Adaptasi Anime Kami no Niwatsuki Kusunoki-tei Resmi Diumumkan
Perusahaan produksi Kadokawa resmi membuka situs web untuk adaptasi anime televisi dari manga Kami no Niwatsuki Kusunoki-tei (Kusunoki’s Garden of Gods) karya Enju. Bersamaan dengan pengumuman ini, dirilis visual teaser perdana.
Serial ini dijadwalkan tayang pada tahun 2026.
Dari Web Novel hingga Manga Populer
Enju memulai kisah Kami no Niwatsuki Kusunoki-tei sebagai novel fantasi slice of life di situs Shousetsuka ni Narou pada April 2021. ASCII Media Works kemudian menerbitkan volume pertama di bawah label Dengeki no Shin Bungei dengan ilustrasi oleh ox pada November 2021. Hingga kini, total peredarannya telah mencapai 500.000 eksemplar. Volume kesembilan terbit pada 17 Maret lalu, sementara volume kesepuluh dijadwalkan rilis pada 17 Juli mendatang.
Adaptasi manga yang digambar Akira Anzai mulai terbit di portal ComicWalker pada November 2021. Volume keempatnya dirilis oleh Kadokawa pada Desember 2024.
Lisensi Internasional
Yen Press memperoleh lisensi novel Kami no Niwatsuki Kusunoki-tei untuk pasar bahasa Inggris pada Oktober 2024 dan langsung merilis volume pertama di bulan yang sama. Volume kedua terbit pada 20 Mei 2025, sementara volume ketiga direncanakan rilis pada 11 November mendatang.
Sinopsis
Di pedalaman, Minato Kusunoki ditinggalkan untuk mengurus sebuah rumah menakutkan yang dipenuhi roh jahat—setidaknya sampai kemampuan luar biasanya berhasil membersihkan seluruh tempat itu. Kini, alih-alih dihantui, rumah Kusunoki yang telah disucikan menjadi tempat persinggahan para dewa unik dan eksentrik.
Hari-hari Minato pun dipenuhi ketenangan, dikelilingi tetangga spiritual yang penuh warna. Namun, kejutan apa lagi yang menantinya saat ia menjalani kehidupan damai bersama para dewa?
Perusahaan produksi Aniplex resmi meluncurkan situs web untuk proyek anime orisinal hasil kolaborasi A-1 Pictures dan Psyde Kick Studio. Bersamaan dengan pengumuman ini, mereka mengungkapkan jajaran staf utama, visual teaser, serta video promosi pengumuman.
Serial anime berjudul Grow Up Show: Himawari no Circus-dan ini dijadwalkan tayang pada tahun 2026.
Staf Produksi
Sutradara: Kanta Kamei
Komposisi Seri & Naskah: Takeshi Kikuchi
Desain Karakter Orisinal: Kurehito Misaki
Studio: A-1 Pictures, Psyde Kick Studio
Tentang Psyde Kick Studio
Psyde Kick Studio merupakan label baru yang dibentuk oleh A-1 Pictures dengan tujuan memberikan kebebasan dan orisinalitas lebih besar dalam proses kreatif. Mengandalkan pengalaman panjang A-1 Pictures, studio ini berambisi menemukan peluang baru dalam dunia animasi tanpa terikat pada kerangka kerja yang sudah ada.
Anime Mao Resmi Diumumkan, Dibintangi Yuuki Kaji dan Natsumi Kawaida
Bandai Namco Filmworks resmi meluncurkan situs web untuk adaptasi anime dari manga Mao karya mangaka legendaris Rumiko Takahashi. Bersamaan dengan pengumuman tersebut, mereka mengungkapkan daftar pemeran utama, staf produksi, visual teaser, serta video trailer perdana.
Anime ini dijadwalkan tayang di saluran NHK G pada musim semi 2026.
Daftar Pemeran
Mao — Yuuki Kaji
Nanoka Kiba — Natsumi Kawaida
Hyakka — Hiro Shimono
Kamon — Toshiyuki Toyonaga
Staf Produksi
Sutradara: Teruo Satou
Komposisi Seri: Yuuko Kakihara
Desain Karakter & Kepala Direktur Animasi: Yoshihito Hishinuma
Direktur Seni: Hiroshi Katou, Izumi Hoki
Desain Warna: Masumi Ootsuka
Sutradara CG: Tomohiro Fujie
Direktur Fotografi: Akane Fushihara
Editor: Kazuhiro Nii
Sutradara Suara: Hiromi Kikuta
Musik: Shuu Kanematsu
Studio: Sunrise
Tentang Manganya
Rumiko Takahashi memulai serialisasi ini di majalah Weekly Shounen Sunday pada Mei 2019. Shogakukan menerbitkan volume ke-24 pada 16 Mei lalu, sementara volume ke-25 dijadwalkan rilis pada 18 Agustus mendatang.
Di pasar internasional, VIZ Media mendapatkan lisensi bahasa Inggris pada Februari 2021. Volume ke-20 telah terbit pada 13 Mei, dan volume ke-21 akan menyusul pada 12 Agustus.
Sinopsis
Nanoka secara tak sengaja melewati sebuah portal menuju era Taisho, di mana ia diselamatkan oleh seorang pengusir roh bernama Mao dari serangan yokai mengerikan. Namun saat kembali ke masa kini, Nanoka menemukan dirinya memiliki kemampuan luar biasa yang belum pernah ia miliki sebelumnya.
Penasaran, ia kembali ke masa lalu untuk mencari jawaban, tetapi malah terjerat dalam penyelidikan Mao terkait serangkaian pembunuhan brutal. Perlahan, Nanoka mengetahui bahwa Mao terkutuk oleh iblis kucing bernama Byoki—kutukan yang juga melekat pada pedangnya. Pedang itu mematikan bagi siapa pun yang mencoba menggunakannya selain Mao. Namun ketika nyawa Mao terancam, Nanoka mengambil pedang tersebut dan mengayunkannya!
Anime Honoo no Toukyuujo: Dodge Danko Resmi Diumumkan
Perusahaan produksi Avex Pictures resmi membuka situs web untuk adaptasi anime dari manga karya Tetsuhiro Koshita, Honoo no Toukyuujo: Dodge Danko. Bersamaan dengan pengumuman tersebut, dirilis visual perdana serta video promosi pengumuman.
Serial anime ini dijadwalkan tayang perdana pada tahun 2026, menghadirkan semangat kompetisi olahraga tim yang penuh aksi.
