Nisekoi

Source: Youtube

 Dalam kajian kali ini saya akan melakukan uji kemungkinan (hipotesis) mengenai genre yang paling digemari oleh banyak penikmat industri anime. Ya! Seperti dengan judul headline kali ini, saya akan membuat suatu dugaan sementara mengenai alasan seorang penggemar anime sangat menyukai dan mencintai genre Romance dan/atau Harem ini.

 Alasan mengapa saya membuat hipotesis ini ialah karena saya merasa penasaran mengapa kebanyakan teman saya atau bahkan orang – orang disekitar saya “mayoritas” lebih mengikuti dan menghayati kisah stereotype seputar romance/harem ketimbang genre lain seperti Action, Mystery, Sci-fi, dan lain – lain. Oleh karena itulah tulisan ini tercipta dan diharapkan dengan tulisan ini dapat memberitahu pembaca mengenai “kemungkinan – kemungkinan” atau alasan seorang penggemar menyukai genre tersebut.

 Berbeda dengan penulisan saya sebelumnya, tulisan ini murni sebuah “dugaan/hipotesis” yang saya temui dan ingin saya sebar dan mengetahui apakah hipotesis ini terbukti benar apa salah. Oleh karena itu pula dalam hal ini saya akan memberikan opini saya “sementara” menggunakan data yang saat ini saya punya. Bila dalam penulisan kali ini kurang tepat, pembaca dapat memberikan pendapatnya mengenai hal tersebut melalui komentar tulisan ini atau melalui Offical Account LINE ANP dengan Thread yang sama.


Para Penonton Menyukai Alur Cerita Anime Romance/Harem

Clannad.jpg

Source: Wall2born

 Saya sering mendengar bahwa salah satu alasan yang paling sering diucapkan penikmat Romance/Harem adalah ceritanya. Ya! Cerita yang melekat kepada setiap penontonnya. Saya tidak heran mengingat manusia sangat mudah merasakan perasaan atas sesama manusia (empati). Hal ini pula yang membuat kita seperti merasakan apa yang sang tokoh utama (protagonis) rasakan. Terkadang melihat tingkah laku tokoh utama ketika mendekati lawan jenisnya pun membuat penonton terhibur dengan mengundang gelak tawa.

 Jika saya tarik garis lurus dalam perkembangan cerita romance (bukan harem) di indonesia secara “lumrah atau umum” sebenarnya kebiasaan kita selaku penonton tidaklah jauh berbeda dengan orang – orang sebelum kita. Pada era generasi X semisal ibu atau ayah kita, mereka mungkin menonton acara romance melalui siaran sinetron yang ditayangkan di TV. Jika ditanya alasannya, maka “mungkin” kebanyakan akan menjawab “Ibu/Ayah penasaran dengan ceritanya.” atau “Ceritanya menarik.” dan lain sebagainya. Jika kita selaraskan pernyataan tersebut dengan kita yang menonton anime romance maka bisa dikatakan bahwa pada dasarnya baik kita ataupun kedua orang tua kita mempunyai alasan yang sama ketika menonton genre tersebut. yaitu ceritanya.

 Ok, lalu bagaimana dengan genre harem?. Genre ini tidak lumrah dengan kebiasaan di indonesia. Hampir tidak pernah ada tayangan TV lokal yang memperlihatkan genre harem secara terbuka. Lalu apakah yang membuat genre ini menarik?. Jawaban dari kebanyakan orang pula sama dengan genre sebelumnya, yaitu ceritanya.

 Tetapi menurut pengalaman saya, sebenarnya genre harem bukan dinikmati karena ceritanya. Satu – satunya alasan mengapa ada jawaban seperti itu ialah karena tidak pernah ada genre harem yang berdiri tunggal dalam suatu judul anime. Kita lihat stereotype harem saat ini. Kebanyakan genre harem melakukan Mix Genre terhadap ceritanya. Sebut saja anime – anime harem terkenal seperti Infinite Stratos yang sebenarnya merupakan anime Sci-fi. Highschool DxD  yang sebenarnya anime action. ataupun Nisekoi yang sebenarnya bergenre romance. Hal inilah yang menurut saya merupakan sebuah miss interpretation jika mengatakan bahwa anime harem menarik karena ceritanya. Tetapi apakah saya benar? belum tentu karena lagi – lagi ini adalah hipotesis saya selaku penulis.


Memenuhi Keinginan terpendam melalui Anime Romance/Harem

Saijaku muhai no Bahamut.jpg

Source: Icotaku

 Sebelum saya melanjutkan mohon untuk tidak berpikir atau menginterpretasikan judul yang saya tulis ke arah yang negatif. Oleh karena itu saya akan menjelaskan maksud dari pernyataan saya bahwa para penikmat romance/harem menyalurkan keinginannya melalui genre ini.

 Kita tahu bahwa keinginan (desire) merupakan hal mendasar dalam tatanan emosi manusia. kita diciptakan untuk mempunyai suatu keinginan yang sesegera mungkin ingin terjadi. Lalu bedasarkan hal tersebut mungkin anime genre inilah yang cepat dan tepat mengatasi hal tersebut dalam segi “perasaan terhadap lawan jenis.”

 Ok, mari kita bandingkan antara realitas dengan kisah indah yang tampilkan oleh anime. Di dalam anime romance sang protagonis biasanya akan didekatkan dengan wanita ideal yang begitu cantik dan berbeda dengan wanita yang disekitarnya. Lalu entah mengapa kisah asmara mereka begitu kental dan sering sekali cerita seperti ini dikisahkan pada kehidupan ketika mereka masih SMA (muda). Baiklah sekarang lihat realitanya? Apakah pertemuan ala anime akan berbanding lurus dengan kenyataannya? Jika tidak maka keingnan pembaca tentu tidak terkabulkan. Tetapi ada diantara pembaca mempunyai pikiran atau sensasi ketika melihat adegan anime yang begitu manis dapat menutupi rasa sakit akibat hal tersebut (realitas yang sebenarnya.).

