- Advertisement -
Source: Zombieland Saga Episode 5

Halo pembaca sekalian! kali ini saya akan melakukan pengulasan besar – besaran terhadap anime musim yang telah (nyaris) resmi ditutup ini yaitu Fall 2018. Well, Tentunya saya tidak akan sendirian dalam mengulas anime fall 2018 yang begitu banyak jumlahnya. Oleh karena itu, dalam ulasan ini saya dan beberapa admin lain akan mengulas anime musim fall 2018 ini ke dalam beberapa bagian.

Seperti biasa, karena ini bagian saya, maka saya akan mengajukan ciri khas saya setiap menulis sercecah kalimat indah di artikel yang pernah saya buat. Ya! saya akan bertanya kepada pembaca sebelum memulai ulasan saya.

Kalian mengikuti anime season ini kan?(ya, minimal nonton lah xD) Menurut pembaca sekalian, musim ini mempunyai “Warna” yang seperti apa? apakah condong Action oriented? Slice of Life and Romance oriented? Comedy oriented? atau Harem and ecchi oriented? sudah dapat jawabannya?

Sejujurnya, anime di musim ini begitu unik atau lebih tepatnya termasuk season yang mempunyai komposisi yang seimbang. Hal ini terlihat euforia yang cenderung random dan tidak berfokus terhadap satu series saja.

Misalnya di season ini, jika dilihat dari trend anime season sebelumnya maka seharusnya pembaca saat ini akan mengatakan bahwa anime bergenre seperti Seishun Buta Yarou wa Bunny Girl Senpai no Yume wo Minai merupakan anime yang paling mencolok season ini? Namun nyatanya? justru fandom di season ini mengalami “perpecahan keyakinan” terhadap persepsi anime yang menjadi primadona saat ini.

Hal itu dapat terlihat di suatu situs terpecaya penggemar anime , Anitrendz, di mana posisi pertamanya selalu fluktuatif. Anime pendatang lain seperti Bloom into You, Zombieland Saga, Tensei shitara Slime Datta Ken, SSSS.Gridman, dan Goblin Slayer dari minggu ke minggu selalu mencari spot pertama diikuti anime raksasa lainnya seperti Sword art Online: Alicization dan Jojo series.

Baiklah! Dari pada menunggu lama inilah ulasan anime fall 2018 bagian pertama!


Toaru Majutsu no Index III

Source: Instahu.com / Toaru Majutsu no Index III Poster

Pertama saya akan membahas anime yang mempunyai cerita yang unik. Diambil dari Light Novel nya yang begitu detil, anime ini dikemas sedemikian rupa agar para penontonnya dapat menikmati sensasi yang sama seperti mereka membaca LN tersebut. Ahahaha… Berbelit  belit ya?

Anime ini merupakan salah satu yang ditunggu – tunggu oleh para penggemar Toaru Universe karena kita tahu bahwa season kedua anime ini keluar pada tahun 2011 lalu dan akhirnya 7 tahun setelah itu rilislah season ketiganya.

A, Story Progression

Seperti dugaan, anime ini mengambil kisah sesuai dengan alur LN yang terakhir kali dihentikan. Namun, hal itu bukan yang ingin saya tekankan. Bagi yang belum biasa dengan gaya cerita Toaru series maka akan saya jelaskan secara sederhana.

Berbeda dengan anime kebanyakan yang menggunakan alur cerita yang “berkesinambugan”, Toaru melakukan cara yang sama dengan metode yang berbeda. Animenya mempunya ciri khas membagi kisah – kisah atau “Arcs” yang dilalui sang protagonis dalam beberapa episode. Tidak hanya protagonis, bahkan terkadang akan ada satu arcs yang khusus menceritakan kisah yang tidak jauh mengenai dunia Toaru ini. Lebih sederhananya, Anime ini kurang lebih sama dengan gaya cerita Fate Series yang mempunyai banyak cabang cerita serta karakter yang terlibat di dalamnya. Oleh karena itu, anime ini akan sedikit “non-user friendly” terhadap penonton baru.

Lalu pasti dari penonton yang hanya mengikuti animenya saja akan banyak bertanya – tanya, “Loh ini karakter baru siapa?”, “Kok tiba – tiba ceritanya sejauh ini”, “Ini jalan ceritanya jadi gimana sih?” dan lain – lain. Saya tidak heran tetapi ini mungkin dari efek karena telah ditinggalkan selama 7 tahun jadi nikmati saja dulu.

