- Advertisement -

Halo para adders sekalian, kali ini admin Kino ingin membuat review Anime “Irozuku Sekai no Ashita kara ” dan Uchi no Maid Usazagiru”. Kedua Anime ini mimin tonton dikala dalam kesibukan admin di dunia nyata. Yang pertama dibahas adalah Anime “Irozoku no Sekai Ashita Kara”

Sumber : Youtube

Sinopsis : Dalam dunia dimana penyihir itu ada, diceritakan seorang gadis bernama Hitomi yang memiliki kelainan buta warna. Dia selalu sendirian dan meratapi nasibnya dengan bersedih selama hidupnya. Dia itu seorang penyihir tetapi dia membenci sihir. Melihat hal itu, sang nenek bernama Hotaru, mengirim sang cucu ke masa lalu sang nenek  dengan menggunakan sihirnya agar Hitomi bisa berubah dan menyukai sihir apa adanya.

Sihir waktu Kohaku (Sumber : Youtube)

Well, first impression saya terhadap sinopsis dan trailernya membuat saya tertarik. Apalagi ini merupakan garapan P.A.Works yang dikenal memiliki grafis yang memukau dan cerita Animenya yang memiliki kesan tersendiri.

Story Plot
Jalan cerita dalam Anime ini cukup sederhana dan dapat ditelaah penonton secara mentah-mentah tanpa perlu kening anda berkerut. Setiap episodenya disuguhi dengan perkembangan Hitomi bersama Kohaku muda dan kawan-kawannya. Alur cerita yang dibawakan juga tidak cepat sehingga penonton bisa menonton dengan rileks.

Walaupun begitu, cerita dalam Anime ini sedikit mengandung cinta segitiga (Seperti kebiasaan P.A.Works jika ada genre drama dan romance selalu diselipi cinta segitiga). Dapat dikatakan, konflik cinta segitiga ini tidak terlalu rumit dan dapat diselesaikan dengan mudah. Konflik dalam Anime ini pun (selain cinta tadi) tidak terlalu memakan emosi anda dan bisa dikatakan konflik yang terjadi mirip seperti Anime-Anime bertemakan sekolah dan romance yang sudah ada.

Yang jadi poin utama dalam cerita anime ini bagaimana Hitomi, sang Heroine, bisa berkembang setiap episodenya. Hitomi yang awalnya membenci sihir dan bersikap dingin kepada orang-orang sekitarnya lama-lama berubah 180° menjadi lebih baik. Hal ini membuat saya tersenyum sendiri melihat perkembangan karakter Hitomi seperti melihat perkembangan anaknya yang menjadi dewasa.

Graphic
Berbicara soal grafik, mungkin sudah tidak asing lagi dengan studio P.A.Works. Studio ini kembali menunjukkan taringnya melalui anime “Irozuku Sekai no Ashita kara” dengan memperlihatkan kegigihan mereka membuat grafik anime yang memukau.

Dalam trailer di atas, para adders bisa melihat bagaimana grafik yang ditawarkan sangat memanjakan mata. Apalagi beberapa episodenya menampilkan permainan warna dan pencahayaan yang sangat indah. Hal ini tentu saja merupakan nilai ++ untuk anime tersebut.

Music
Musik di sini yang saya bahas tentunya saja Opening dan Endingnya. Dalam hal Opening, mimin sangat menyukainya karena sejak pertama kali melihat openingnya..mimin tidak bisa menekan tombol skip. Dibalut lagu”17 Sai” oleh Haruka to Miyuki ditambah visualisasi oleh P.A.Works benar-benar bisa membuat anda rileks ketika melihatnya. Ditambah dengan endingnya yang dibawakan oleh Nagi Yanagi dengan lagunya yang berjudul “Mimei no Kimi to Hakumei no Mahou” menambah kesan Anime “Irozoku” tidak bisa lepas dari ingatan. Melodinya benar-benar membawa ketentraman setelah menonton setiap episode Anime ini.

