitu menarik adalah desain senjatanya. Senjata-senjata dalam game ini mencerminkan kondisi dunia pasca-nuklir dengan modifikasi yang tampak realistis dan inovatif. Elemen ini menambahkan kedalaman imersi yang memperkuat tema bertahan hidup di dunia yang keras dan tak bersahabat lagi.
Kesimpulan
Metro 2033 Redux adalah game yang masih sangat layak dimainkan di tahun 2025 ini atau mungkin kedepannya, meskipun grafisnya mungkin tidak sepenuhnya sejalan dengan standar visual masa kini. Jalan cerita yang unik dan atmosfer dunianya yang mendalam menjadikan game ini salah satu yang terbaik dalam genre survival. Game ini sangat direkomendasikan untuk para penggemar cerita post-apokaliptik dan pengalaman bertahan hidup.
Meskipun memiliki beberapa kekurangan teknis dan elemen gameplay yang bisa diperbaiki, game ini tetap mampu memberikan pengalaman yang imersif dan mengesankan. Atmosfer dunia pasca-nuklir yang dibangun dengan cermat, ditambah dengan cerita yang padat dan senjata yang unik, membuat game ini tetap relevan dan menyenangkan untuk dimainkan. Game ini juga mengingatkan kita akan pentingnya memadukan elemen narasi dan gameplay untuk menciptakan pengalaman yang kuat dan berkesan. Dengan segala kelebihannya, Metro 2033 Redux adalah sebuah karya yang layak dihargai oleh pemain lama maupun pendatang baru dalam seri ini.
Nilai Akhir
Saya memberikan Metro 2033 Redux skor 8.2 dari 10. Game ini sukses menyuguhkan pengalaman bermain yang memuaskan melalui cerita yang mendalam dan atmosfer yang mengesankan, meskipun terdapat beberapa kekurangan teknis.
Sensasi rock global asal Jepang, BAND-MAID, resmi merilis single terbaru mereka bertajuk ‘Ready to Rock’, lengkap dengan video musik yang penuh energi dan visual memukau. Lagu ini juga diumumkan sebagai lagu pembuka untuk anime terbaru Rock Is a Lady’s Modesty.
Tabel Konten Artikel Press Release
Video musik “Ready to Rock” menghadirkan suasana sekolah dengan atmosfer pertunjukan langsung yang intens, menampilkan para personel BAND-MAID tampil bertenaga dan berkolaborasi dengan para penari untuk pertama kalinya. Perpaduan nuansa anime dan aksi panggung ini menciptakan pengalaman visual luar biasa bagi para penggemar.
Tonton Video Musik BAND-MAID – Ready to Rock
Karya Terbaru & Jejak Global BAND-MAID
Dengan jutaan streaming dan penonton di YouTube, BAND-MAID terus membuktikan diri sebagai kekuatan besar di dunia musik rock dan anime. Tahun 2025 ini menjadi momentum penting, dengan kolaborasi anime kedua mereka melalui Rock Is a Lady’s Modesty, yang diprediksi akan semakin mendongkrak popularitas mereka secara global.
Mulai 10 Mei 2025, BAND-MAID akan menggelar tur nasional bertajuk DAY OF MAID di berbagai kota besar di Jepang. Beberapa tiket konser bahkan sudah terjual habis sejak awal diumumkan!
BAND MAID – VISUAL
Jadwal Tur Jepang 2025
10 Mei – Tokyo@LINE CUBE SHIBUYA – SOLD OUT
17 Mei – Hiroshima@CLUB QUATTRO
18 Mei – Okayama@CRAZYMAMA KINGDOM – SOLD OUT
25 Mei – Shizuoka@HAMAMATSU MADOWAKU – SOLD OUT
31 Mei – Niigata@LOTS
20 & 21 Juni – Osaka@GORILLA HALL (21 Juni SOLD OUT)
28 Juni – Miyagi@SENDAI GIGS
12 Juli – Tokyo@TOYOSU PIT
26 Juli – Hokkaido@SAPPORO FACTORY HALL
2 Agustus – Kumamoto@B.9 V1
3 Agustus – Fukuoka@DRUM LOGOS
8 & 9 Agustus – Aichi@DIAMOND HALL
Tentang BAND-MAID
BAND-MAID dikenal karena menggabungkan visual bergaya neo-gothic ala anime dengan musik hard rock dan metal yang penuh tenaga. Dikenal dengan kemampuan musikal yang luar biasa dan penampilan panggung yang kuat, band ini terdiri dari:
Miku Kobato (gitar, vokal)
Saiki (vokal utama)
Kanami (gitar utama)
Misa (bass)
Akane (drum)
Sejak debut tahun 2013, mereka telah mencetak lebih dari 220 juta views di YouTube dan tampil di panggung besar seperti Lollapalooza dan Yokohama Arena. Album terbaru mereka, Epic Narratives (September 2024), menampilkan lagu-lagu seperti:
‘Shambles’ (ending Kengan Ashura S2)
‘Bestie’ (kolaborasi dengan Michael Einziger dari Incubus)
‘Protect You’ (ending Grendizer U)
‘SHOW THEM’ (kolaborasi dengan band rock Meksiko, The Warning)
Anime ini diadaptasi dari manga karya Hiroshi Fukuda yang diserialisasi di majalah Young Animal (HAKUSENSHA). Ceritanya mengikuti Ririsa Suzunomiya, gadis yang meninggalkan dunia rock demi menjadi gadis kalem di sekolah elit, hingga ia bertemu Otoha Kurogane, seorang drummer berbakat yang membangkitkan kembali gairah bermusiknya.
Sebuah kisah emosional tentang jati diri, musik, dan keberanian untuk melawan batasan sosial.
Detail Anime
Tayang: 3 April 2025 di HIDIVE
Lagu Pembuka: Ready to Rock – BAND-MAID
Lagu Penutup: Yume Janai Nara Nannanosa – Little Glee Monster
Rayakan April Mop dengan trailer terbaru War Thunder yang memperkenalkan pembaruan terkini yang menghadirkan infanteri ke dalam permainan. Fitur baru ini akan segera tersedia, dimulai dengan uji coba gameplay dari Perang Dunia I. War Thunder kini akan mencakup kendaraan lapis baja, pesawat terbang, dan infanteri dari era Perang Dunia I, sehingga memperluas kedalaman dan skala permainan. Uji coba beta tertutup untuk infanteri akan segera dimulai, dengan rincian lebih lanjut yang akan disampaikan di masa mendatang. Kamu dapat merasakan pengalaman bertempur sebagai infanteri dalam pertempuran uji coba khusus yang didedikasikan untuk Perang Dunia I.
Musim pertama yang diproduksi oleh Telecom Animation Film dijadwalkan tayang pada Musim Gugur 2024. Netflix menayangkan anime ini secara simultan di seluruh dunia, dengan menyediakan subtitle dan dubbing dalam berbagai bahasa.
Seri anime ini diadaptasi dari manga olahraga dengan elemen romansa karya Kouji Miura, yang pertama kali diserialisasikan di Weekly Shounen Jump pada bulan April 2021. Shueisha telah menerbitkan volume ke-19 pada tanggal 4 Maret, sementara volume ke-20 dijadwalkan akan dirilis pada 2 Mei.
Teaser Trailer Ao no Hako Season 2 (Blue Box Season 2)
Monster Hunter Wilds akan merilis pembaruan judul gratis pertamanya pada 4 April, seperti yang diumumkan oleh Capcom. Pembaruan ini akan menambahkan Mizutsune sebagai monster yang bisa diburu, Area Grand Hub, dan berbagai konten baru lainnya. Selain itu, pembaruan judul gratis kedua direncanakan akan dirilis musim panas ini, dengan penampilan Lagiacrus sebagai monster baru yang dapat diburu.
Berikut adalah panduan tentang pembaruan yang akan datang:
Monster Hunter Wilds – Update 1 Roadmap
Trailer Update 1 Monster Hunter Wilds
■ Pembaruan Judul 1
Pembaruan Judul 1 menampilkan kedatangan leviathan ceria Mizutsune ke Tanah Terlarang, bersama dengan tantangan dan fitur baru lainnya, seperti Rey Dau yang diperkuat secara arsitektural, pembukaan area berkumpul Grand Hub untuk para pemburu, serta acara festival musiman perdana dan masih banyak lagi.
Pakaian Medis yang Nyaman dan Menarik
Terakhir kali terlihat dalam Monster Hunter Rise, Wyvern Fox Bubble Mizutsune akan muncul di Tanah Terlarang pada tanggal 4 April. Mulai dari Hunter Rank 21, pemain dapat membuka misi untuk memburu Mizutsune dengan berbicara kepada Kanya di Hutan Scarlet. Namun, para pemburu harus bersiap menghadapi serangan anggun leviathan ini dan gelembung yang dapat membuat mereka terperangkap, jika tidak, mereka berisiko terjebak dalam kesulitan. Selain itu, Rey Dau yang bertemperatur arch juga akan debut dalam misi Event untuk pemain di atas Hunter Rank 50, memberikan tantangan yang lebih besar dibandingkan perburuan monster Tempered, serta set armor Rey Dau Gamma baru yang bisa diperoleh sebagai hadiah. Pencapaian Hunter Rank 50 juga akan membuka misi untuk kembali memburu Zoh Shia. Setelah itu, monster menakutkan ini akan muncul selama acara Wyvern’s Wakening di Puing-Puing Wyveria, memberikan kesempatan untuk berburu tambahan dan mengumpulkan bagian Zoh Shia untuk perlengkapan hunter dan Palico tingkat tinggi.
Arena Quests, Challenge Quests, dan Free Challenge Quests akan hadir sebagai Event Quests terbatas. Arena Quests dan Challenge Quests dapat diselesaikan oleh maksimal dua pemain dengan peralatan yang telah ditentukan sebelumnya. Sementara itu, Free Challenge Quests tidak memiliki batasan peralatan dan dapat diikuti oleh grup berburu yang terdiri dari hingga empat pemain. Semua jenis quest baru ini dapat diselesaikan secara solo, secara kooperatif dalam mode multiplayer lintas platform, atau dengan bantuan Support Hunters. Anda dapat bermain kembali untuk meraih waktu penyelesaian yang lebih cepat dan mendapatkan tempat di papan peringkat untuk memperoleh pendant khusus sebagai hadiah. Event Quests baru akan terus muncul di Quest Board dan menawarkan kesempatan untuk mendapatkan armor spesial, meningkatkan Hunter Rank Anda dengan cepat, mengumpulkan bahan masakan, dan masih banyak lagi.
Mengumpulkan Kekuatan dan Memilih Strategi Pemburuan Baru
Pembaruan Judul 1 memperkenalkan Grand Hub kepada *Monster Hunter Wilds*—sebuah ruang besar yang menjadi tempat berkumpul bagi para pemburu untuk berinteraksi dengan cara-cara baru. Salah satu kegiatan menarik yang bisa diikuti adalah permainan mini Barrell Bowling, di mana para pemburu bisa bersaing untuk mendapatkan item dan gem pendukung yang berguna.
Di dalam Grand Hub, para pemburu juga dapat menyaksikan tradisi desa Suja, termasuk penampilan vokal malam dari Diva yang menawan. Untuk membuka akses ke Grand Hub, pemburu perlu berbicara dengan Tetsuzan di Suja setelah mencapai Hunter Rank 16. Pada saat itu, Loket Informasi Squad akan dipindahkan dari Windward Plains, sehingga para pemburu dapat dengan mudah mengelola Squad mereka di area komunitas tersebut.
Di pintu masuk Grand Hub, terdapat juga Papan Catatan Ekspedisi, yang akan menampilkan waktu tercepat untuk menyelesaikan Arena Quest secara global, bersama dengan bounty terbatas untuk Arena Quest yang baru ditambahkan.
Setiap musim, akan ada perayaan istimewa yang diadakan di Grand Hub. Perayaan ini akan dimulai dengan Festival Accord: Blossomdance, yang berlangsung dari tanggal 22 April hingga 6 Mei. Selama festival, penampilan dan menu makanan di Grand Hub akan berubah, dan para pemburu dapat memperoleh peralatan, gerakan, dekorasi Pop-Up Camp, dan lebih banyak lagi yang terbatas waktunya. Selain Event Quest musiman, banyak Event Quest yang sebelumnya telah diadakan juga akan kembali lagi. Rey Dau yang ter-arsitektur akan muncul sebagai bagian dari Event Quest di akhir festival di bulan Mei. Para pemburu juga disarankan untuk tetap memperhatikan kolaborasi Capcom dengan judul lain yang akan datang menjelang akhir bulan ini!
Hindari Menjadi Game Membosankan
Gestur klasik kini kembali hadir sebagai konten yang dapat diunduh secara gratis dalam game Monster Hunter Wilds. Selain itu, kami juga mempersembahkan Paket Konten Kosmetik Downloadable Pack 1 untuk pemegang edisi Premium Deluxe dan pemegang Pass Konten Kosmetik.
Ingin mempercantik bukan hanya pemburu Anda? Sebuah kostum baru untuk pendamping setia Anda, Alma, serta kemampuan untuk mengganti kacamata miliknya akan tersedia secara gratis. Kami juga menambahkan pilihan Perlengkapan Kamp baru untuk Kamp Pop-Up Anda di seluruh Tanah Terlarang. Para pemburu yang ingin memamerkan koleksi makhluk endemik mereka dapat menantikan pembaruan mendatang, yang akan menyertakan daftar semua makhluk yang berhasil mereka kumpulkan.
The Exit 8kini telah tersedia untuk iOS melalui App Store dan Android melalui Google Play dengan harga $3,99. Pengumuman ini disampaikan oleh penerbit PLAYISM dan pengembang KOTAKE CREATE.
Simulator berjalan yang berfokus pada identifikasi anomali ini telah terjual sebanyak 1,4 juta kopi dan sebelumnya dirilis untuk PlayStation 5, Xbox Series, PlayStation 4, Switch, dan PC melalui Steam.
Berikut adalah ringkasan mengenai permainan ini, yang dapat ditemukan melalui App Store:
Anda terjebak di sebuah lorong bawah tanah yang tak berujung. Amati sekeliling Anda dengan seksama untuk menemukan jalan menuju “Keluar 8.”
Don’t overlook any anomalies. If you find anomalies, turn back immediately. If you don’t find anomalies, do not turn back. To go out from Exit 8.
The Exit 8 is a short walking simulator inspired by Japanese underground passageways, liminal spaces and back rooms.
Grup Panasonic meluncurkan situs web pada hari Jumat untuk mengumumkan produksi animasi orisinal yang akan dipresentasikan di Osaka World Expo 2025, khususnya di Paviliun Grup Panasonic. Anime orisinal ini berjudul “The Land of NOMO“. Selain itu, perusahaan juga telah mengunggah anime berdurasi 34 menit tersebut di YouTube, yang dilengkapi dengan subtitle dalam bahasa Inggris.
Tabel Konten Artikel Grup Panasonic – Osaka The Land of NOMO
Panasonic Visuals Co., Ltd. dan Monofilmo Inc. berkolaborasi dalam produksi anime ini, yang diadaptasi dari cerita orisinal karya Hiroaki Kubo. Anime ini menampilkan suara dari Kana Ichinose sebagai Sora, Megumi Han sebagai Daichi, dan Aoi Yūki sebagai Rococo. Lagu tema “Yume wa Tsubasa” (Mimpi adalah Sayap) dinyanyikan oleh Sakurako Ōhara, dengan lirik ditulis oleh Yukinojo Mori dan musik digubah oleh Takayuki Hattori.
The Land of NOMO – Story Image 1
Deskripsi Cerita
Panasonic juga membuka situs web berbahasa Inggris untuk proyek The Land of Nomo dan mendeskripsikan proyek tersebut:
Di “The Land of NOMO”, dunia mencerminkan cara Anda berpikir dan merasakan—petualangan baru menanti setiap pengunjung. Ketika Anda menemukan kupu-kupu bercahaya, Anda mungkin juga menemukan sesuatu yang istimewa yang tersembunyi di dalam hati Anda.
The Land of NOMO – Story Image 1
Sinopsis
Sebuah negeri yang penuh misteri, mencerminkan cara berpikir dan perasaan Anda, membentuk cara Anda melihatnya. Melalui petualangan di dunia di mana makhluk hidup dan alam saling terhubung, kami bertujuan untuk membangkitkan indera anak-anak dan melepaskan imajinasi mereka, membantu mereka menemukan kemungkinan-kemungkinan baru yang tidak pernah mereka sadari sebelumnya.
The Land of NOMO – Story Image 3
Tonton Anime Pendek 34 Menit The Land of NOMO
Osaka World Expo 2025
Osaka World Expo 2025 akan berlangsung dari 13 April hingga 13 Oktober 2025 di pulau buatan Yumeshima di Teluk Osaka. Ini akan menjadi kali kedua Osaka menjadi tuan rumah World Expo setelah Expo ’70, 55 tahun sebelumnya. (Salah satu peninggalan expo tersebut adalah Menara Matahari yang terkenal, yang muncul dalam 20th Century Boys dan berbagai cerita lainnya.)
Expo ini juga akan menampilkan film anime pendek 3D CG baru berjudul “Neo Atom Tanjō” (Kelahiran Neo Astro Boy), yang didasarkan pada manga dan anime Astro Boy dan Black Jack karya Osamu Tezuka. Selain itu, akan ada “Gundam Next Future Pavilion,” area bertema Gundam. Shōji Kawamori berkolaborasi dengan Yōko Kanno dalam film pendek realitas virtual hibrida berjudul “499-Byō Watashi no Gattai” (“499 Detik: Gabungan Saya” atau “499 Seconds: My Combination”), yang akan diputar di paviliun “Live Earth Journey” di expo tersebut.
Maskot acara, Myaku Myaku, menginspirasi serangkaian anime pendek yang tayang dari 3 Maret hingga 6 Maret.
Episode ke-16 sekaligus episode terakhir dari anime Re:Zero kara Hajimeru Isekai Seikatsu Season 3 (Re:ZERO -Starting Life in Another World- Season 3) berakhir dengan pengumuman bahwa Re:Zero kara Hajimeru Isekai Seikatsu Season 4 (Re:ZERO -Starting Life in Another World- Season 4) sedang dalam produksi. Situs resmi juga mengungkapkan video promosi teaser dan visual teaser. Desainer karakter asli, Shinichirou Ootsuka, turut membuat ilustrasi peringatan khusus.
Teaser Trailer Re:Zero kara Hajimeru Isekai Seikatsu Season 4
— TVアニメ月夜24時放送!!『黒岩メダカに私の可愛いが通じない』公式@18巻発売中! (@monaxmedaka) March 24, 2025
Diproduksi oleh SynergySP, serial anime yang mengadaptasi manga komedi romantis karya Kuze ini ditayangkan perdana pada 7 Januari dan mencakup sekitar lima volume pertama. Crunchyroll menyiarkan anime ini secara simulcast dengan berbagai subtitle serta dubbing dalam bahasa Inggris.
Kuze awalnya menerbitkan manga yang disingkat Medakawa sebagai one-shot di Weekly Shounen Magazine pada Desember 2020, kemudian mulai diserialisasikan secara reguler pada Mei 2021. Kodansha telah menerbitkan volume ke-18 pada 17 Februari, dengan rencana peluncuran volume ke-19 pada 16 Mei. Medakawa telah mencapai total 2 juta salinan volume yang beredar.
Sinopsis
Mona adalah gadis paling imut di sekolah, dan dia menyadari hal itu. Sebenarnya, dia telah berusaha keras agar debutnya di sekolah menengah berhasil. Namun, tidak peduli apa pun yang dia lakukan, dia tidak dapat menarik perhatian Medaka Kuroiwa yang dingin dan tak tergoyahkan—tapi dia tak akan menyerah begitu saja. Di sisi lain, Medaka dibesarkan di sebuah kuil dan diajarkan untuk tidak terlalu dekat dengan perempuan. Siapa yang akan keluar sebagai pemenang dalam pertempuran tekad yang penuh gairah ini?
Apocalypse Bringer Mynoghra mengisahkan Takuto Ira, seorang pemuda yang meninggal karena sakit dan bereinkarnasi di dunia yang menyerupai game strategi fantasi berbasis giliran, Eternal Nations. Di dunia ini, ia menjadi penguasa peradaban jahat bernama Mynoghra.
Dengan didampingi oleh unit pahlawan setianya, Sludge Witch Atou, Takuto memulai misi untuk membangun kembali kerajaannya. Meskipun menghadapi berbagai tantangan sulit, mereka berdua bertekad membentuk kembali peradaban mereka di dunia baru ini.
“Tuan Takuto… maukah kau memulai kembali bersamaku?” Dengan semangat Explore, Expand, Exploit, Exterminate, petualangan mereka di dunia fantasi strategis pun dimulai.
Informasi Tambahan
Novel Asli: Ditulis oleh Fehu Kazuno dengan ilustrasi dari Jun, pertama kali diterbitkan di situs Shōsetsuka ni Narō pada tahun 2017.
Penerbit Jepang: Micro Magazine (GC Novels), volume ketujuh dirilis pada Juni 2024.
Penerbit Inggris: Cross Infinite World, lisensi digital sejak Maret 2021.
Adaptasi Manga: Digambar oleh Yasaiko Midorihana sejak 2020, volume keenam diterbitkan oleh Kadokawa pada 26 Desember 2024.
Lisensi Manga di Barat: Yen Press, volume ketiga dijadwalkan rilis pada 22 April 2025.
Trailer Perdana Apocalypse Bringer Mynoghra (Isekai Mokushiroku Mynoghra)
Trailer Saigo ni Hitotsu dake Onegai shitemo Yoroshii deshou ka (May I Ask for One Final Thing?)
Pemeran
Julius von Pallistan: Wataru Katou
Leonardo el Vandimion: Shouya Ishige
Nanaka: Miyu Tomita
Sigurd Forgrave: Kazuki Ura
Sinopsis
Di tengah sebuah pesta dansa, tunangan Scarlet, Kyle, tiba-tiba membatalkan pertunangan mereka. Ia dituduh secara tidak adil sebagai pengganggu dan orang-orang dengan sembarangan menyebutnya “Villainess.” Keluarga aristokrat dan orang-orang terhormat pun turut mengecamnya. Selama bertahun-tahun, Scarlet harus bertahan menghadapi perlakuan kasar dan kebodohan Kyle, namun kini kesabarannya telah habis! Di ambang keputusasaan, ia meminta satu permohonan terakhir: untuk memberikan Kyle satu pukulan yang tepat di wajahnya. Dari sinilah kisah balas dendam Scarlet dimulai melawan Kyle dan sekutunya! Ini adalah sebuah fantasi tentang seorang pejuang yang anggun namun penuh keberanian, yang tidak membiarkan siapa pun memanfaatkan dirinya!