Maka dapat disimpulkan bahwa alur cerita Toaru Majutsu no Index III ini sedikit membingungkan di awal namun setelah menjelang ini kebanyakan penonton sudah dapat beraptasi dengan gaya cerita ala Toaru Universe ini.

B. Characters Development

Sangat sulit untuk mengetahui character development  dalam anime ini karena ibarat sebuah buku, untuk mengetahui sifat seorang tokoh maka kita harus menelaah bukunya terlebih dahulu. Hal ini berlaku untuk anime ini dikarenakan Toaru Characters tidak mengenal istilah “solo protagonis” karena bisa jadi tokoh utama di arc awal justru menjadi lawan di arc selanjutnya ataupun sebaliknya.

C. Overall

Karena anime baru satu cour berjalan maka saya belum bisa memberikan rating atau penilaian menyeluruh mengenai anime season 3 ini. Namun, jika boleh memberikan “pra-rating” terhadap anime ini maka untuk cour awal ini saya memberikan rating sebagai berikut:

  • Story Progression: 7.51/10
  • Characters Development: 7.22/10
  • overall: 7.52/10
  • Nilai Saya pribadi: 6.79/10

D. Conclusion

Dari hal – hal yang telah saya utarakan dapat disimpulkan sementara bahwa anime ini ditujukan bukan untuk penonton baru melainkan penonton lama yang lebih spesifik terhadap para penggemar yang telah membaca LN nya. Hal ini didasari dengan banyaknya istilah dan konflik baru yang sedikit membingungkan di awal walau pada akhirnya seiring cerita hal tersebut dapat diurai menjadi suatu permasalahan yang lebih sederhana.

Note Hipotesis: entah mengapa jumlah Fanservice season ketiga ini lebih banyak dari pada dua season sebelumnya, Jawabannya? Entahlah, karena sejujurnya saya belum pernah membaca LN Toaru Universe dan hanya mengetahui kisah – kisah nya dibalik media wiki.


Tensei shitara Slime Datta Ken

Ini merupakan salah satu anime favorit saya dan merupakan salah satu anime yang mempunyai rating atau impresi paling stabil dibanding anime – anime lain di musim ini.

Tensei shitara Slime Datta Ken merupakan anime berjenis “isekai genre” di mana sang pemeran utama terlempar ke dunia lain setelah mengalami suatu kejadian (bukan di tabrak truck-chan ya :3 ). Ketika ia sekarat (sebelum pindah dunia) tanpa sadar ada seorang makhluk yang selalu berbicara kepadanya dengan kalimat – kalimat tidak jelas. Setelah ia pindah dunia ia baru sadar bahwa ia telah berbicara dengan salah satu kekuatannya sendiri dan ia pun terlahir kembali dalam bentuk yang….unik yaitu slime.

A. Story Progression

Saya bahagia jika ditanya mengenai perkembangan cerita yang ada di anime ini. Kisahnya begitu ringan dan mudah diterima serta perkembangan ceritanya pun sangat sederhana. Kebanyakan anime isekai dengan MC OP biasanya akan dibawakan dengan nuansa mencekam atau dipenuhi wanita cantik jika ia merupakan isekai harem genre. Namun, dalam anime ini ia justru dikelilingi oleh berbagai macam jenis monster yang lama – kelamaan semakin banyak spesimennya. Kisah yang kebanyakan akan menceritakan seorang pahlawan membasmi kejahatan menjadi seorang slime, yang identik dengan kata lemah, yang datang untuk memimpin suatu desa.

Kisahnya pun tidak keluar konteks dan justru menarik untuk diperhatikan. Nuansa komedi kecil disertai konflik – konflik ringan namun menarik untuk dibahas sering dilemparkan dalam kisah petualangannya dan yang saya suka adalah tipikel MC slime ini bukan seorang yang “show off” his power dan lebih ke arah Use it when you need it only.

Lalu dipertengah episode sang slime, Rimuru Tempest, di bawa ke dalam suatu konflik yang lebih besar yaitu ia mau tidak mau harus terlibat langsung untuk berkomunikasi dengan raja iblis di dunia sana. Hal unik kembali terjadi. Ia akan datang bukan sebagai pahlawan pembela kebenaran namun sebagai monster lemah yang hanya ingin memenuhi janjinya atas seseorang yang seharusnya ditakdirkan menjadi jodohnya di dunia barunya itu.

Dapat dinyatakan dari awal hingga akhir progresi cerita, anime ini menyuguhkan kisah yang sejujurnya inspiratif dan menarik. Tidak hanya itu ia pula menyajikan setiap konflik yang ada secara sistematis (dari yang sederhana hingga yang berat) dan aktif dalam penyelesaian masalahnya.

B. Characters Development

Rimuru Tempest, makhluk yang mempunyai perkembangan karakter yang begitu natural dibanding kebanyakan OP Main Characters yang saya ketahui. Mengapa natural? karena selalu ada kisah ketika ia mendapatkan kekuatan baru. Lalu ia tidak serta merta menjadi kuat untuk dirinya sendiri melainkan hanya ingin hidup sederhana layaknya makhluk normal dan dikarenakan ia “Sebuah” slime maka ia pun mencitakan sosoknya yang ex-human berinteraksi dan bersosialisasi dengan makhluk yang berbeda “jenis” dengannya. kehidupannya dan cara pandangnya akan kebersamaan inilah yang saya maksud natural.

Kemudian, di setiap perkembangan episodenya sang protagonis ini mempunyai sifat “humanis”. Apakah pembaca tahu apakah definisi yang saya kutip tadi?

Menurut Wikipedia.org Humanis atau Humanisme adalah sebuah pemikiran filsafat yang mengedepankan nilai dan kedudukan manusia serta menjadikannya sebagai kriteria dalam segala hal. Pandangan mereka biasanya terfokus pada martabat dan kebudiluhuran dari keberhasilan serta kemungkinan yang dihasilkan umat manusia.

Rimuru yang bukan manusia lagi tetap memegang teguh sifat kemartabatan dan kebudiluhuran dengan tetap menghormati lawan bicaranya siapapun itu. Hal ini pula yang menyebabkan dirinya dihormati walau tanpa kekuatannya yang OP sekalipun.

Kita ambil contoh episode ketika sebuah makhluk Lizardman narsis, Gabiru, datang menghampiri desa Rimuru. Sifat Gabiru yang bahkan membuat semua teman – teman Rimuru merasa kesal dapat ia tahan dan kendalikan (dengan cara yang menhibur xD).

Lalu mundur beberapa episode ketika para pasukan orges yang kala itu belum diberi nama pun tidak serta merta Rimuru habisi. Ia tetap memberikan opsi dan menghormati lawan bicaranya dan berusaha mengeluarkan opsi terburuk di saat terakhir saja. Hasilnya? Terbukti lebih efektif ketimbang menghabisi mereka bukan?

Oleh karena itu, Perkembangan karakter Rimuru dengan konten seperti inilah yang dinikmati para penonton. Setiap solusi yang ia keluarkan tanpa gegabah layaknya Ains Ooal Gown ini menciptakan nuansa anime yang nikmat untuk ditonton dan mempunyai cara pandang yang cendurung ke arah tipikel “problem solving” ketimbang menggunakan kekuatan untuk menyelesaikan masalah.

C. Overall

Anime ini Pula masih satu cour berjalan dan saya kembali tidak punya hak khusus untuk memberikan rating saat ini dikarenakan masih belum mempunyai cukup data untuk memberikan penilaian. Namun, seperti anime pertama dalam artikel ini maka akan saya berikan pra-rating untuk cour pertama ini (terhitung dari episode 13 nya ya) sebagai berikut:

  • Story Progression: 8.95/10
  • Characters Development: 9.12/10
  • overall: 9.50/10
  • Nilai Saya pribadi: 8.71/10

D. Conclusion

Bagi pembaca yang suka fantasi ringan namun menawan sangar cocok untuk menonton anime ini. desain tidak terlalu buruk dan dari yang saya tonton saat ini bahkan tidak ada CGi dalam adegan anime ini. Oleh karena itu, Bisa saya katakan bahwa anime ini salah satu kandidat anime fantasi terbaik di tahun 2018 ini.


Zombieland Saga

Source: twincitiesgeek.com

Zombieland Saga, dari kedua anime di atas maka hanya anime ini yang membuat saya tergila – gila dan mengubah cara pandang saya mengenai dogma idol yang saya ketahui hingga saat ini.

A. Story Progression

Anime yang saya kira merupakan sebuah kisah moe dan idol-like dihancurkan di 45 detik awal episode pertama. saya jujur lengah ketika yang ditampilkan justru adegan truck-chan dihiasi oleh lagu metal yang sangat tidak indentik dengan moe. Apalagi di akhir episodenya justru mereka membawakan musik metal bukan idol pop genre, ahahahaha.