Conclusion
Overall, Anime ini cocok ditonton bagi penyuka drama dan romance khas anak SMA. Ditambah, cerita yang tidak terlalu rumit bisa ditonton dikala sehabis bekerja ataupun sekolah untuk merilekskan tubuh dan pikiran sejenak. Musiknya sangat pas dengan Animenya..membuat Anime ini mempunyai daya tarik tersendiri

Art : 8.5/10

Music : 9/10

Story : 8/10

Overall : 8.5

Anime kedua yang mimin tonton adalah “Uchi no Maid Uzasagiru”.

Sumber : Google

Sinopsis :

Sudah ditinggal ibunya sejak kecil, Takanashi Misha, gadis keturunan setengah Jepang setengah Rusia ini tinggal berdua bersama ayahnya yang keturunan Jepang. Suatu hari, kedatangan Tsubame Kamoi yang ingin menjadi pengurus rumah tersebut. Ternyata Kamoi adalah seorang mantan JSDF dan Lolicon. Bagaimana keseruan antara sang Loli Misha dan Kamoi ini?

Hmm..Loli. Untuk musim ini, anime loli ini cukup menyita perhatian saya. Dikarenakan anime ini bergenre komedi dan ada Lolinya pasti (*ehem).

Story Plot

Plot ceritanya sendiri tidak ada yang sampai berbobot. Setiap episode disuguhi kelakuan Kamoi menghadapi Misha yang ternyata dia ini tipe loli tsundere. Dimulai Kamoi yang suka foto Misha, suka intip Misha, dan masih banyak yang lain. Hanya saja ada beberapa episode yang memiliki unsur sedih. Tetapi diisi dengan kelakuan konyol para karakternya. Oh ya, di anime ini juga ada karakter yang M alias Masochist. Hal itu membuat perut saya tergelitik melihat tingkat M dia. Ya, bisa dikatakan anime genre komedi ini sama seperti anime-anime komedi yang sudah ada.

Graphic

Untuk masalah grafik, saya akan menyinggung Studio pembuatnya terlebih dahulu. Studio Doga Kobo selalu membuat karakter moe-moe. Dalam hal Anime ini, grafik yang diperlihatkan cukup stabil dan mempertahankan kemoean karakter, khususnya Misha. Tidak terlalu bagus maupun jelek, tetapi kestabilan grafik yang dibawakan dari awal sampai akhir episode bisa dibilang bagus sekali.

Music

Untuk OST anime ini, bisa dibilang cukup menarik. Pasalnya, kembali lagi ke studio Doga Kobo, bisa dibilang hampir semua anime buatan mereka OST-nya diisi oleh para karakter di animenya tersebut. Jadinya, setiap anime Doga Kobo memiliki ciri khas masing-masing. Sama seperti anime “Uchi no Maid Usazagiru”, Opening dan Ending anime tersebut diisi oleh karakter Misha dan Kamoi. Yang unik terdapat pada Openingnya. Masuknya lagu itu dimulai dengan “1,2,3” khas bahasa Rusia. Jadinya, ciri khas Misha yang merupakan gadis setengah rusia tidak sepenuhnya hilang begitu saja. Dan juga, isi lagu Openingnya (“Uza Uza☆Wows!”) seperti curahan hati Misha dan Endingnya (“Tokimeki☆Climax “) seperti curahan hati Kamoi dalam Anime tersebut.

Conclusion

Overall Anime ini cocok ditonton dikala anda mencari Anime dengan penuh kekonyolan dan mencari loli (*mungkin).

Art : 8/10

Music : 8.5/10

Story : 8/10

Overall : 8.0

Mungkin cukup sekian review dari Admin Kino. Jika ada salah kata dalam pengetikan, mohon dimaafkan karena mimin masih newbie menulis review. Dan juga maaf juga jika saya terlalu banyak menekankan review ke dalam musik, karena itu bidang mimin.

Terima kasih dan sampai berjumpa kembali di review-review lainnya

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan