1

Source: Jurnal Otaku Indonesia

 Halo Pembaca yang terhormat! kembali kepada saya yang berkesempatan untuk menulis sebuah opini mengenai salah satu jajaran anime yang sangat populer di season ini. Ya, anime yang mempunyai nuansa gelap dan kelam di sisi manapun pembaca melihatnya. Anime yang menceritakan sesosok manusia berzirah ringan dengan perisai kecilnya sendirian membasmi suatu ras di dalam dunianya. Ras yang bisa dikatakan lemah bagi seseorang yang sering memainkan game dengan gaya MMORPG namun dalam anime ini ia menceritakan bahwa ras tersebut tidaklah sebodoh dengan apa yang kebanyakan orang katakan. Ras yang bisa dikatakan “sebelas dua belas” dengan sifat alami manusia dan mempunyai ciri – ciri tubuh yang hampir sama dengan kita. Maka lahirlah ras Goblin untuk membunuh siapa saja yang mereka jumpai.

 Sebagai catatan bahwa anime ini mengambil adaptasi cerita light novel dari sebuah mahakarya buatan Kumo Kagyu dihiasi oleh ilustrasi karya Noboru Kannatuki. Novel ini sebenarnya termasuk katagori “berat” untuk pembaca pemula karena merupakan Novel dengan Mature / Rating 18. Novel Goblin Slayer mengandung adegan kekerasan, pembunuhan, pemerkosaan, disturbing images, dan hal – hal bejat dan tidak manusiawi lainnya.

 Dalam artikel kali ini, saya akan membedah hal unik apa saja yang saya temukan selama tiga episode berjalan ini. Hal yang akan saya tulis meliputi opening dan ending, Art and Premise, cerita, hingga opini saya pribadi mengenai anime ini dan menentukan apakah anime ini layak untuk ditonton hingga habis atau justru masuk ke dalam droplist anime yang akan masuk ke dalam kotak sampah (Recycle bin :3 ).

 Sebelum memulainya saya ingin menegaskan bahwa tulisan ini merupakan impresi “3 episode awal” yang saya tulis bedasarkan pengamatan penulis. Tulisan ini bukan merupakan review mutlak ataupun memberikan penilaian akhir terhadap anime ini. Pernyataan ini perlu saya utarakan karena kebanyakan pembaca hampir tidak tahu awal mula mengapa ada istilah 3 episode rules ini. Saya beritahu sekarang, alasan mengapa ada istilah ini dikarenakan kebanyakan penonton beranggapan bahwa tiga episode awal merupakan resume atau isitilah kerennya “The Way of story development Goes on” yang akan terjadi di dalam anime itu. Jika dan hanya jika feedback nya positif maka penonton yang suka akan melanjutkan tontonnya tersebut namun jika tidak maka cukup di episode ketiga itu saja perjalanan sang penonton itu.

 Mari kita mulai!!!


Opening dan Ending Song Goblin Slayer

Source: Youtube

 Ok, sebenarnya saya kaget luar biasa ketika mendengar suara di dalam opening ini. YA! mungkin untuk para penggemar anime jarang mendengar grup musikal bernama “Mili”. Hal ini wajar karena Mili merupakan sebuah grup yang lebih banyak dikenal oleh para penggemar rhythm game seperti Cytus dan Deemo. Sudah banyak karya – karya Mili yang bertebaran namun memang sedikit sekali lagu Mili berada di dalam sebuah Anime. Tapi sekarang kalian sudah mendengar bukan seberapa unik karya Mili dari musik opening di atas.

 Pertama saya akan membicarakan dalam segi aransemen. Lagu ini penuh dengan kejutan jika kalian memang mencintai musik anime. Kebanyakan pasti akan mengira bahwa lagu ini mengusung genre Heavy Metal. Namun, justru Lagu gaya contemporary Classical dengan nuansa gelaplah yang mulai “menendang” ketika temponya tiba – tiba naik. Saya akui bahwa Yamato Kasai, arranger lagu ini, adalah seorang yang jenius. Lagu ini menurut saya merupakan definisi dari “complex composition music“. Coba pembaca dengarkan musik ini dengan earphone dan rasakan seluruh suara yang muncul di lagu ini. Violin, backstring, bass, backing vocal dan iramanya benar – benar membuat imajinasi seseorang bisa ke mana – mana. Namun tidak dipungkiri bahwa tidak semua orang menyukai aliran musik seperti ini. Tapi jika kalian memang pecinta lagu anime yang “elit” terutama yang sudah pernah mengcover lagu anime seperti saya, pasti pembaca tahu seberapa sulit lagu ini dibuat.

 Selanjutnya dari lirik lagu. jika pembaca melihat lirik lagu ini yang sebenarnya semua liriknya berbahasa inggris mempunyai definisi yang cukup “menampar” sifat manusia. Lirik di lagu ini mempunyai berbagai sudut pandang yang dapat dilihat. Jika di lihat dari sudut pandang “Goblin Slayer” maka lirik lagu ini seperti menceritakan tentang sosok Goblin yang mempunyai sifat – sifat yang tidak baik dan mencerminkan sosok goblin yang sesungguhnya. Jika dilihat dalam sudut pandang MV lagu ini, maka lirik ini seperti menceritakan suatu sifat dari makhluk yang menyeramkan yang sebenarnya manusialah goblin itu. Lebih tepatnya saya merasakan bahwa lirik yang dibawakan Mili ini mempunyai unsur satire di dalamnya. Tapi lagi – lagi, ini menurut saya, mungkin saja penafsiran saya keliru. Hanya pencipta lagu dan tuhan yang tahu kebenarannya.

 Berikutnya dalam segi directing nya. Sejujurnya saya suka gaya yang semi abstrak dan sepertinya cuplikan opening ini menyimpan “spoiler” terpendam yang hanya diketahui oleh orang yang pernah membaca ceritanya saja seperti mengapa harus ada banyak dadu dilempar? lalu mengapa diawali oleh bulan bewarna hijau? lalu siapakah sosok wanita berambut pirang bernama Onna Shinkan ini? Oh iya Onna shinkan adalah panggilan sang wanita heroine menurut Myanimelist yang sejujurnya saya sedikit tertawa karena Onna shinkan berarti Priestess dalam bahasa inggris jadi saya merasa sedikit bingung mengenai nama asli dari healer yang mempunyai kharisma ini, ahahaha xD.

Source: Youtube

 Berikutnya adalah Ending dari Goblin Slayer. Kalau boleh jujur saya selalu melewati ending hampir semua anime tetapi akan ada pengecualian jika telinga saya menangkap bahwa ending anime tersebut mempunyai ciri khas unik. Dalam kasus ini saya kurang memperhatikan ending anime ini tetapi saya kaget ketika mengetahui bahwa penyanyi lagu ini ternyata adalah Soraru xD. Bagi kaum lelaki mungkin tidak mengenal sosoknya namun untuk kaum hawa? Mungkin sekarang salah satu dari mereka sedang berteriak “internally” saat saya menulis namanya. Soraru adalah seorang Utaite terkenal. Karyanya juga cukup banyak. Ciri khasnya adalah suaranya yang katanya “ikemen” banget. Sayang saya lelaki normal jadi kurang mengerti sensasi yang dirasakan kaum hawa Ahahaha.

 Saya kurang mengetahui liriknya dikarenakan saya masih kurang memahaminya jadi untuk bagian ini saya masih belum mempunyai data yang cukup untuk melampirkannya di berbagai sudut pandang.

 Sekarang bagian Directing nya. Nuansa yang saya dapat kurang lebih sama seperti saya melihat ending Overlord III namun kisah simpel yang saya tangkap adalah ending ini menceritakan semua perjuangan yang telah Goblin Slayer lalui disimbolkan dengan banyak pedang yang berguguran dan seperti mencerminkan bahwa ia rela melakukan hal tersebut walau ia tidak akan mendapatkan apa – apa (dalam kasus terpahitnya).


Art,Premise, and Story

345

Source: Goblin Slayer Episode 1 – 2

 Sebelum berbicara mengenai Grafis/Art, apakah pembaca tahu siapakah pihak studio yang memproduksi anime ini? Mereka adalah White fox. Anime yang pernah mereka produksi contohnya adalah Re Zero dan Steins;Gate. Saya paham jika pembaca membandingkan kualitas anime di atas dengan Goblin Slayer maka anda akan merasa bahwa ada sedikit penurunan kualitas. Namun, sejujurnya menurut saya justru white fox hanya ingin mengikuti original source dari art aslinya saja dan tidak mengubah “unsur gelap” anime tersebut.

6

Source: Goblin Slayer Episode 1

 Lalu saya akan membahas sederhana mengenai gaya pertarungan anime ini. Goblin Slayer menggunakan sentuhan tradisional (frame per frame(?)) dalam gerakan pertarungannya tetapi terkadang pula menampilkan CGi di beberapa adegan. Hal ini merupakan sedikit hiburan bagi penonton yang membenci gerakan CGi buatan jepang.

7

Source: Goblin Slayer Episode 3

 Di sisi lain, ada beberapa art yang tidak akan saya letakan dalam artikel ini karena mengandung unsur yang kurang baik seperti darah dan adegan kekerasan yang tidak bisa diterima oleh orang – orang di bawah 18 tahun. Tetapi, jika saya boleh berpendapat, ketika mereka menampilkan adegan sadis (Sebut saja episode satu) itu spontan saya berkata “Ini anime berani banget nge animasiin gambar kayak gini!” atau ketika adegan kekerasan seksual yang dilakukan goblin “@f@$%#$@@#$$%$#@$^*^” itulah reaksi saya. Sebuah realita yang dipertontonkan secara nyata dan frontal membuat yang tidak biasa dengan hal yang seperti ini akan terkena “subliminal mental effect/attack” di bawah alam sadarnya. Jika kita melihat dari sisi pandang orang indonesia secara garis besar, maka dapat dinyatakan bahwa anime ini akan otomatis masuk jajaran blacklist film yang tidak boleh tayang di penjuru pulau manapun. Tetapi dalam segi pandang orang yang cukup umur maka tampilan ini membuat mereka kaget akan keberanian sang studio yang secara frontal langsung memberikan “Stimulasi” tersebut dari EPISODE AWAL anime ini. Pernah nonton the raid? Kurang lebih reaksi ketika pertama menonton film karya indonesia inilah Goblin Slayer itu.

8.jpg

Source: Goblin Slayer Episode 3

 Sekarang saya kembali ke premis anime ini. yup anime ini menceritakan seseorang bernama Goblin Slayer yang pekerjaanya hanya mau membunuh Goblin saja. Sosok Goblin Slayer yang misterius dan kuat mempunyai ciri khas tersendiri ketika ia melakukan aksinya. kalau boleh pakai bahasa inggris maka ia adalah tipikal Talk less do more person dan realistic person. Semua tindakannya hanya bedasarkan kepada hal yang menurutnya realistis dan mengurangi setiap kemungkinan yang hanya berujung sia – sia. Selain itu sosok Goblin slayer sendiri adalah seorang yang mempunyai sudut pandang yang jelas dan mempunyai keyakinan/tekad yang kuat. Ketika orang masih merasa iba ketika membunuh makhluk, ia justru tidak akan berbelas kasih dan akan menyelesaikan semua masalahnya hingga ke akar – akarnya. Ini pula yang membuat sang priestess shock dengan tindakan Goblin Slayer ini.

9.jpg

Source: Goblin Slayer Episode 2

 Selanjutnya saya akan membicarakan ciri khas yang selalu muncul di ketiga episodenya yang sejujurnya membuat saya habis bingung mengenai apakah ini selera sang penulis atau selera sang illustrator. Mungkin dari pembaca sekalian ada yang sengaja menonton Goblin Slayer bukan untuk ceritanya melainkan untuk memenuhi hawa nafsunya ketika menonton anme ini. Karena sejujurnya saya sendiri sudah muak dengan segala macam “chest revealed” characters yang ada di anime ini. Entah kenapa semua wanita yang ada di anime ini selalu mempunyai ukuran tubuh di bagian tertentu yang terlalu berlebihan dan tidak proposional dan terkadang mempunyai kesan memaksa serta justru malah tidak cocok dengan karakter yang diperankan. Jika saya boleh jujur, poin ini merupakan nilai minus dari Goblin Slayer dari segi cerita, namun nilai sangat surplus di sudut pandang industri peranimean terutama bagi kaum adam zzzz.


10.jpg

Source: Goblin Slayer Episode 2


Goblin Slayer dan Dark Fantasy

11

source: Goblin Slayer Episode 2

 Walau sebenarnya hubungan ini sudah terjawab di subbab sebelumnya namun di sesi ini saya akan sedikit menjawab beberapa pertanyaan yang ada di internet yang menyatakan bahwa “Ah, Goblin Slayer gak terlalu Dark fantasy banget”. Apakah pembaca tau apa definisi dari Dark Fantasy? sesuai namanya bahwa genre tersebut ialah genre bernuansa fantasi namun diselimuti oleh hal – hal gelap yang biasanya berimplikasi kepada kematian. Bagi pembaca yang mempunyai pernyataan sesuai kutipan saya di atas maka sebenarnya itu adalah efek dari episode dua dan tiga. Di episode pertama penonton langsung disuguhkan dengan hal yang luar biasa liar namun berubah tenang dan menjadi generik di episode dua dan tiga. Sebagian fandom menyatakan bahwa hal tersebut terjadi agar anime ini masih bisa diterima oleh orang banyak karena ternyata ada beberapa scene yang tidak ditunjukan oleh anime ini yang sebenarnya jika diperlihatkan akan membuat penonton biasa mengalami sejenis “mental breakdown” atau trauma setelah menyaksikannya. Saya sendiri belum membaca LN ataupun Manga dari Goblin Slayer, namun melihat bagian sadisnya saja (ilustrasi LN atau manganya) selama 3 – 5 detik membuat saya sedikit mual. Intinya semua yang ada di anime ini sudah di sortier sehingga semua penonton dapat menyaksikan anime ini dengan “aman”.


Kesimpulan

12.jpg

Source: Goblin Slayer Episode 3

 Bedasarkan semua hal di atas maka dapat disimpulkan bahwa Jika kalian siap mental (dewasa) untuk menyaksikan anime ini, maka tontonlah, jika menurut kalian belum siap maka hindari anime ini dari sekarang karena setelah ini mungkin ada hal yang diluar dugaan akan muncul entah di episode berapa. Jika kalian tetap kekeh mau menonton karena cerita maka siapkan mental dan berpikirlah kritis agar mental kalian tidak rusak akibat menonton anime ini (dan tahan hawa nafsu kalian dan jangan samakan dirimu dengan goblin.)

 Pesan moral: Jangan jadikan dirimu Goblin 🙂

Rate:

  • Art: 7.5/10
  • Story Development: 8.0/10
  • Opening: 9.0/10
  • Ending: 7.2/10
  • Innovation: 8.0/10
  • Overall: 7.7/10

 Sekian dari saya, mohon maaf jika ada tutur kata yang kurang sopan dan melukai hati, jika iya mohon bukakan pintu maaf sebesar – besarnya. Baiklah! Sampai jumpa di artikel Berikutnya!!!!

Leave a Reply

Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Komentar!

  Subscribe  
Notify of