Gelar Jepang Universitas Indonesia 25 2019



Sumber: Dokumen Penulis

Halo semuanya! Kembali lagi dengan tim kami yang senantiasa selalu hadir di dalam perhelatan jejepangan yang ada di Indonesia! Ahahaha. Dalam peliputan kali ini, tim kami akan membahas mengenai festival yang sudah diadakan 2 minggu yang lalu. Penasaran bukan?

Oh iya, sebelumnya pembaca sudah tau belum perhelatan atau festival yang kami maksud? Namanya GJUI 25 atau dikenal sebagai Gelar Jepang Universitas Indonesia 25. Pembaca pasti melihat angka “25” nya bukan? Ya artinya perhelatan ini sudah dilakukan sebanyak 25 kali serta disetiap perhelatannya dipenuhi oleh “kemeriahan” yang baru.

Lalu apa saja sih yang akan kami bahas? Marilah kita baca artikel ini!

A. Akses jalan dan Lokasi Festival

Sumber: Dokumen Penulis

Coba pembaca perhatikan foto di atas? Setelah membaca subheading dan foto ini apa yang kalian bayangkan pertama kali?

Tentulah seperti ini, “Ntar gw markir motor di mana ya?” atau “Ah gue naik kereta aja ah.” Ataupun seperti ini “Gue make g**bike atau Go*ek aja ah no ribet.” Pikiran – pikiran seperti ini sudah lumrah ketika ingin datang ke GJUI. Hal itu dikarenakan lokasi festival itu berada.

Pertama, Lokasi GJUI 25 adalah sama dengan GJUI 24 yang pernah kami liput sebelumnya yaitu Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia untuk day one & two serta Lapangan Fakultas Psikologi UI untuk day three. Karena letaknya yang berada di Depok, maka kebanyakan penduduk ibukota dan sekitarnya akan memilih untuk menaiki kendaraan pribadi ataupun naik kereta.

Untuk yang naik kereta, tersedia stasiun Universitas Indonesia untuk menjadi pilihan pengunjung. Cukup menyebrang dan anda akan sampai lokasi dengan aman.

Pihak GJUI 25 telah menyediakan lapangan parkir “dadakan” persis di sebelah pintu masuk perhelatan tersebut. Parkirannya cukup panjang sehingga cukup untuk menampung kurang lebih 100 motor. Lalu, untuk biaya parkirnya sendiri adalah Rp 5000,- dan tidak berlaku kelipatan. Artinya berapa lama pun anda di sana, bayarannya tetap sama.

Protip: Sebenarnya anda bisa mengakali ini dengan parkir di Masjid UI yang dekat dengan fakultas hukum. Di sana memiliki parkiran yang lebih nyaman serta bayaran yang lebih murah yaitu Rp 2000,- saja. Kelemahannya anda harus jalan sedikit, ahahaha.

Bagaimana dengan pengendara mobil? Sayangnya kami kurang tahu mengenai ini. Namun, seharusnya mereka dapat memarkirkan mobilnya di daerah Masjid UI atau di lapangan fakultas psikologi, entahlah.

B. Kemeriahan GJUI 25

Suasananya GJUI 25 ini cukup meriah, tim kami pun sempat “ilang-ilangan” karena sulitnya berkumpul. Namun, menurut salah satu tim kami, kemeriahan ini masih kalah dibanding dengan GJUI tahun sebelumnya.

Demi mempermudah proses peliputan, tim kami berpencar ke tempat yang berbeda untuk dapat meliput acara ini secara maksimal.

Oke! Pertama…

GJUI 25 mempunyai 5 spot yang dapat dikunjungi seperti lapangan depan yang biasa dijadikan tempat berfoto, berkumpul, dan memakan makanan khas jepang yang disediakan.

Ngomong – ngomong makanan, spot makanan selalu ramai lhoo. Bahkan, salah satu tim kaget ketika melihat ada makanan yang dijual dengan teknologi Molecular Gastronomy.

Sumber: Dokumen Penulis

Lalu yang kedua..

Lobi utama di mana orang saling berpapasan satu sama lain. Di lobi sendiri terdapat satu spot yang selalu ramai yaitu daerah bermain PlayStation 4 dengan game Tekken 7.

Di daerah tersebut selalu mengadakan turnamen yang pertandingannya dapat disaksikan melalui proyektor yang besar. Kurang lebih suasananya dapat digambarkan melalui foto di bawah ini:


Kemudian spot ketiga…

Spot ini adalah lapangan utama. Ketika saya bilang lapangan, karena memang berada di luar Gedung. Di sinilah tempat “budaya” berbaur menjadi satu.

Di lapangan ini sangat banyak sekali kegiatan yang berlangsung. Mulai dari para cosplayer yang berjalan, memainkan pianika di tengah – tengah kerumunan, ataupun acara yang diadakan oleh GJUI 25 itu sendiri.

Salah satu yang berhasil kami abadikan ialah lomba makan Takoyaki. Berikut adalah momen yang telah kami abadikan:

Sumber: Dokumen Penulis

Selain spot lapangan yang berada di tengah, ada satu spot cantik yang ada di dekat danau. Spot ini sebut saja jembatan sakura. Di sini sering dijadikan spot foto ataupun selfie pengunjung.

Selanjutnya spot keempat…

Spot ini adalah teras ruangan Pusat Studi Jepang UI. Daerah tersebut selalu dijadikan tempat menjual pernak penik anime. Mulai dari gatungan kunci, poster A3, sampai benda panas yang dipeluk erat pun juga dijual di sana.

Dan yang terakhir…

Spot ini bertempat di Auditorium Pusat Studi Jepang UI. Di sini adalah tempat dilakukan lomba – lomba ataupun workshop yang diadakan oleh pihak panitia.

Salah satu lomba yang digemari adalah Dance Cover. Ahahaha, sepertinya memang lomba ini saja yang digemari penonton kebanyakan, terutama lelaki xD.

Sumber: Dokumen Penulis

Kalau menurut salah satu anggota tim kami, ada satu workshop yang menarik perhatiannya. Workshop yang dimaksud adalah awal mulai superhero Indonesia dari dulu hingga sekarang.

Apakah pembaca tau, superhero Indonesia yang sedang naik daun saat ini? Ia adalah Gundala!

Sumber: Dokumen Penulis

Mengingat memang Gundala akan tayang pada 29 Agustus nanti, hal seperti ini tentu membuat penggemarnya sangat tidak sabar menyaksikan aksi sang pahlawan ini.

C. Epilogue

Itulah serpihan kemeriahan yang ada pada Gelar Jepang Universitas Indonesia Ke-25. Bagi kalian yang memang datang masih merasakan apa yang kami rasakan.

Bagi yang tidak hadir pun diharapkan dapat membayangkan apa yang kami maksud melalui artikel singkat ini.

Baiklah! Kami dari tim undur diri dan sampai jumpa di festival berikutnya!!!

Belfast Dance
Sumber: Azur Lane

Tinggalkan Balasan