Sekuel dari Legenda 90-an
MangaHonoo no Toukyuujo: Dodge Danko merupakan sekuel dari karya klasik Koshita, Honoo no Toukyuuji: Dodge Danpei, yang mulai terbit di majalah Weekly CoroCoro Comic pada November 2022. Shogakukan telah merilis volume kelima pada 28 Januari lalu, dengan volume keenam dijadwalkan terbit pada Agustus tahun ini.
Manga orisinal Dodge Danpei sendiri memulai debutnya di Monthly CoroCoro Comic pada tahun 1989 dan berakhir di volume ke-18 pada Juni 1995. Adaptasi anime TV-nya, yang digarap Animation 21, tayang sebanyak 47 episode dari musim gugur 1991 hingga musim panas 1992.
Sinopsis
Dodgeball—olahraga tempur paling sengit dan legendaris dalam sejarah. Dahulu menjadi sumber kisah kepahlawanan dan membakar semangat para penonton, kini olahraga ini memulai babak baru!
Di pusat cerita, terdapat Danko Ichigeki, putri dari legenda dodgeball Danpei Ichigeki. Mewarisi semangat berapi-api sang ayah, Danko siap membawa energi ledakan itu ke era Reiwa!
Anime Unmei no Makimodoshi Resmi Digarap Studio Bones
Perusahaan produksi STORY secara resmi membuka situs web untuk adaptasi anime dari manga karya Fuuta Kimura, Unmei no Makimodoshi (Fate Rewinder). Pengumuman tersebut disertai pengungkapan jajaran staf utama, visual super teaser, serta video promosi super teaser perdana.
Rie Matsumoto — yang dikenal lewat Kekkai Sensen dan Kyousou Giga — didapuk sebagai sutradara, dengan Bones Film menjadi studio animasi yang menggarap proyek ini. Produksi anime ini berada di bawah naungan STORY.
Dari One-Shot ke Serial Panjang
Fuuta Kimura awalnya menerbitkan Unmei no Makimodoshi sebagai manga one-shot di majalah Bessatsu CoroCoro Comic pada April 2021. Antusiasme pembaca mendorong manga ini untuk berlanjut sebagai seri reguler di Monthly CoroCoro Comic pada Januari 2022.
Shogakukan telah merilis volume kesembilan pada 28 April lalu, sementara volume kesepuluh dijadwalkan terbit pada 28 Juli. Popularitasnya juga dibuktikan dengan nominasi pada Shogakukan Manga Awards ke-69 di tahun 2023.
Sinopsis
Sebuah organisasi rahasia bernama Spacetime Police Special Task Force, atau yang dijuluki Rewinders, memiliki misi untuk menyelamatkan mereka yang tewas secara tragis sebelum waktunya.
Senjata andalan mereka adalah Retry Eye, mesin waktu yang ditanam di mata kanan. Untuk memecahkan setiap kasus, para anggota akan memutar balik waktu puluhan, ratusan, bahkan ribuan kali—hingga masa depan berubah.
Perusahaan hiburan Bushiroad secara resmi mengumumkan adaptasi anime dari manga Ichijouma Mankitsugurashi! (Living in a One-Tatami Room!) karya Kumako Hisama pada Rabu lalu. Pengumuman ini juga menghiasi sampul majalah Manga Time Kirara edisi Agustus, tempat manga ini diserialisasikan.
Dari Manga Komedi Ecchi ke Adaptasi Anime
Ichijouma Mankitsugurashi! awalnya diterbitkan sebagai seri tamu di Manga Time Kirara pada Mei 2018, sebelum masuk dalam serialisasi reguler pada Desember tahun yang sama. Manga ini menggabungkan unsur komedi, slice-of-life, dan sedikit ecchi yang ringan, khas gaya Kirara.
Penerbit Houbunsha telah merilis volume ketiga pada September 2022, sementara volume keempat dijadwalkan rilis pada 26 Juli 2025.
Ichijouma Mankitsugurashi! (Living in a One-Tatami Room!) – Adaptasi Anime
Sinopsis Ichijouma Mankitsugurashi!
Dalam Living in a One-Tatami Room!, kita mengikuti kisah Meiko, seorang gadis desa yang diterima di sekolah elit khusus perempuan. Namun, sebagai bagian dari kesepakatan, ia harus bergabung dalam program sukarelawan yang… tidak biasa. Alih-alih melayani di lingkungan sekolah, Meiko justru ditugaskan untuk tinggal dan bekerja di sebuah manga café!
Yang mengejutkan, kehidupan di ruang sempit berukuran satu tatami ternyata tidak seburuk yang dibayangkan. Apalagi saat dia harus bekerja bersama staf café yang semuanya adalah gadis SMA imut dengan kepribadian unik. Apa jadinya kalau tempat kerja malah jadi tempat penuh kehangatan dan… sedikit kekacauan?
AnimeIchijouma Mankitsugurashi! akan menghadirkan keseharian lucu, interaksi menggemaskan antar karakter, dan tentunya suasana cozy ala manga café yang sulit ditolak oleh penggemar slice-of-life.
Panel Studio Khara dalam ajang Japan Expo 2025 resmi mengumumkan bahwa manga shoujo legendaris Sugar Sugar Rune karya Moyoco Anno akan mendapatkan adaptasi anime terbaru. Sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-20 serial ini, sebuah anime pendek bertajuk Sugar Sugar Rune: Les deux sorcières juga telah dirilis secara resmi.
Staf Produksi Anime Pendek “Les deux sorcières”
Anime pendek Sugar Sugar Rune ini diproduksi secara internal oleh Studio Khara dengan staf penuh talenta:
Sutradara, Naskah, Storyboard: Yuusuke Matsui
Visual Director: Shougo Tsurii
CG Supervisor: Kohta Morie
Modeling Director: Issei Kouda
Desain Karakter & Direktur Animasi: Naoyuki Asano
Efek Khusus: Naoki Yoshibe
Desain Warna: Ayaka Nakamura (WIT Studio)
Sutradara Seni: Chieko Nakamura (Studio Cocolo)
Direktur Fotografi: Hitomi Fukuzawa
Editing: Kiyoshi Hirose (Editz)
Grading & Finishing: Masaki Mizuno
Musik: Takeshi Nakatsuka
Produser: Masaki Kawashima
Produser Animasi: Kouhei Fujiwara
Studio: Khara
Kilasan Sejarah Sugar Sugar Rune
Anime pertama Sugar Sugar Rune diproduksi oleh Studio Pierrot dan tayang sebanyak 51 episode dari Musim Panas 2005 hingga Musim Semi 2006. Saat ini, anime versi lama tersebut tersedia di platform streaming Darkroom milik Synergetic Film dengan subtitle resmi.
Manga aslinya diserialisasikan oleh Moyoco Anno di majalah Nakayoshi mulai Agustus 2003 hingga April 2007, dan diterbitkan oleh Kodansha dalam 8 volume, dengan volume terakhir rilis pada September 2007.
Seri ini pernah dilisensikan dalam bahasa Inggris oleh Del Rey dari tahun 2005 hingga 2008. Setelah Del Rey tutup, lisensinya kini dipegang oleh Udon Entertainment, yang berencana merilis ulang volume pertamanya pada tahun 2026.
Prestasi
Sugar Sugar Rune berhasil memenangkan Kodansha Manga Award ke-29 untuk kategori manga anak-anak.
Sinopsis Sugar Sugar Rune
Di dunia sihir, pemilihan ratu ditentukan melalui kompetisi unik: dua penyihir muda harus pergi ke dunia manusia untuk mengumpulkan hati anak laki-laki yang jatuh cinta pada mereka. Kali ini, dua sahabat karib Chocolat Meilleure dan Vanilla Mieux, yang merupakan putri dari kandidat ratu sebelumnya, bersekolah di dunia manusia untuk mengikuti tantangan tersebut.
Dengan bantuan roh pelindung dan mentor eksentrik mereka, Rockin Robin, keduanya harus menyesuaikan diri dengan kehidupan manusia sambil bersaing untuk menjadi ratu selanjutnya. Namun, konflik muncul ketika metode Chocolat gagal di dunia manusia, dan Vanilla justru menjadi pusat perhatian. Ketegangan meningkat saat sosok misterius bernama Pierre Tempête de Neige mulai mengejar hati Chocolat.
Panel Crunchyroll Industry dalam ajang Anime Expo 2025 secara resmi mengumumkan perkembangan terbaru dari anime You and I Are Polar Opposites, adaptasi dari manga romcom populer karya Koucha Agasawa berjudul asli Seihantai na Kimi to Boku. Anime ini dijadwalkan tayang perdana pada Januari 2026.
Trailer You and I Are Polar Opposites
Pemeran Utama You and I Are Polar Opposites Diumumkan
Dua pemeran utama yang akan mengisi suara karakter sentral dalam You and I Are Polar Opposites adalah:
Shougo Sakata sebagai Yuusuke Tani
Sayumi Suzushiro sebagai Miyu Suzuki
Selain pemeran, panel juga mengumumkan bahwa Tofubeats, produser musik elektronik ternama, bergabung sebagai komposer musik untuk serial ini.
Detail Produksi Anime Seihantai na Kimi to Boku
AnimeSeihantai na Kimi to Boku diproduksi oleh Lapin Track, dengan tim kreatif berikut:
Sutradara: Takakazu Nagatomo
Komposisi Seri & Pengawasan Produksi Animasi: Teruko Utsumi
Desain Karakter: Mako Miyako
Dengan pendekatan visual yang lembut dan nuansa romansa yang kuat, adaptasi ini menjanjikan pengalaman manis namun emosional khas cerita dua insan yang saling bertolak belakang.
Tentang Manga Seihantai na Kimi to Boku
MangaYou and I Are Polar Opposites awalnya merupakan one-shot di Shounen Jump+ pada Januari 2021, sebelum memulai serialisasi reguler pada Mei 2022. Cerita ini tamat setelah 65 chapter pada November 2024, dan diterbitkan dalam 8 volume oleh Shueisha, dengan volume terakhir rilis 4 Maret 2025.
Statistik Singkat:
Total sirkulasi: 1,45 juta kopi
Light novel adaptasi: Diterbitkan oleh JUMP J BOOKS pada November 2023
Panel Yomiuri TV dalam gelaran Anime Expo 2025 resmi memperkenalkan dua karakter baru beserta video promosi perdana untuk anime Kikaijikake no Marie (Mechanical Marie), yang akan mulai tayang pada Oktober 2025. Adaptasi ini membawa cerita romantis penuh kejutan karya mangaka Aki Akimoto ke layar kaca Jepang melalui kanal Tokyo MX, Yomiuri TV, dan BS Fuji.
Trailer Pertama Mechanical Marie
Pemeran Tambahan untuk Mechanical Marie
Dua nama pengisi suara baru yang diumumkan adalah:
Chiaki Kobayashi sebagai Noah
Ami Koshimizu sebagai Marie 2
Kehadiran karakter baru ini dipastikan akan menambah dinamika unik dalam cerita Mechanical Marie, yang dikenal karena keseimbangan antara romansa, komedi, dan sentuhan teknologi.
Detail Produksi Anime Kikaijikake no Marie
Anime ini digarap oleh studio Zero-G bekerja sama dengan Liber, dengan tim produksi berpengalaman:
Sutradara: Junji Nishimura
Komposisi Seri: Mariko Kunisawa
Desain Karakter: Youko Kikuchi
Musik: Yasuharu Takanashi & Johannes Nilsson
Dengan latar romantis yang dibalut elemen mekanik dan karakter-karakter yang unik, Kikaijikake no Marie siap tampil beda dari anime romcom kebanyakan.
Tentang Manga Mechanical Marie
MangaKikaijikake no Marie pertama kali terbit di majalah LaLa pada Juni 2020, dan telah selesai dalam 6 volume yang diterbitkan oleh Hakusensha hingga September 2023.
Sebagai lanjutan dari seri utamanya, manga sekuel berjudul Kikaijikake no Marie+ resmi mulai serialisasi pada 24 April 2025.
Lisensi Internasional:
Versi Bahasa Inggris: Dilisensikan oleh Yen Press pada 28 Februari 2025
Volume pertama: Dijadwalkan rilis pada 26 Agustus 2025
Panel VIZ Media dalam acara Anime Expo 2025 secara resmi mengumumkan jajaran pengisi suara utama untuk adaptasi anime dari manga Black Torch karya Tsuyoshi Takaki. Pengumuman ini sekaligus mengungkap nama-nama penting di balik proses produksi anime bergenre aksi dan supranatural ini.
Trailer Karakter Black Torch
Daftar Pengisi Suara Utama Anime Black Torch
Jirou Azuma: Ryouta Suzuki
Ragou: Youji Ueda
Ichika Kishimonji: Sayaka Senbongi
Reiji Kirihara: Junya Enoki
Staf Produksi dan Studio
Anime ini digarap oleh 100studio, dengan sejumlah kreator berpengalaman di posisi penting:
Staf Inti Black Torch:
Sutradara: Kei Umabiki
Komposisi Seri & Naskah: Gigaemon Ichikawa
Desain Karakter: Gou Suzuki
Komposer Musik: Yutaka Yamada
Tentang Manga Black Torch
Black Torch adalah manga bergenre aksi dan supranatural karya Tsuyoshi Takaki yang pertama kali terbit di majalah Jump SQ. pada Desember 2016 hingga Maret 2018. Setelah itu, serial ini berpindah ke platform Shounen Jump+ dan berakhir pada Juli 2018.
Informasi Tambahan:
Jumlah Volume: 5 volume (selesai)
Penerbit Jepang: Shueisha
Volume terakhir: Dirilis pada Agustus 2018
Lisensi Internasional:
Inggris: Dilisensikan oleh VIZ Media sejak Juli 2017
Volume ke-5 versi Inggris: Rilis Agustus 2019
Versi Terjemahan Lain: Telah diterbitkan dalam bahasa Spanyol, Prancis, dan Italia
Dengan kombinasi aksi intens, elemen supranatural, dan karakter-karakter kuat, adaptasi anime Black Torch menjadi salah satu judul baru yang patut dinantikan di tengah maraknya genre action fantasy dalam anime modern.
Saat pertama kali diumumkan, Battlefield 2042 membawa janji besar: peperangan skala masif 128 pemain, teknologi perang modern, dan peta yang memadukan kehancuran epik dengan efek cuaca dinamis. Namun, ekspektasi yang menggunung ini justru berbalik menjadi salah satu rilis paling kontroversial dalam sejarah franchise Battlefield. Saya sendiri sudah menghabiskan lebih dari 660 jam di game ini, mulai dari masa beta hingga update terbaru di Juli 2025, dan inilah pengalaman lengkap saya.
Tabel Konten Artikel Review Battlefield 2042
Review Battlefield 2042 Versi Narasi
Versi ulasan dalam bentuk narasi video tersedia di bawah ini. Ulasannya cukup mendalam, meski tidak sedetail artikel tertulis disini. Video disajikan dalam bahasa Indonesia. Klik di sini untuk mengunjungi channel videonya.
Gameplay Battlefield 2042
Awal yang Mengecewakan
Saya memesan pre-order di Steam sebelum rilis, penuh rasa optimis. Namun sejak beta, tanda-tanda masalah sudah terlihat. Pada rilis awal, game terasa seperti downgrade dari seri sebelumnya—bahkan lebih buruk dari Battlefield 3 yang dirilis lebih dari satu dekade lalu. Banyak fitur dasar hilang, bug bertebaran, dan peta terlalu luas tanpa penempatan cover yang memadai.
Salah satu kekecewaan terbesar adalah tingkat destruktif yang sangat minim. Padahal seri Battlefield dikenal karena kekacauan dan kehancuran bangunan yang masif, di 2042 justru terasa seperti kemunduran besar. Rasanya seperti bermain Battlefield 2 yang rilis tahun 2005, bukan game AAA modern. Jika melihat kualitasnya saat rilis, game ini lebih cocok menjadi judul free-to-play dibandingkan dijual dengan harga Rp800 ribu.
Saya sempat berhenti bermain setelah Season 1 karena kondisi yang begitu buruk. Kembali mencoba di Season 2, hasilnya masih sama. Barulah di Season 4 dan 5 saya masuk lagi sekadar mengikuti event season pass, dan terakhir bermain di Juli 2025 untuk menilai apakah game ini sudah benar-benar membaik. Jawabannya: perbaikannya ada, tapi jauh dari cukup.
Fokus pada Gameplay, Bukan Cerita
Berbeda dari Battlefield 1 dan Battlefield V yang masih punya narasi global, Battlefield 2042 sepenuhnya fokus pada gameplay. Latar ceritanya—perang antara Amerika dan Rusia dengan kelompok “No-Pats” di tengahnya—hanya sekadar pemanis. Tidak ada alur yang jelas mengapa pertempuran terjadi, apalagi motivasi karakter. Semua ini membuat aspek naratif terasa hambar dan mudah dilupakan.
Specialist: Ide Menarik yang Membatasi
Sistem Specialist awalnya tampak segar. Saya cukup menyukai beberapa karakter seperti Irish dengan tameng peluru dan penghancur proyektil, Mackay dengan grappling hook, Lis dengan roket kendali, serta Maria yang bisa menyembuhkan rekan dari jarak jauh. Sayangnya, implementasinya malah membatasi kebebasan pemain. Spesialis hanya berbeda di gadget, bukan peran atau kemampuan unik yang fleksibel. Akibatnya, jika Kamu tidak suka satu spesialis, Kamu tetap terpaksa memakainya demi gadget-nya.
Konten yang Terasa Tipis
Dari segi senjata, jumlahnya tergolong sedikit. Banyak yang merupakan copy-paste dari seri lama (Battlefield 3, Bad Company, bahkan Battlefield 1942 di mode Portal). Senjata asli 2042 tidak sampai 20 unit, sementara variasi kendaraan pun minim—hanya satu model per tipe utama.
Peta yang tersedia pada rilis awal hampir semuanya mengecewakan. Mayoritas terlalu terbuka (open field) sehingga membuat pertempuran jadi monoton dan sulit melakukan manuver strategis. Meski update kemudian menambah cover seperti bangunan dan sandbag, perubahan itu tidak cukup mengubah dinamika pertempuran.
Breakthrough: Mode Andalan yang Penuh Tantangan
Sebagian besar waktu saya habiskan di mode Breakthrough, biasanya dengan squad acak. Mode ini menyajikan peperangan besar yang intens, tapi di awal rilis malah menjadi kekacauan tak terkendali. Bayangkan map sempit, 128 pemain, dan semua sisi dipenuhi roket—sulit sekali melakukan push objektif. Kendaraan pun tidak banyak membantu karena cepat hancur oleh serangan massal.
Kualitas Teknis: Perbaikan yang Terlambat
Saat rilis, performa game ini jauh dari kata optimal. Bahkan pengguna GPU kelas atas seperti RTX 4090 tidak bisa mencapai 120 FPS stabil. Di tahun 2025, optimisasi memang lebih baik, tetapi ada indikasi beberapa efek visual dihapus demi performa.
Dari segi grafis, visual peta memang indah secara estetis, apalagi efek tornado yang menjadi ciri khas. Sayangnya, hal itu hanya terasa sebagai gimmick—sekadar momen sinematik, bukan elemen yang benar-benar memengaruhi strategi permainan.
Audio tembakan dan ledakan masih terdengar memuaskan, tetapi suasana lingkungan terasa kosong tanpa latar suara perang yang imersif.
Update Konten: Stagnan
DICE memang menambahkan map, senjata, dan spesialis baru, tetapi jumlahnya terlalu sedikit untuk menghidupkan kembali minat pemain. Banyak hal yang seharusnya ada sejak rilis—seperti scoreboard atau UI yang layak—baru ditambahkan belakangan. Dibandingkan Battlefield 4, perkembangan ini jelas terasa mundur.
Harga dan Rekomendasi
Saya membeli Battlefield 2042 seharga Rp800.000 saat pre-order—harga yang sama sekali tidak sepadan dengan kualitas awalnya. Ironisnya, hanya sebulan setelah rilis, game ini sudah diskon 30%.
Di 2025, harga normalnya Rp659.000, dan diskon bisa membuatnya turun hingga Rp20.000. Menurut saya, ini adalah harga yang pantas untuk apa yang ditawarkan—atau bahkan sebaiknya gratis, mengingat server kini sangat sepi. Terlebih, update terbaru yang mengharuskan Secure Boot aktif di BIOS membuat sebagian pemain enggan kembali.
Untuk Siapa Game Ini?
Pemain baru: Tidak direkomendasikan, kecuali Kamu mendapatkannya di diskon Rp20.000 dan hanya ingin coba-coba.
Veteran Battlefield: Hanya layak dicoba jika Kamu ingin eksplorasi konten atau sekadar nostalgia melihat 128 pemain di satu peta. Untuk bermain jangka panjang? Tidak.
Kelebihan dan Kekurangan
Kalau bicara soal kelebihan, jujur jumlahnya tidak banyak. Salah satu daya tarik utamanya adalah dukungan hingga 128 pemain dalam satu pertandingan—64 lawan 64—yang memberikan skala peperangan besar dan padat, sesuatu yang jarang ditemui di game FPS modern. Beberapa spesialis seperti Irish, Mackay, Lis, dan Maria juga membawa gadget unik yang memang terasa berguna di medan perang. Ditambah lagi, secara estetika, visual peta dan efek cuaca seperti tornado memang terlihat memukau saat pertama kali dilihat, walau dampaknya di gameplay tidak terlalu signifikan.
Namun, kekurangannya jauh lebih panjang. Pada awal rilis, Battlefield 2042 kehilangan banyak fitur dasar—bahkan scoreboard pun absen. Peta-petanya terlalu terbuka, minim variasi, dan membuat pertempuran terasa monoton. Koleksi senjata dan kendaraan juga sedikit, membuat pilihan loadout terasa terbatas. Sistem spesialis yang seharusnya fleksibel justru membatasi gaya bermain, sementara performa teknis di awal rilis sangat buruk bahkan di PC kelas atas.
Parahnya lagi, game ini benar-benar tidak memiliki campaign. Padahal, meski seri Battlefield dikenal memiliki cerita yang naik-turun, Battlefield 1 sempat memberikan narasi perang yang cukup memikat, sementara Battlefield V masih mencoba menyajikan plot, meski kontroversial. Di 2042, aspek itu hilang sepenuhnya. Lebih buruk lagi, di awal peluncuran bahkan tidak ada sistem class—yang artinya seorang medis bisa membawa RPG, atau engineer bisa bertempur layaknya assault. Kebebasan ini terdengar menarik di atas kertas, tapi kenyataannya membuat peran dalam tim menjadi berantakan dan mengurangi kedalaman strategi yang menjadi ciri khas seri ini.
Semua ini berpadu dengan server yang kini semakin sepi, membuat Battlefield 2042 terasa seperti medan perang raksasa yang kehilangan jiwa dan tujuan.
Kesimpulan
Battlefield 2042 adalah contoh nyata bagaimana ambisi besar bisa runtuh karena eksekusi yang kurang matang. Meski beberapa masalah teknis telah diperbaiki, fondasi game ini tetap lemah—minim konten, peta yang membosankan, dan keputusan desain yang membatasi pemain. Jika DICE ingin menyelamatkan waralaba ini di Battlefield 6, mereka harus kembali ke akar: kehancuran masif, map kreatif, dan kebebasan strategi seperti Battlefield 4.
Untuk saat ini, Battlefield 2042 hanya layak dicoba saat diskon besar atau sekadar mengisi koleksi.
Situs resmi adaptasi anime Garena Free Fire secara resmi mengumumkan jajaran staf produksi utama, disertai dengan visual teaser dan trailer perdana yang memperlihatkan nuansa aksi intens khas dunia battle royale.
Adaptasi ini menjadi langkah besar dalam ekspansi franchise Free Fire ke dunia anime, membawa elemen khas dari game mobile populer tersebut ke dalam format animasi Jepang.
Trailer Garena Free Fire
Staf Produksi Anime Garena Free Fire
Anime ini akan digarap oleh Studio CANDY BOX, dengan sutradara dan komposer musik yang berpengalaman dalam genre aksi dan fantasi.
Jajaran Staf Utama:
Sutradara: Ken Takahashi (Ragna Crimson)
Komposer Musik: Kouji Fujimoto (Sus4 Inc.) (Yozakura-san Chi no Daisakusen)
Studio Produksi: CANDY BOX
Tentang Game Garena Free Fire
Garena Free Fire adalah game battle royale mobile yang dikembangkan oleh 111dots Studio dan dipublikasikan oleh Garena sejak tahun 2017. Game ini dirancang khusus untuk perangkat mobile dengan gameplay cepat dan intens, cocok untuk sesi permainan singkat namun menegangkan.
Statistik Penting:
Game mobile paling banyak diunduh di dunia pada tahun: 2019, 2021, 2023, dan 2024
Total unduhan: Lebih dari 1 miliar di Google Play Store
Pengguna aktif harian: Lebih dari 100 juta pada Februari 2024
Versi upgrade: Free Fire Max dirilis pada September 2021
Dengan basis pemain global yang sangat besar dan popularitas tak terbantahkan di kawasan Asia Tenggara, Amerika Latin, dan India, adaptasi anime ini berpotensi memperluas audiens Free Fire ke penonton anime internasional.
Fumetsu no Anata e Season 3 Umumkan Pemeran Tambahan dan Visual Terbaru
Situs resmi anime Fumetsu no Anata e Season 3 (To Your Eternity Season 3) merilis visual utama terbaru sekaligus mengumumkan lima karakter pendukung baru. Musim terbaru dari anime adaptasi manga karya Yoshitoki Ooima ini dijadwalkan tayang perdana di NHK General TV pada Oktober 2025.
Daftar Pengisi Suara Baru di To Your Eternity Season 3
AnimeTo Your Eternity Season 3 akan memperkenalkan sejumlah karakter baru yang memainkan peran penting dalam kisah Fushi berikutnya:
Hannah: Aya Uchida
Tamaki Kazumu: Fukushi Ochiai
Senba Suzuhiko: Chiharu Sawashiro
Aiko: Aoi Koga
Kazumitsu: Shouto Kashii
Staf Produksi Fumetsu no Anata e Season 3
Musim ketiga ini diproduksi oleh Studio Massket dan Studio Drive, dengan perubahan staf yang membawa arah baru dalam produksi. Berikut adalah staf kunci yang terlibat:
Sutradara: Souta Yokote
Kepala Sutradara: Kiyoko Sayama
Komposisi Seri: Shinzou Fujita
Desain Karakter: Koji Yabuno
Musik: Ryou Kawasaki
Studio Produksi: Massket × Drive
Tentang Anime dan Manganya
AnimeFumetsu no Anata e diadaptasi dari manga supernatural-fantasy karya Yoshitoki Ooima, yang sebelumnya juga dikenal lewat A Silent Voice. Manga ini diserialisasikan di Weekly Shounen Magazine sejak November 2016 dan berakhir pada Juni 2025.
Volume ke-25, yang juga menjadi volume terakhir, dijadwalkan rilis pada 12 Agustus 2025 oleh Kodansha.
Versi bahasa Inggris telah dilisensikan oleh Kodansha USA sejak 2017, dengan volume 22 dirilis pada 22 April 2025.
Perjalanan Anime Sebelumnya
Season 1: 20 episode (Spring 2021), diproduksi oleh Brain’s Base
Season 2: 20 episode (Fall 2022), diproduksi oleh Studio Drive
Kedua musim tersebut ditayangkan secara global melalui Crunchyroll, lengkap dengan subtitle dan dubbing dalam berbagai bahasa.
Panel Yomiuri TV di Anime Expo 2025 secara resmi mengumumkan bahwa seri Honzuki no Gekokujou: Shisho ni Naru Tame ni wa Shudan wo Erandeiraremasen – Ryoushu no Youjo (Ascendance of a Bookworm: Adopted Daughter of an Archduke) atau Ascendance of a Bookworm Season 5 tengah dalam proses produksi dan dijadwalkan tayang pada April 2026.
Serial ini akan mengadaptasi bagian ketiga dari light novel fantasi isekai karya Miya Kazuki, yang selama ini telah memikat pembaca dan penonton dengan perkembangan karakter yang mendalam dan dunia yang kaya akan budaya buku.
Trailer Ascendance of a Bookworm Season 5
Staf Produksi Baru dan Studio Unggulan
Musim terbaru ini akan digarap oleh WIT Studio, studio yang terkenal lewat karya seperti Attack on Titan dan Ranking of Kings. Beberapa staf utama baru juga telah diumumkan:
Staf Inti:
Sutradara: Yoshiaki Iwasaki ✦ (baru)
Komposisi Seri: Mariko Kunisawa
Desain Karakter: Aiko Minowa ✦ (baru)
Musik: Michiru
Studio Produksi: WIT Studio
Kilasan Seri Sebelumnya
Tiga musim pertama dari Honzuki no Gekokujou diproduksi oleh Ajia-do Animation Works, yang tayang berturut-turut pada:
Fall 2019 (Season 1)
Spring 2020 (Season 2)
Spring 2022 (Season 3)
Crunchyroll menayangkan semua musim dengan subtitle dan dubbing dalam berbagai bahasa. Sentai Filmworks melisensikan dua musim pertama dan merilisnya dalam format home video pada Januari 2021.
Tentang Light Novel dan Adaptasi Manganya
Light Novel
Serial novel karya Miya Kazuki awalnya ditulis di Shousetsuka ni Narou dari September 2013 hingga Maret 2017. Novel cetaknya diterbitkan oleh TO Books sejak Januari 2015 dengan ilustrasi oleh You Shiina (Sakurada Reset).
Total Volume: 33 volume (selesai pada Desember 2023)
Total Cetakan: 12 juta kopi beredar secara kumulatif
Adaptasi Manga
Part 1: Diilustrasikan oleh Suzuka, terbit di Comic Corona (Okt 2015 – Jul 2018)
Part 2: Juga oleh Suzuka, dimulai sejak September 2018 ↳ Sudah memiliki 12 volume per Februari 2025
Part 3: Diadaptasi oleh Ryou Namino sejak April 2018
Part 4: Diadaptasi oleh Hikaru Katsuki sejak Desember 2022
Panel Drecom Industry dalam ajang Anime Expo 2025 secara resmi mengumumkan bahwa light novel 99-kai Danzai sareta Loop Reijou desu ga Konse wa “Chouzetsu Aisare Mode” desu tte!? karya Yuuji Yuuji akan diadaptasi menjadi anime.
Pengumuman ini turut disertai dengan ilustrasi peringatan karya desainer karakter asli Nami Hidaka, serta video teaser perdana yang menandai dimulainya proyek adaptasi.
Judul internasional novel ini adalah: The 100th Time’s the Charm: She Was Executed 99 Times, So How Did She Unlock “Super Love” Mode?!
Teaser Trailer 99-kai Danzai sareta Loop Reijou
Tentang Novel Asli dan Adaptasi Manga
Serial ini bermula dari platform Shousetsuka ni Narou pada Mei 2022. Versi cetaknya diterbitkan oleh Drecom Media di bawah label DRE Novels, dengan ilustrasi dari Nami Hidaka, ilustrator terkenal dari Otome Game no Hametsu Flag.
Statistik Terbitan Light Novel:
Volume pertama rilis: Oktober 2022
Volume ketiga rilis: September 2024
Adaptasi Manga:
Ilustrator: Roharu Kai
Diserialisasikan di: DRE Comics
Volume ke-4: 20 Februari 2025
Volume ke-5: Dijadwalkan rilis 20 Agustus 2025
Lisensi Bahasa Inggris:
J-Novel Club melisensikan light novel pada Januari 2023, dan manga pada Mei 2024
Sinopsis: Kematian ke-100 Membuka Mode Cinta Super!?
Alphina dijatuhi hukuman mati karena dituduh berkonspirasi membunuh Saint Debonaire. Namun, setiap kali ia dieksekusi atas kejahatan yang tidak ia lakukan, waktu berulang kembali.
Sembilan puluh sembilan kali ia menghadapi kematian yang sama—dipenggal tanpa ampun. Tapi di pengulangan ke-100, sesuatu yang luar biasa terjadi.
Saat Alphina bersiap untuk kembali dihukum mati, ia tiba-tiba memperoleh kemampuan untuk mendengar perasaan sejati orang-orang di sekitarnya—dan yang mengejutkan, semua orang diam-diam mencintainya!
Apakah Alphina akhirnya dapat memanfaatkan kemampuan barunya ini untuk menghindari takdir kelam di bawah pisau guillotine? Atau justru cinta ini akan membawanya pada permainan nasib yang lebih rumit?
Panel Yomiuri TV di Anime Expo 2025 pada hari Sabtu (2 Agustus 2025) resmi mengumumkan bahwa manga Shuiro no Kamen (The Vermilion Mask) karya Dr.Poro dan Nabana Naba akan diadaptasi menjadi anime.
Pengumuman ini disertai dengan visual teaser perdana dan video teaser, sekaligus memperkenalkan jajaran staf utama yang terlibat dalam produksi.
Teaser Trailer Shuiro no Kamen
Jajaran Staf Produksi Shuiro no Kamen
Anime ini diproduksi oleh Studio 100studio, dengan beberapa nama besar di bidang animasi dan desain yang ditunjuk untuk menangani adaptasi ini:
Staf Inti:
Sutradara: Tetsuaki Watanabe
Asisten Sutradara: Kai Hasako
Komposisi Seri: Daisuke Oohigashi
Komposisi Cerita: Dr.Poro & Nabana Naba
Desain Karakter & Kepala Animator: Hisashi Higashijima
Sutradara Suara: Fumiyuki Gou
Musik: Alisa Okehazama
Tentang Manganya
Shuiro no Kamen adalah manga bergenre aksi fantasi yang ditulis oleh Dr.Poro dan diilustrasikan oleh Nabana Naba. Manga ini mulai diserialisasikan di majalah Young King OURs sejak Februari 2021.
Fakta Publikasi:
Volume ke-7 diterbitkan oleh Shounen Gahousha pada Desember 2024
Volume ke-8 dijadwalkan rilis pada 7 Juli 2025
Versi Bahasa Inggris Digital: Diterbitkan oleh emaqi
Sinopsis: Pertarungan Fantasi Bertopeng yang Mencekam
“Topeng itu membawa petaka. Topeng itu bersuka cita dalam pembantaian. Topeng itu memiliki kehendak sendiri…”
Pelle, seorang pedagang topeng keliling, memiliki kemampuan misterius untuk menciptakan topeng-topeng khusus yang dapat memberikan kekuatan unik kepada pemakainya.
Dalam sebuah kota yang diliputi atmosfer menyeramkan, Pelle bertemu dengan Sonah, seorang gadis misterius yang menyimpan rahasia besar. Seiring rahasia-rahasia terungkap dan konflik batin mulai muncul, seorang anak muda pun melangkah ke medan pertempuran!
Bersiaplah untuk memasuki dunia mask battle fantasy yang mendebarkan—di mana setiap topeng menyimpan kisah kelam dan kekuatan yang tak terkendali.
Dalam Crunchyroll Industry Panel di Anime Expo 2025, secara resmi diumumkan bahwa anime Black Clover akan mendapatkan musim kedua. Bersamaan dengan pengumuman ini, ditampilkan visual pembuka (“kick-off” visual) serta video pengumuman singkat.
Teaser Trailer Black Clover Season 2
Tentang Black Clover Season 1
Musim pertama anime Black Clover diproduksi oleh Studio Pierrot dan mulai tayang pada musim gugur 2017. Anime ini mengadaptasi manga aksi fantasi karya Yuuki Tabata dan berjalan selama 170 episode hingga tamat.
Crunchyroll menayangkan musim pertama secara global dengan subtitle serta dubbing bahasa Inggris yang dirilis belakangan.
Film Layar Lebar: Black Clover – Sword of the Wizard King
Film anime Black Clover: Mahou Tei no Ken (Black Clover: Sword of the Wizard King) dirilis di bioskop Jepang pada Juni 2023 dan menjadi pelengkap kisah utama dengan cerita orisinal yang melibatkan penyihir raja legendaris.
Tentang Manganya
Yuuki Tabata memulai serialisasi manga Black Clover di majalah Weekly Shounen Jump sejak Februari 2015, setelah sebelumnya menerbitkan one-shot di Shounen Jump NEXT! pada Mei 2014.
Mulai Desember 2023, manga ini berpindah ke majalah Jump GIGA untuk melanjutkan arc cerita terbaru.
Statistik Terbaru:
Volume ke-36 diterbitkan oleh Shueisha pada Februari 2024
Versi bahasa Inggris dilisensi oleh VIZ Media sejak Juni 2016, dan volume ke-36 dirilis pada 7 Januari 2024
Dalam panel industri Crunchyroll di Anime Expo 2025, diumumkan bahwa manga Yomi no Tsugai (Daemons of the Shadow Realm) karya Hiromu Arakawa, kreator Fullmetal Alchemist, akan mendapatkan adaptasi anime.
Bersamaan dengan pengumuman tersebut, ditampilkan juga teaser visual perdana dan sebuah video teaser yang menegaskan dimulainya produksi.
Teaser Yomi no Tsugai
Staf Produksi Utama
Adaptasi anime ini akan diproduksi oleh Bones Film, studio ternama di balik Mob Psycho 100 dan Bungou Stray Dogs. Berikut adalah jajaran staf utamanya:
Staf Inti:
Sutradara: Masahiro Andou (Araburu Kisetsu no Otome-domo yo.)
Musik: Kenichiro Suehiro (Enen no Shouboutai / Fire Force)
Studio Produksi: Bones Film
Tentang Manganya
Hiromu Arakawa memulai serialisasi Yomi no Tsugai pada Desember 2021 di majalah Shounen Gangan milik Square Enix. Cerita ini menandai kembalinya Arakawa ke genre aksi fantasi dengan nuansa yang lebih gelap dan misterius.
Statistik Publikasi:
Volume Terbaru: Volume ke-9, rilis pada 12 Maret 2025
Peringkat Kedua di Manga Taisho Awards ke-17 (2024)
Nominasi kategori Shounen di Kodansha Manga Awards ke-48
Sinopsis: Sebuah Takdir Kembar dalam Dunia yang Penuh Bayangan
Di sebuah desa terpencil, sepasang anak kembar lahir dan langsung dipisahkan oleh siang dan malam. Bertahun-tahun kemudian, sang kakak Yuru tumbuh menjadi pemburu, sementara sang adik Asa dikurung di dalam sangkar untuk menjalankan “tugas suci” yang membuatnya hanya bisa bertemu dengan segelintir orang saja.
Hingga suatu hari, kedamaian desa itu dihancurkan oleh serangan kelompok bersenjata yang datang menggunakan helikopter—disebut “naga” oleh warga desa. Mereka membunuh seluruh orang dewasa dan mengejar Yuru. Saat mencoba menyelamatkan Asa, Yuru malah menemukan jasadnya—dan seorang wanita yang mengaku sebagai saudara kembar Yuru yang “sebenarnya”.
Dalam kekacauan tersebut, seorang pendatang bernama Dera menyelamatkan Yuru. Terpojok tanpa jalan keluar, Dera memaksa Yuru memberikan persembahan pada dewa desa, yang kemudian membangkitkan dua makhluk iblis (daemons)—yang akan membuka tabir misteri kelam di balik segalanya.
Serial anime Sousou no Frieren Season 2 (Frieren: Beyond Journey’s End Season 2) secara resmi diumumkan dalam panel khusus di Anime Expo 2025, Jumat (1 Agustus 2025). Acara tersebut menghadirkan video teaser perdana sekaligus mengungkap jajaran staf utama baru yang akan menangani proyek ini.
Musim kedua anime ini akan mulai tayang pada Januari 2026, melanjutkan adaptasi dari manga fantasi petualangan karya Kanehito Yamada dan Tsukasa Abe.
Trailer Sousou no Frieren Season 2
Staf Produksi Sousou no Frieren Season 2
Studio produksi belum diumumkan secara spesifik, namun staf utama untuk musim kedua telah dikonfirmasi, dengan beberapa nama baru yang ikut bergabung:
Staf Inti:
Sutradara: Tomoya Kitagawa(baru) (Episode Director – Sora yori mo Tooi Basho)
Pengawas Produksi (Supervisor): Keiichiro Saito(baru) (Sutradara musim pertama Sousou no Frieren)
Komposisi Seri & Penulis Naskah: Tomohiro Suzuki (One Punch Man)
Desain Karakter:
Akiko Takase(baru) – (Yuurei Sensen)
Keisuke Kojima(baru) – (Tensei Kenja no Isekai Life)
Yuri Fujinaka(baru) – (Overtake!)
Staf Tambahan:
Konsep Visual: Seiko Yoshioka(ACCA: 13-ku Kansatsu-ka)
Musik: Evan Call(Violet Evergarden)
Catatan: Nama dengan tanda “baru” merupakan staf baru yang tidak terlibat dalam musim pertama.
Kilasan Musim Pertama: Rekor, Episode, dan Penayangan Global
Musim pertama Sousou no Frieren tayang perdana pada 29 September 2023 di Jepang dengan episode spesial berdurasi dua jam yang mencakup empat episode awal. Total 28 episode ditayangkan hingga 22 Maret 2024, mengadaptasi 60 chapter pertama dari manga.
Layanan Streaming Global
Crunchyroll: Subtitle dan dubbing dalam berbagai bahasa (Inggris, Jerman, Spanyol, Prancis, Italia, Portugis, Hindi, Tamil, Telugu)
Muse Asia: Streaming di wilayah Asia Tenggara
Amazon Prime, Netflix, Disney+: Juga turut menayangkan anime ini secara global
Tentang Manganya
Kanehito Yamada dan Tsukasa Abe mulai menerbitkan manga ini di majalah Shounen Sunday sejak April 2020. Volume ke-14 telah dirilis oleh Shogakukan pada 18 Maret 2025.
Statistik Manga:
Total Volume: 14 volume (hingga Maret 2025)
Cetakan Beredar: 24 juta kopi secara kumulatif
Publikasi Internasional Sousou no Frieren Season 2
Manga ini dilisensi oleh VIZ Media untuk wilayah berbahasa Inggris sejak Februari 2021. Volume ke-13 telah diterbitkan pada 13 Mei 2025. Selain itu, manga ini juga tersedia dalam berbagai bahasa asing seperti Spanyol, Prancis, Italia, Polandia, dan Mandarin.
Sedangkan di Indonesia telah di lisensikan oleh m&c sejak 22 Mei 2022 dam telah mencapai volume ke-13 yang rilis sejak 10 Januari 2025.
Kadokawa Resmi Umumkan Adaptasi Anime dari Novel Romantis Fantasi Populer
Label B’s LOG Bunko milik Kadokawa secara resmi mengumumkan adaptasi anime untuk light novel Villainess Ringoku atau judul aslinya Akuyaku Reijou wa Ringoku no Outaishi ni Dekiai Sareru karya Punichan pada hari Jumat (1 Agustus 2025). Versi internasional novel ini dikenal dengan judul The Villainess Is Adored by the Crown Prince of the Neighboring Kingdom.
Tentang Novel Asli dan Statistik Populer
Penulis Punichan memulai serialisasi novel ini di situs Shousetsuka ni Narou sejak Maret 2016. Kadokawa kemudian merilis versi cetak dengan ilustrasi dari Yamabuki Naruse di bawah label B’s LOG Bunko mulai Oktober 2016.
Fakta Publikasi:
Volume terbaru: Volume 14, dirilis pada November 2023
Total cetak: 5,6 juta kopi secara kumulatif
Adaptasi Manga Juga Terus Berjalan
Adaptasi manga karya Hoshina mulai diserialisasikan di platform B’s-LOG COMIC pada Desember 2017. Volume manga ke-15 telah diterbitkan oleh Kadokawa pada 31 Januari 2025.
Sinopsis Cerita Villainess Ringoku
Menjelang hari kejatuhannya, Lady Tiararose Lapis Clementille tiba-tiba mengingat bahwa dirinya hidup kembali di dalam dunia otome game yang pernah ia mainkan semasa hidup sebelumnya. Namun sayangnya, ia bukan bereinkarnasi sebagai sang heroine, melainkan sebagai musuh terbesar sang pangeran utama—tunangan antagonis yang dijuluki sebagai villainess.
Saat upacara kelulusan, Pangeran Hartknights Lapis-Lazuli Lactomuth tanpa ragu mencabut pertunangan mereka, menuduh Tiararose atas tuduhan yang tidak berdasar, dan menyatakan bahwa Akari, sang heroine, akan menjadi pengantin barunya. Terlepas dari kebenaran, Tiararose diasingkan dari kerajaan.
Namun sebelum hukuman itu terlaksana, seorang sosok mengejutkan muncul—Pangeran Aquasteed Marineforest dari kerajaan tetangga yang kuat, menyatakan bahwa ia telah lama mencintai Tiararose dan ingin menikahinya!
Cinta dari Kerajaan Tetangga
Dengan perhatian dan kasih sayang dari pangeran kerajaan lain, jalan seperti apa yang menanti seorang villainess menuju akhir bahagia yang tak terduga?