 Kasus lain ialah dalam gaya anime zaman tempo dulu. Adegan ketika sang protagonis yang sedang tertidur pulas dibangunkan oleh seorang wanita cantik yang merupakan teman dekatnya, melihat tersebut tentu membuat perasaan setiap pria akan luluh bukan? (Note: saya tidak tidak tahu apakah sensasi ini akan sama dimata pembaca wanita tetapi kurang lebih inilah maksudnya). Kembali ke dunia nyata, apakah hal tersebut akan benar – benar terjadi? Mungkin, hal ini kembali kepada pembaca masing – masing. Jika lagi – lagi jawabannya tidak maka tentu sama seperti diatas, keingnan anda lagi – lagi tidak terkabul namun ketika melihat adegan romantis seperti itu entah mengapa mengisi rasa sakit itu? apakah seperti itu? entah, sekali lagi kembali kepada pembaca.

 Kasus terakhir ialah dalam kisah anime harem. pembaca sudah tahu kan defisi harem?  Seperti yang pernah saya tulis di tulisan sebelumnya bahwa menurut Urban Dictionary definisi harem ialah sebuah genre dalam anime/manga di mana ada seorang lelaki biasa yang disukai banyak wanita (3 atau lebih) dan tergila – gila olehnya dan mereka akan memperebutkan perhatian dari lelaki tersebut. Bedasarkan definisi tersebut maka kalian sudah bisa membayangkan bukan maksud saya? Sebut salah satu anime harem Saijaku Muhai no Bahamut yang saya gunakan sebagai thumbnail ini. Satu lelaki diperebutkan banyak wanita yang cantiknya bukan main dan mereka semua saling berebut perhatian sang tokoh utama dengan berbagai cara. Jika dilihat dari sudut pandang lelaki normal maka lelaki macam apa yang tidak menyukai keadaan tersebut? Ahahaha, tetapi kembali ke realita bahwa hal tersebut akan terjadi jika dan hanya jika “keberuntungan” berada di sisimu. Tetapi jika tidak? kembali lagi dengan jawaban saya sebelumnya. paham?


Terdapat Genre “Terselubung” dalam Anime Harem yang Disukai Penonton yang Berimplikasi Kepada Perubahan Makna Berbagai Genre Termasuk Romance

Grisaia no Kajitsu.jpg

Source: Google Image

 Baiklah inilah bagian yang membuat saya mual dan tidak ingin saya tulis namun merupakan suatu kenyataan yang harus disampaikan. Dari pernyataan tersebut maka pembaca dapat membayangkan bukan bahwa hal yang saya maksud bermakna “negatif”. Baiklah inilah yang saya maksud.

 Jika beberapa dari pembaca masih mempunyai pikiran bahwa anime harem mempunyai peluang untuk mejadi genre tunggal maka sebenarnya ada genre “bayangan” yang menyangga dan menyelimuti genre harem ini. genre ini iyalah Ecchi dan atau terkadang bahkan lebih buruk. sebenarnya secara terminologi dan bedasarkan definisi di poin sebelumnya tidak ada pernyataan yang menyatakan bahwa ecchi akan selalu ada di harem. Jawabannya iya jika pembaca mengetahui asal muasal genre harem namun hal ini berubah sesuai perkembangan zaman dan pasar.

 Sebenarnya genre harem dan romance merupakan kombinasi yang hampir tidak bisa dipisahkan dan untuk menambahkan “bumbu” agar laku dipasaran terutama “kaum pria” maka “sepertinya” diciptakanlah genre terselubung ini. Saya hanya menyatakan kejujuran, apakah ada anime zaman sekarang di mana harem tidak dibumbui walau sedikit oleh ecchi?. Saya tidak perlu menggambarkan adegan – adegan tersebut dengan kalimat bukan? Pembaca yang suka menonton anime pasti juga sadar maksud saya.

 Istilah inilah yang merujuk dengan kata Fanservice. Jika ditanya ada itu fanservice mungkin sebagian pembaca akan membayangkan suatu definisi yang bermuara kepada adegan di mana seorang pemeran wanita melakukan adegan yang baik sengaja ataupun tidak memperlihatkan salah satu sisi tubuhnya yang berujung kepada “pencucian mata” bagi penonton pria (note: Kembali saya tidak tahu dalam sisi pandang penonton wanita). Namun, saya pun salah karena menurut salah satu teman saya, definisi dasar fanservice ialah suatu hal yang membuat hati senang ketika melihat suatu hal. Saya pun setuju dengan definisi itu.

 Nah, sudah tau kan “unsur senang” di poin ini? inilah alasan beberapa penonton “mungkin” menyukai anime harem di dalam sudut pandang yang “mungkin pula” negatif. kembali ini hanya bedasarkan dugaan saya selaku penulis dengan kearifan lokal. Saya tidak punya bukti yang cukup untuk menyatakan atau menjustifikasi pernyataan di atas.


 Itulah hasil hipotesis sementara yang saya lakukan yang mengetahui alasan para penggemar menyukai genre romance/harem. Kembali lagi hal di atas hanya seputar dugaan yang mungkin saja benar dan mungkin saja salah. Semua hal itu kembali kepada sudut pandang dan keyakinan masing – masing.

 Anyway, sampai jumpa di tulisan selanjutnya ^_^


1
Leave a Reply

Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Komentar!

  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Teddy
Guest

Sebenarnya Ada Gan Genre Harem yang Bersih dari ECCHI dan Memiliki Cerita yang bagus, yaitu CLANNAD