Tentang
Kazuya Sakamoto mengarahkan anime ini di LIDENFILMS. Deko Akao bertanggung jawab atas penyusunan seri, sementara Eriko Haga mendesain karakter-karakternya. Musiknya digubah oleh Hinako Tsubakiyama.
Anime ini diadaptasi dari novel ringan romantis aksi karya Nana Ootori yang pertama kali dipublikasikan di situs Shousetsuka ni Narou pada bulan April 2018. AlphaPolis menerbitkan volume pertamanya di bawah label Regina Books pada bulan Agustus 2018, dilengkapi dengan ilustrasi karya Satsuki. Volume kelima dari novel ini dirilis pada bulan September 2024.
Sora Hoonoki memulai serialisasi adaptasi manga di majalah Regina pada bulan Juni 2019. AlphaPolis merilis volume kesembilan pada bulan Oktober 2024. Manga ini juga tersedia dalam bahasa Inggris melalui aplikasi Alpha Manga milik Alphapolis.
Acara panggung AnimeJapan 2025 yang diselenggarakan oleh Aniplex untuk program radio My Dress-Up Darling telah mengumumkan bahwa musim kedua anime ini akan segera hadir. Cerita ini diadaptasi dari manga karya Shinichi Fukuda yang berjudul My Dress-Up Darling Season 2 (Sono Bisque Doll wa Koi wo Suru Season 2), yang dijadwalkan tayang perdana pada bulan Juli. Acara tersebut juga merilis trailer berjudul “Memories” dan menyajikan sebuah ilustrasi khusus untuk memperingati pengumuman ini.
My Dress-Up Darling Season 2 (Sono Bisque Doll wa Koi wo Suru Season 2) – Visual Pengumuman
Trailer My Dress-Up Darling Season 2 – Memories
Sinopsis
Terjebak dalam trauma akibat insiden masa kecil dengan seorang teman yang tidak suka pada kecintaannya terhadap boneka tradisional, Wakana Gojō menjalani hari-harinya sebagai sosok penyendiri. Ia menemukan ketenangan di ruang kelas tata boga di sekolah. Bagi Wakana, sosok-sosok seperti Marin Kitagawa yang cantik, seorang gadis tren yang selalu dikelilingi oleh banyak teman, terasa seperti makhluk asing dari dunia lain. Namun, ketika Marin yang ceria—selalu berani—melihat Wakana sedang menjahit suatu sore setelah pelajaran, ia langsung masuk dengan tujuan untuk mengajak teman sekelasnya yang pendiam itu terlibat dalam hobi rahasianya: cosplay.
Tentang
Musim pertama anime dari manga ini ditayangkan perdana pada Januari 2022 dengan total 12 episode. Funimation menyiarkan anime ini secara bersamaan dengan penayangannya di Jepang, serta menampilkan versi sulih suara bahasa Inggris. Crunchyroll juga menyajikan anime ini beserta sulih suara bahasa Inggris-nya. Selain itu, manga ini juga mengilhami sebuah seri live-action yang ditayangkan perdana di Jepang pada 8 Oktober.
MOONTON Games hari ini mengumumkan bahwa NARUTO akan segera datang ke Mobile Legends: Bang Bang (MLBB). Kolaborasi bersejarah ini akan menyatukan salah satu serial anime paling dicintai di dunia dengan salah satu game mobile paling populer.
Lyn Xi, Naruto Collaboration Lead di MOONTON Games, menyatakan: “Selama lebih dari dua dekade, NARUTO telah menginspirasi banyak generasi dengan tema ketekunan, persahabatan, dan perjuangan meraih mimpi. Banyak dari kami tumbuh bersama NARUTO, jadi kolaborasi ini sangat istimewa. Kami merasa terhormat untuk membawa semangat ninja ke Land of Dawn dan merayakan warisan abadi NARUTO bersama komunitas kami.”
Kemitraan ini melanjutkan strategi MOONTON Games dalam menghadirkan franchise hiburan global ke MLBB untuk memberikan pengalaman segar dan menarik bagi jutaan pemain di seluruh dunia. Sebelumnya, game MOBA mobile ini telah berkolaborasi dengan berbagai franchise terkenal, seperti serial anime Attack on Titan, Hunter x Hunter, dan Jujutsu Kaisen; film seperti Kung Fu Panda, Star Wars, dan Transformers; franchise game The King of Fighters; ikon olahraga seperti Neymar Jr.; hingga merek motor Ducati.
Lyn menambahkan: “MLBB dan NARUTO memiliki kesamaan—keduanya mampu menyatukan orang. Kami sangat antusias mempersatukan kedua basis penggemar dengan memberikan cara baru untuk bersenang-senang bagi gamers dan pecinta anime!”
Detail lebih lanjut tentang kolaborasi ini akan diungkap dalam beberapa bulan mendatang.
Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) adalah salah satu game Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) mobile paling populer di dunia yang menyatukan komunitas melalui kerja tim dan strategi. Dengan lebih dari 1,5 miliar instalasi dan 110 juta pengguna aktif bulanan, game pemenang penghargaan ini termasuk dalam 10 besar game paling dimainkan di lebih dari 80 negara. MLBB tersedia di 139 negara dengan jangkauan luas di kawasan Asia Pasifik dan memiliki ekosistem esports yang berkembang pesat.
Tentang MOONTON Games
Didirikan pada 2014, MOONTON adalah perusahaan game global yang berfokus pada pengembangan, publikasi, dan esports. Dengan lebih dari 1.600 karyawan di seluruh dunia, MOONTON memiliki kantor di Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Amerika Latin, dan Tiongkok. Perusahaan ini telah meluncurkan beberapa game mobile ternama dan membangun hubungan jangka panjang dengan pemerintah serta organisasi esports di lebih dari 30 negara. Mobile Legends: Bang Bang adalah game andalannya dan merupakan game MOBA mobile terkemuka di dunia. Kunjungi https://en.moonton.com untuk info lebih lanjut.
Tentang NARUTO
NARUTO adalah manga Jepang legendaris karya Masashi Kishimoto. Pertama kali terbit di Weekly Shōnen Jump pada 1999, serial ini berakhir pada 2014 setelah 700 chapter. NARUTO mengisahkan perjalanan Naruto Uzumaki, seorang ninja yang berjuang melawan musuh dan masa lalunya untuk menjadi Hokage, pemimpin Desa Konoha. Manga ini telah terjual lebih dari 250 juta kopi di 60+ negara.
Adaptasi anime-nya tayang di TV Tokyo sejak 2002 dan dilanjutkan dengan NARUTO SHIPPUDEN hingga 2017. Pada 2022, anime ini merayakan 20 tahun tayang dengan 11 film animasi yang telah dirilis. NARUTO menjadi warisan budaya populer yang mencakup game, merchandise, pameran, hingga pertunjukan musik dan kabuki.
Situs web resmi untuk adaptasi anime dari novel ringan Chichi wa Eiyuu Haha wa Seirei Musume no Watashi wa Tenseisha (Reincarnated as the Daughter of the Legendary Hero and the Queen of Spirits) karya Matsuura mengungkapkan pemeran utama, staf, dan visual teaser.
Pemeran
Ellen: Seria Fukagawa
Rovel Vankreift: Kazuyuki Okitsu
Origin: Mai Nakahara
Staf
Sutradara: Toshinori Fukushima
Penulis Naskah, Komposisi Seri: Touko Machida
Desain Karakter: Mina Oosawa
Studio: J.C.Staff
Matsuura menulis novel fantasi isekai ini di situs Shousetsuka ni Narou dari September 2016 hingga November 2020. Kadokawa mulai menerbitkan seri ini di bawah label Kadokawa Books pada Maret 2018 dengan ilustrasi oleh keepout (Isekai Yakkyoku). Volume kesembilan sekaligus terakhir dirilis pada Oktober 2022. Novel ringan ini memiliki total cetakan sebanyak 500.000 eksemplar.