Di episode berikutnya kembali anime ini membuat saya lengah, bukannya ia menyanyikan lagu idol justru menjadi rap genre. Inovasi penyajiannya pun sangat mencerminkan story developmentnya yang hidup.

Lalu semakin berkembang, alur cerita dibawa ke dalam hal yang lebih serius yaitu masalah keberlangsungan idol. Dalam kenyataannya hal ini sering terjadi atau lebih tepatnya seperti kisah umum dikala kita membuat sebuah “grup”, Timbulnya perpecahan dan opini yang berbeda biasanya menjadi latar belakangnya dan anime ini menceritakan masalah yang serupa.

Kemudian, kisah berlanjut kepada masa lalu setiap personil idol ini. Dalam setiap perkembangannya mereka yang mempunyai “kesempatan kedua” berusaha memperbaiki atau menuntaskan masalah yang pernah lakukan ketika mereka hidup. Lebih uniknya semuanya diselesaikan dengan metode idolish. I don’t expect this but, this is sooooo sweet!.

Lalu kisah idol ini ditutup dengan tercapainya tujuan awal mereka menjadi idol di saga. lagu penutup di episode 12 nya mencerminkan semua usaha yang mereka lalui dan membuat saya terharu melihatnya.

Dapat saya katakan bahwa cerita idol ini lebih menekankan bukan kepada sisi idolnya namun kepada pesan moral dari setiap permasalahan yang diterima oleh seorang idol profesiona. Titik inilah yang membuat stigma pribadi saya terhadap idol berubah 100%

B. Characters Development

Dari seluruh anggota idol seperti Sakura, Ai , Saki, Junko, Yuugiri, Lily, hingga legendary Tae mempunyai perkembangan karakter yang mengesankan. Saya yang tidak habis pikir bahwa dalam waktu 12 episode ini saya dapat merasakan perkembangan karakter mereka secara keseluruhan namun detil seiring berjuangan mereka menjadi idol di saga.

Usaha mereka, kerja sama mereka, inovasi dan pengorbanan mereka, dedikasi mereka memberikan harapan khusus kepada hati saya untuk tidak pernah menyerah. Melihat perkembangan mereka bertujuh seperti melihat cerminan diri saya ketika menyesaikan permasalahan hidup.

Simpelnya, pesan moralnya adalah tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan walau kesialan datang menghadang asalkan kita saling bahu – membahu maka masalah tersebut dapat dihilangkan.

Konsep ini merupakan sifat atau kodrat awal manusia sebagai makhluk sosial. Di era yang serba individualistik ini, sosok idol ini membuat kita sadar akan kebutuhan kita akan sesama manusia. para idol membutuhkan penggemar dan idol pun menjadi “pendorong semangat” untuk para penggemarnya agar tetap melangkah ke depan dan tidak pernah putus asa. Hal ini tercermin dalam untaian lirik lagu yang mereka, Franchouchou, bawakan hampir disemua lagunya.

C. Overall

Di dalam artikel ini hanya inilah yang sudah selesai mengudara di fall 2018. oleh karena itu, saya dapat memberikan penilaian penuh terhadap anime ini. Berikut adalah ratingnya:

  • Story Progression: 8.65/10
  • Characters Development: 9.00/10
  • overall: 8.89/10
  • Nilai Saya pribadi: 11/10

Ya! pembaca tidak salah lihat, saya berani memberi rating pribadi 11/10 karena kisah Franchouchou ini sangat kaya akan pesan moral dan berguna bagi kehidupan manusia. They have GREAT SONGS, GREAT MORALE VALUES, ALSO CUTE CHARACTERS DESIGN AND LEGENDARY TAE SO WHAT ELSE? xD

Note: Dinamakan Legendary Tae dikarenakan itulah julukan yang diberikan kepadanya di episode pertama dan fakta uniknya pengisi suara Tae adalah Seiyuu Legendaris yang menjadi pengisi suara ORIGINAL series Sailor Moon, Kotona Mitsuishi, sebagai Usagi Tsukino.

D. Conclusion

Anime ini merupakan salah satu katagori original anime terbaik yang pernah saya tonton selain Code Geass dan saya katakan bahwa hanya anime ini di musin 2018 yang dapat memberikan pesan moral terbaik dan sesuai dengan pemikiran saya.


Sekian Ulasan singkat fall Anime 2018 bagian pertama, nantikan bagian keduanya segera! Sampai jumpa di artikel berikutnya! ^_^

Source: Zombieland Saga Episode 12

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan